Sabtu, 04 April 2015

Children Pearl Heart

                Pagi tadi sekitar pukul enam tiga puluh menit aku mengeluarkan sepeda motor dari garasi dan langsung memanaskan mesinnya untuk kupakai pergi ke minimarket dekat rumah yang berjarak mungkin sekitar lima ratus meter dari rumah, ya tepatnya di seberang jalan raya yang jika pagi sering untuk lalu lalang anak sekolah.

               Cukup jarang diriku menyempatkan keluar dipagi hari untuk sekedar menikmati sibuknya kegiatan yang saat itu anak sekolah sangat antusias dan semangat untuk menyambut hari sabtu, ya karena tidak dipungkiri hari sabtu pastilah banyak anak sekolah yang menantikannya, selain pelajaran dikelas biasanya hanya pelajaran yang ringan dan waktunya yang singkat karena esoknya juga minggu.

               Saat dipererjalanan menuju mini market aku cukup sering melewati dan melihat anak SD yang bergerombol dengan senang hati bercanda sambil menuju sekolah mereka, ya karena jalan yang aku lewati mengarah pada salah satu Sekolah Dasar yang letaknya mungkin 100 meter saja dari rumahku. Melihat ekspresi mereka tertawa tersenyum bahkan ada yang masih jutek dengan teman atau entah siapa namun sangat membuatku terhibur dan mungkin menyejukkan hati.

             Aku sangat suka dengan tingkah laku anak kecil, mereka seakan menjalani hidup mengalir dengan optimis begitu saja dan seakan biarkan hari esok Tuhan yang menentukan namun akulah yang menjalaninya, mereka sangat pintar menyembunyikan rasa cemas namun mampu memberi keperercayaan yang lebih ketika mereka memang benar takut.

            Pastilah dari kita mengalami proses yang seperti itu, namun tentunya kita harus meninggalkan proses tersebut dan menyesuaikan dengan waktu dan keadaan. Maka dari itu bagiku anak-anak adalah sebuah proses yang amat sangat berharga, semua kepribadian kita terbentuk dari saat kita masih anak-anak dan itu tertanam dalam diri kita selama kita tidak merubahnya.

           Keadaan yang sedikit berbeda aku jumpai ketika menemukan segerombolan anak SMA yang mungkin terlihat sangat dengan dirinya, ya karena di depan mini market tersebut memang biasa dipakai untuk menunggu beberapa angkutan umum untuk mengantar mereka ke sekolah masing-masing setiap pagi, juga disediakan beberapa meja kursi dan koneksi wifi di area mini market tersebut untuk sekedar memanjakan para pelanggan mini market tersebut.

          Ada yang sibuk meminkan gadget mereka , membenahi rambut yang mulai berantakan, memegang erat tas cangking branded di pelukan, atau sekedar ngobrol sekenanya yang mungkin untuk memecah keadaan yang agak terlihat ramai. oiya memang daerah tersebut jalan utama untuk menuju sedikitnya 4 SMA dan 3 SMP yang sebagian menjadi favorit, maka tidak heran jika jalan tersebut setiap pagi selalu ramai dengan anak sekolah.

          Hal berbeda yang aku temui ketika melihat kebanyakan dari raut wajah mereka, tampak cuek, kadang lesu, ada yang mungkin khawatir akan perjalanan mereka yang terhambat karena terlalu penuhnya angkutan yang selalu mereka jumpai, namun tetap masih ada yang masih rela membagi tawanya pada teman - teman sekitar. aku tidak tahu pasti apakah mereka kebanyakan pada sekolah yang sama karena baju pramuka yang mereka gunakan sama. atau memang belum saling mengenal maka tidak banyak bicara.

         Namun satu yang pasti, raut wajah anak SMA yang beranjak dewasa tersebut tampak tersamarkan dengan para pejalan kaki yang menggunakan baju kantor ataupun kaos oblong biasa. Ya mungkin memang sedang  melewati proses pencarian jati diri sebenarnya, bagaimana karakter terbentuk dengan kebiasaan dan lingkungan sekitar, aku pun juga begitu masih benar-benar mencari wajah baru bagi duniaku kelak seperti apa, dan aku akan sangat menjaganya agar menjadi lebih baik lagi.

          Apapun bahasan yang saat ini kita lakukan, apapun latar belakang dan kejadian  yang sudah kita lewati bagiku itu semua pelajaran yang memang harus kita lewati, kesempatan tidak datang dua kali, begitu juga dengan masa kecil kita yang menyenangkan tidak akan pernah kembali, Namun kita masih bisa membagi dan menunjukan kebahagian kecil kita dengan generasi yang selanjutnya, Dan aku salah satu orang yang sangat senang pamer kebahagian waktu kecil dengan anak kecil berharap mereka tahu akan hal yang mereka tidak temukan di jaman sekarang.

         Sudah sewajaranya kalau kita harus menjaga dengan penuh sayang pada anak-anak sekitar kita, mereka adalah generasi penerus kita yang masih suci masa depannya, dan harusnya kita tahu bahwa masa pertumbuhan pada anak kecil bukan hanya pada fisik namun psikis atau psikologi anak juga tumbuh, aku pernah baca ada sebuah buku psikologi milik kakakku bahwa sisi psikologis seseorang ditentukan bagaimana dengan masa kecil seseorang, jadi psikologis seseorang sebenarnya tidak berkembang banyak pada saat terbentuknya pada saat anak-anak.
Maka dari itu aku sangat tidak setuju pada seseorang yang selalu memarahi anaknya dengan tujuan mendisiplinkan anak tersebut, tindakan tersebut bisa menjadi traumatik berlebih bagi anak hingga usia dewasa.

           Ya satu pesan yang sangat ingin aku sampaikan adalah karena masa anak-anak adalah tempat pembentukan pribadi yang sebenarnya, anak-anak adalah satu aset berharga bagi setiap makhluk di dunia ini " Children is a Pearl Heart "

Salaam Kreatiiff Untuk Setiap Anak Bangsaa !
         

           

Jumat, 03 April 2015

( illustrasi by imsat )

             Innalillahi wa' innalillahirojiun, Manusia memang hanya berusaha, Namun semua kenyataan Tuhan Allah SWT yang menuntun dan menentukan jalan bagi semua ciptaannya. 
Mungkin ungkapan tersebut akan sangat bermakna dan abadi melekat pada kita semua, Yang hidup juga akan mati. karena siklus kehidupan terus bergulir sampai waktu yang ditentukan oleh Tuhan.

Sekarang kita bisa tertawa , esok apakah tau bahwa ujian telah dipersiapkan oleh sang Kuasa dan lusa pun bukan berarti bisa memungkiri kenyataan bahwa kita harus pergi.

Selamat jalan Olga Syahputra, Kebaikan yang ditanam akan membuahkan hasil, Semoga ditempatkan  terbaik atas semua amal ibadah dan kebaikanmu di sisi Allah SWT.
Amin ya robbal alamin.

            

Disebut Kuat Bukan Karena Otot

                Judul kali ini agak sedikit personal dari kebiasaanku saat ini nih, sebenernya itu adalah salah satu kalimat yang aku kutip dari salah satu motivator besar di tanah air yang ketenarannya mungkin sangat berlebih karena membawakan salah satu acara motivator paling bergengsi dan kemungkinan hingga internasional. Ya bapak Mario Teguh, Salah satu orang yang sedikit banyak mempengaruhi hidupku saat ini.

              Oiya kali ini bertepatan dengan hari besar Paskah bagi umat Kristiani, Saya pribadi mengucapkan selamat merayakan bagi temen-temen yang merayakan, Ya mungkin banyak temenku yang merayakan karena dulu aku termasuk alumni DO di salah satu Universitas Katolik di Semarang, hehehe..

              Mungkin tidak sedikit dari temen-temen sekalian mempunyai masalah dengan mood dan rasa males yang berlebih, ya itu termasuk juga saya hehehe, Tidak dipungkiri bahwa aku salah satu orang yang punya masalah malas yang berlebih begitu juga dengan mood yang tak tentu arahnya, Namun demikian aku sangat produktif untuk mencari gagasan dan ide baru ya bisa dibilang sedikit kreatif diatas rata-rata namun aku terlalu kesulitan untuk mengontrol dan merealisasikan ide-ideku yang seakan terus mendobrak-dobrak dari dalam kepala.

              Ya bisa dibilang setiap harinya aku hampir selalu memikirkan apa yang aku akan lakukan hari berikutnya, namun tidak jarang pula pemikiran dan ide untuk hari besok masih bisa dilaksanakan besok lusa bahkan tertunda entah sampai kapan, hmmmm

              Kelebihanku adalah salah satunya selalu banyak ide atau planning yang keluar dengan begitu banyak ragamnya, selalu membuatku tersenyum dan bangga akan pemikiranku tersebut dan yakin bahwa itu sangat baik bagiku dan sesama, Namun kekurangan yang selalu membayangiku yaitu waktu pelaksanaan yang selalu meleset dari rencana yang selalu aku buat sendiri.

            Memang tidak akan merugikan siapapun, karena gagasan tersebut masih menjadi konsumsi pribadi sendiri dan yang menentukan masih diriku sendiri, namun kadang aku merasa jengkel pada diriku ini, kenapa sangat susah sekali untuk berdisiplin terutama soal waktu.

         Ya bisa dibilang aku masih sangat susah untuk berdisiplin pada diri sendiri, terutama pada saat aku berada dirumah, yang secara psikologis tempat yang paling nyaman bagi pribadi seseorang, Aku sangat ingin kejam pada diriku sendiri untuk dapat menjadi lebih baik, namun selalu gagal !
aku telah banyak membaca tentang kesuksesan dari orang lain dan semua pasti berasal dari kedisiplinan yang ia tanamkan pada diri sendiri bagaimanapun caranya.

         Mungkin benar karena pak Mario Teguh " Disebut Kuat Bukan Karena Otot " ya banyak orang mengatakan " musuh terbesar adalah mengalahkan diri sendiri " dan menurutku itu sangat benar, masih susah bagiku saat ini untukku menngalahkan ego dan membangun kedisiplinan pribadi bagi diriku sendiri, dan itu hanya aku yang merasakannya.

          Semoga dengan berjalannya waktu diriku semakin kuat dan lebih kuat lagi untuk mengalahkan ego dan kedisiplinan diriku sendiri agar bisa menjadi semakin kuat, ya kuat yang memungkinkan pada diriku saat ini mungkin itu, karena melihat badanku yang mempunyai berat 55 dengan tinggi 173 rasanya otot pun juga harus banyak olahraga, hehehee

Salaam kreatiiiff sampaai matii,