Tidak terasa waktu cepat berlalu dan kita sudah dihadapkan lagi dengan letupan kembang api, tiupan terompet, atau sekedar ucapan selamat tahun baru. Jadi mengapa kebanyakan orang juga termasuk diriku ini selalu memberikan perhatian lebih pada masa penghujung tahun? dan pendapatku karena sebagai ajang introspeksi diri akan kekurangan yang banyak kita lakukan selama satu tahun lalu.
Ya memang sejauh ini ketika aku memikirkan satu tahun yang telah aku lalui selalu saja diakhiri dengan banyaknya penyesalan, dan tanda tanya mengapa aku tidak melakukan hal ini, hal itu, dan sebagainya. Apa memang ini manusiawi ataukah memang masih buruknya kualitas hidupku aku tak tahu.
Ketika ditanyakan apakah bahagia itu, dan apakah telah kulalui dalam kurun waktu satu tahun ini, seakan pertanyaan semacam itu menjadi ambigu dan membingungkan untuk kujawa. Aku memang tidak menyukai sesuatu yang berlebihan, ketika itu pada saat bahagia pun aku berusaha tak meluapkan semuanya dan cenderung menahannya. Alasannya karena anggapanku sesuatu yang berlebihan akan lebih menyakitkan ketika berbalik keadaan pada saat itu.
Pada minggu-minggu ini aku akan dihadapkan dengan UAS, yang menjadi kekhawatiranku bukan karena soal yang akan diajukan, namun karena tugas-tugas yang diberikan itulah yang menjadi fokusku saat ini, melihat dari UTS kemarin yang banyaknya tugas diberikan kurasa kali ini akan tidak jauh berbeda.
Namun entah mengapa akhir-akhir ini semangatku sudah mulai berkurang, mungkin ini akan menjadi titik kejenuhanku pada semua aktifitas keseharian yang aku lalui. Sudah harus menjadi tugasku kali ini menemukan semangatku seperti dulu yang penuh motivasi, aku tidak pernah suka berada pada saat seperti sekarang.
Untuk engkau disana, akhir-akhir ini aku lebih mulai merasa dekat entah itu benar atau tidak namun semoga saja ini adalah suatu pertanda baik, dan semoga dapat menjadi alasanku untuk menjadi lebih baik dalam melakukan segala hal, kusadari memotivasi orang lain bisa jauh lebih mudah dari pada dilakukan untuk diri sendiri.
Minggu, 13 Desember 2015
Selasa, 01 Desember 2015
KUTEMUI DIRIMU
Akhir-akhir ini setiap hari kurasa lebih panjang dari sebelumnya, meski perputaran waktu memang selalu sama setiap harinya namun agaknya ini sedikit berbeda, aku memiliki teman berkirim kabar baru yang mungkin kurasa agak mulai sejalan denganku dan pastinya seorang wanita.
Dia bukanlah orang yang baru aku kenal, mungkin sekitar setengah tahun lalu aku bertemu dengannya di sebuah lembaga bimbingan belajar tempatku dulu untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi. Menurutku dia seorang yang baik meskipun kadang bersikap cuek namun itu wajar saja bagi seorang wanita.
Perawakannya tak terlalu tinggi namun dia sepertinya selalu menjaga tampilannya yang kulihat dari dandanan yang selalu serasi dari sepatu hingga jilbab yang ia kenakan, kulitnya putih pucat namun wajahnya tampak berseri terlihat natural dengan bibir yang merah merona, alis tipis memperjelas raut wajah sederhananya yang nyaman dipandang.
Aku masih ingat benar ketika pertama kali berkenalan dengannya, aku tak sengaja melihatnya ketika ia sedang menunggu jemputan pulang dari bimbel, dengan spontan kuhampiri dia dan langsung bertanya tentang jadwal pembelajaran esok, karena waktu itu aku baru mengikuti pembelajaran disana. Kami berinteraksi seadanya dan langsung ku akhiri dengan meminta nomor handphone nya dengan alasan untuk bertanya lebih lanjut tentang jadwal pembelajaran berikutnya.
Dari sana akhirnya kami berkomunikasi dengan baik, meski hanya sekedar menyanyakan kabar, dan kebiasaanku memang untuk sesekali menanyakan kabar teman-temanku yang telah lama tak berkomunikasi, dan dari permulaan itu kami semakin akrab hingga saat ini.
Untuk diketahui dia sekarang masuk di universitas swasta ternama di Semarang dengan mengambil jurusan Kesehatan Masyarakat, namun kabarnya dia ingin mencoba kembali tahun depan karena kutahu dia sangat ingin sekali masuk jurusan Kedokteran, aku sangat senang ketika mendengar kabar tersebut.
Tetapi entahlah hingga seperti apa masa yang akan datang tentang kami, namun saat ini aku masih menikmatinya sebagai sahabat baikku, meski suatu saat kita menemukan perbedaan yang sedikit menjadi duri namun aku berharap akan menjadi lebih baik kedepannya.
Dia bukanlah orang yang baru aku kenal, mungkin sekitar setengah tahun lalu aku bertemu dengannya di sebuah lembaga bimbingan belajar tempatku dulu untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi. Menurutku dia seorang yang baik meskipun kadang bersikap cuek namun itu wajar saja bagi seorang wanita.
Perawakannya tak terlalu tinggi namun dia sepertinya selalu menjaga tampilannya yang kulihat dari dandanan yang selalu serasi dari sepatu hingga jilbab yang ia kenakan, kulitnya putih pucat namun wajahnya tampak berseri terlihat natural dengan bibir yang merah merona, alis tipis memperjelas raut wajah sederhananya yang nyaman dipandang.
Aku masih ingat benar ketika pertama kali berkenalan dengannya, aku tak sengaja melihatnya ketika ia sedang menunggu jemputan pulang dari bimbel, dengan spontan kuhampiri dia dan langsung bertanya tentang jadwal pembelajaran esok, karena waktu itu aku baru mengikuti pembelajaran disana. Kami berinteraksi seadanya dan langsung ku akhiri dengan meminta nomor handphone nya dengan alasan untuk bertanya lebih lanjut tentang jadwal pembelajaran berikutnya.
Dari sana akhirnya kami berkomunikasi dengan baik, meski hanya sekedar menyanyakan kabar, dan kebiasaanku memang untuk sesekali menanyakan kabar teman-temanku yang telah lama tak berkomunikasi, dan dari permulaan itu kami semakin akrab hingga saat ini.
Untuk diketahui dia sekarang masuk di universitas swasta ternama di Semarang dengan mengambil jurusan Kesehatan Masyarakat, namun kabarnya dia ingin mencoba kembali tahun depan karena kutahu dia sangat ingin sekali masuk jurusan Kedokteran, aku sangat senang ketika mendengar kabar tersebut.
Tetapi entahlah hingga seperti apa masa yang akan datang tentang kami, namun saat ini aku masih menikmatinya sebagai sahabat baikku, meski suatu saat kita menemukan perbedaan yang sedikit menjadi duri namun aku berharap akan menjadi lebih baik kedepannya.
Jumat, 27 November 2015
Sabtu, 14 November 2015
MEMUTAR KESEHARIAN
Akhir-akhir ini kegiatan keseharianku seperti tidak produktif saja, aku memang tetap masih disibukkan dengan tugas kuliah yang tak jarang kuanggap remeh namun merepotkan jika bertumpuk banyak bersamaan pula, namun aku tetap menganggap diriku tidak produktif.
Seperti harapanku dulu yang ingin menghabiskan minimal satu buku dalam sebulan, kali ini untuk membaca satu bab tulisan dalam seminggu pun kurasa masih sangat berat, apalagi ditambah dengan rasa letih sehabis kuliah yang rata - rata berakhir pukul empat sore dan sampai dirumah kira - kira pukul lima sore membuat waktuku seakan habis untuk tidur saja.
Entah mengapa aku kesulitan untuk mengatur waktuku sendiri, kadang pada saat libur seperti saat ini tidak jarang aku tak menghasilkan sesuatu apapun seakan balas dendam akan waktu istirahat yang saangat kurang kurasakan. Namun tak jarang hari berikutnya aku merasa sangat menyesal dengan kelakuanku sendiri yang tak produktif
Belum lagi masalah soal finansial yang kadang kurasakan yang hanya hidup untuk satu minggu saja, cukup untuk membeli bensin seminggu dan makan sekali setiap minggunya. Yah kadang aku merasa sangat berat untuk menjalaninya namun dibanding dengan orang yang masih sangat banyak yang tidak seberuntung diriku dapat menjadi pemicu untuk lebih tegas menjalani kehidupanku.
Bersangkutan dengan finansial, harapan dan cita-citaku sedari dulu adalah ingin mempunyai sebuah usaha yang mandiri, tidak sedikit ide dan inspirasi usaha yang terlintas dibenakku namun seakan hanya seperti angin lalu aku selalu memperbanyak pertimbangan yang hasil akhirnya hanyalah wacana semata. Namun aku sangat ingin sekali berwirasusaha pada waktu ini dan semoga ada jalan yang diberikan Tuhan secepatnya.
Untuk diketahui aku telah berhasil sedikit menapakkan kakiku pada satu impianku untuk membangun dan mengembangkan sebuah studio kreatif, mungkin masih sangat awal namun setidaknya aku bersama kedua teman sekelasku akan berusaha menjaga dan mengembangkan studio buah pemikiran kita bersama, dan semoga kedepannya Tim kita akan selalu kompak dan berkerja keras untuk mewujudkan cita-cita bersama kita.
Adalah sebuah Art Graphic Studio yang kami dirikan dengan tujuan awal untuk mengarungi dunia penciptaan Game namun tidak menutup kemungkinan untuk mengerjakan Artwork diluar Game seperti brand company, Logo, Mural, etc. Kami akan selalu berusaha untuk mengerjakan semua pekerjaan dengan serius dan memuaskan pelanggan.
Dengan sangat bangga aku mengenalkan nama Art Studio kami yang akan menjadi identitas kami bersama. T I M E L A B adalah nama yang akan menyatukan kami.
semoga aku dapat menjelaskan lebih banyak tentang Art Studio kami yang baru di tulisanku yang akan datang. Semangaaatt !
Seperti harapanku dulu yang ingin menghabiskan minimal satu buku dalam sebulan, kali ini untuk membaca satu bab tulisan dalam seminggu pun kurasa masih sangat berat, apalagi ditambah dengan rasa letih sehabis kuliah yang rata - rata berakhir pukul empat sore dan sampai dirumah kira - kira pukul lima sore membuat waktuku seakan habis untuk tidur saja.
Entah mengapa aku kesulitan untuk mengatur waktuku sendiri, kadang pada saat libur seperti saat ini tidak jarang aku tak menghasilkan sesuatu apapun seakan balas dendam akan waktu istirahat yang saangat kurang kurasakan. Namun tak jarang hari berikutnya aku merasa sangat menyesal dengan kelakuanku sendiri yang tak produktif
Belum lagi masalah soal finansial yang kadang kurasakan yang hanya hidup untuk satu minggu saja, cukup untuk membeli bensin seminggu dan makan sekali setiap minggunya. Yah kadang aku merasa sangat berat untuk menjalaninya namun dibanding dengan orang yang masih sangat banyak yang tidak seberuntung diriku dapat menjadi pemicu untuk lebih tegas menjalani kehidupanku.
Bersangkutan dengan finansial, harapan dan cita-citaku sedari dulu adalah ingin mempunyai sebuah usaha yang mandiri, tidak sedikit ide dan inspirasi usaha yang terlintas dibenakku namun seakan hanya seperti angin lalu aku selalu memperbanyak pertimbangan yang hasil akhirnya hanyalah wacana semata. Namun aku sangat ingin sekali berwirasusaha pada waktu ini dan semoga ada jalan yang diberikan Tuhan secepatnya.
Untuk diketahui aku telah berhasil sedikit menapakkan kakiku pada satu impianku untuk membangun dan mengembangkan sebuah studio kreatif, mungkin masih sangat awal namun setidaknya aku bersama kedua teman sekelasku akan berusaha menjaga dan mengembangkan studio buah pemikiran kita bersama, dan semoga kedepannya Tim kita akan selalu kompak dan berkerja keras untuk mewujudkan cita-cita bersama kita.
Adalah sebuah Art Graphic Studio yang kami dirikan dengan tujuan awal untuk mengarungi dunia penciptaan Game namun tidak menutup kemungkinan untuk mengerjakan Artwork diluar Game seperti brand company, Logo, Mural, etc. Kami akan selalu berusaha untuk mengerjakan semua pekerjaan dengan serius dan memuaskan pelanggan.
Dengan sangat bangga aku mengenalkan nama Art Studio kami yang akan menjadi identitas kami bersama. T I M E L A B adalah nama yang akan menyatukan kami.
semoga aku dapat menjelaskan lebih banyak tentang Art Studio kami yang baru di tulisanku yang akan datang. Semangaaatt !
Selasa, 27 Oktober 2015
LOSTAMASTA
( design / illustration by imsat )
Beberapa minggu ini terhitung semenjak aku berada di perguruan tinggi baru, waktu yang ku lalui hari demi hari terasa begitu cepat dan mendebarkan. Memang ini suatu keadaan dan lingkungan yang baru bagiku yang secepat mungkin aku harus beradaptasi untuk menyesuaikan waktu, tenaga, dan istirahatku sendiri.
Barangkali bukan alasan yang tepat jika aku harus mengeluh setiap harinya hanya karena tugas yang bertubi-tubi menderaku padahal aku tidak sendiri, setidaknya ada sekitar empat puluh anak yang merasakan tugas yang sama denganku dan lebih dari seratus lima puluh anak yang merasakan tekanan yang sama denganku hanya dalam lingkup satu angkatan dalam perguruan tinggi di tempatku berada sekarang.
Aku masih beruntung karena tidak banyak tugas yang telah aku kerjakan di kembalikan, namun ada teman sekelasku yang semua tugas yang telah berjumlah empat seluruhnya mengulang dan itupun masih ditambah tugas yang baru, prihatin memang namun kebijakan dari setiap dosen adalah berbeda.
Mengenai dosen yang sering memulangkan hasil tugas para mahasiswanya menurutku itu bukanlah sesuatu hal yang buruk, namun menambah tugas dengan terus-menerus tanpa memperhatikan beban tugas yang lain justru akan membuat hasil tugas yang dikerjakan para mahasiswa menjadi tidak maksimal dan cenderung asal selesai saja.
Namun dibalik itu semua pasti ada nilai tersirat yang dimaksudkan oleh para pembimbing tersebut untuk menaikkan kelas dan psikologis para mahasiswanya dan aku percaya itu, Namun kadang kita sebagai mahasiswa terlalu disibukkan dengan memikirkan tugas yang diberikan tanpa memikirkan hikmah dari tugas yang diberikan tersebut, dengan alasan memang terlalu banyak tekanan yang dianggap buruk bagi tugas tersebut.
Yasudah lah karena ini memang baru awal dari perjuangan kami untuk menemukan kunci untuk perjalanan kehidupan yang akan datang dan pasti akan kami lalui, seketika teringat salah satu pernyataan dari dosen yang dianggap hobi memberikan tugas, dia pernah berkata " LOSTAMASTA " yang diartikan biarkan " hidup menjadi lebih hidup ". kami memang harus menghidupkan perasaan lelah kami dan berjuang hingga akhir untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan itu berarti menghidupkan kembali rasa suka-cita kami agar dijalani dengan senang dengan lebih hidup. LOSTAMASTA.
Beberapa minggu ini terhitung semenjak aku berada di perguruan tinggi baru, waktu yang ku lalui hari demi hari terasa begitu cepat dan mendebarkan. Memang ini suatu keadaan dan lingkungan yang baru bagiku yang secepat mungkin aku harus beradaptasi untuk menyesuaikan waktu, tenaga, dan istirahatku sendiri.
Barangkali bukan alasan yang tepat jika aku harus mengeluh setiap harinya hanya karena tugas yang bertubi-tubi menderaku padahal aku tidak sendiri, setidaknya ada sekitar empat puluh anak yang merasakan tugas yang sama denganku dan lebih dari seratus lima puluh anak yang merasakan tekanan yang sama denganku hanya dalam lingkup satu angkatan dalam perguruan tinggi di tempatku berada sekarang.
Aku masih beruntung karena tidak banyak tugas yang telah aku kerjakan di kembalikan, namun ada teman sekelasku yang semua tugas yang telah berjumlah empat seluruhnya mengulang dan itupun masih ditambah tugas yang baru, prihatin memang namun kebijakan dari setiap dosen adalah berbeda.
Mengenai dosen yang sering memulangkan hasil tugas para mahasiswanya menurutku itu bukanlah sesuatu hal yang buruk, namun menambah tugas dengan terus-menerus tanpa memperhatikan beban tugas yang lain justru akan membuat hasil tugas yang dikerjakan para mahasiswa menjadi tidak maksimal dan cenderung asal selesai saja.
Namun dibalik itu semua pasti ada nilai tersirat yang dimaksudkan oleh para pembimbing tersebut untuk menaikkan kelas dan psikologis para mahasiswanya dan aku percaya itu, Namun kadang kita sebagai mahasiswa terlalu disibukkan dengan memikirkan tugas yang diberikan tanpa memikirkan hikmah dari tugas yang diberikan tersebut, dengan alasan memang terlalu banyak tekanan yang dianggap buruk bagi tugas tersebut.
Yasudah lah karena ini memang baru awal dari perjuangan kami untuk menemukan kunci untuk perjalanan kehidupan yang akan datang dan pasti akan kami lalui, seketika teringat salah satu pernyataan dari dosen yang dianggap hobi memberikan tugas, dia pernah berkata " LOSTAMASTA " yang diartikan biarkan " hidup menjadi lebih hidup ". kami memang harus menghidupkan perasaan lelah kami dan berjuang hingga akhir untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan itu berarti menghidupkan kembali rasa suka-cita kami agar dijalani dengan senang dengan lebih hidup. LOSTAMASTA.
Minggu, 27 September 2015
'' keyakinan ''
( illustrasi / desain by imsat )
Terlelap ku dalam gelombang imajiner yang menghanyutkan, terseret gelombang yang begitu deras, keras, dan menyesakkan, ini bukan diriku !
Salah satu yang sangat kuperjuangkan adalah memulai sebuah tindakan dan konsisten dalam hal apapun itu meski kecil, namun nyatanya konsisten itu sangat mahal konsekuensinya. Anehnya aku sadar yang aku lakukan dalam benar ataupun salah, namun seakan menikmati arus sangat sulit untuk melawannya.
Aku ingin tetap yakin dan percaya bahwa diriku dapat selalu konsisten dalam hal apapun itu, jika dirimu sahabatku bantulah aku untuk mengingat kebaikan bersama.
Minggu, 13 September 2015
Cahaya
Cahaya ...
Bukan engkau yang menentukan malam
Tidak pula yang memeras hujan
Entah pula elegi esok yang mendera
Namun terlalu bisa untuk mempengaruhi diri berimaji
Aku tak mengharapkanmu !
Aku dapat berdiri diatas satu kaki
Walaupun sehela aku terjatuh
Namun itu kucukupkan tuk' berdiri kembali
Mengabaikanmu ...
Entahlah sampai kapan,
Bukan waktu yang menentukan, namun hati
Aku selalu dalam jalanku, begitu juga kau
Dan saat jalan kita saling beriringan
Kupastikan tak kan meninggalkanmu.
(imsat)
Bukan engkau yang menentukan malam
Tidak pula yang memeras hujan
Entah pula elegi esok yang mendera
Namun terlalu bisa untuk mempengaruhi diri berimaji
Aku tak mengharapkanmu !
Aku dapat berdiri diatas satu kaki
Walaupun sehela aku terjatuh
Namun itu kucukupkan tuk' berdiri kembali
Mengabaikanmu ...
Entahlah sampai kapan,
Bukan waktu yang menentukan, namun hati
Aku selalu dalam jalanku, begitu juga kau
Dan saat jalan kita saling beriringan
Kupastikan tak kan meninggalkanmu.
(imsat)
Reborn
( desain & illustrasi by imsat )
Tidaklah mengenakan bagi kita yang pernah mengalami rasanya tenggelam, semua takut, menyesal, sedih, panik hingga kebingungan yang akan dialami menjadi suatu proses hidup yang berkesan. Namun ketika kita bangkit dan memupuk ulang semangat untuk "hidup kembali" itulah yang menjadi makna sesungguhnya. Kita ditakdirkan untuk jatuh namun menentukan saat kita bangkit untuk kembali berproses menjadi lebih baik, Reborn (imsat)
Tidaklah mengenakan bagi kita yang pernah mengalami rasanya tenggelam, semua takut, menyesal, sedih, panik hingga kebingungan yang akan dialami menjadi suatu proses hidup yang berkesan. Namun ketika kita bangkit dan memupuk ulang semangat untuk "hidup kembali" itulah yang menjadi makna sesungguhnya. Kita ditakdirkan untuk jatuh namun menentukan saat kita bangkit untuk kembali berproses menjadi lebih baik, Reborn (imsat)
Selasa, 08 September 2015
"Rak Jelas"
( desain/illustrasi by imsat )
Bagi ku yang memikirkan sebuah hasil karya, karena dalam sebuah ke tidak pastian itu terdapat suatu kepastian yang secara tidak sadar sudah menjadi pilihan, dan begitu juga dalam menciptakan sebuah karya.
Bagi ku yang memikirkan sebuah hasil karya, karena dalam sebuah ke tidak pastian itu terdapat suatu kepastian yang secara tidak sadar sudah menjadi pilihan, dan begitu juga dalam menciptakan sebuah karya.
Senin, 07 September 2015
Publik Penanggap Seni
Mengapa ketika sebuah komunitas atau perorangan yang bergerak dibidang
seni/kesenian bersemangat mengadakan acara gelar karya / pameran yang dirasa
berkualitas bagi para penanggap seni namun faktanya sangat sedikit masyarakat
yang tertarik mengunjungi acara tersebut? Mungkin bukan sekedar faktor siapa
dan bagaimana kualitas karya yang ditampilkan, namun masih banyak alasan yang
harus dijabarkan.
Salah satu sudut pandang yang menarik pembicaraan adalah ketika pada siapa karya seni itu ditujukan dan bagaimana keadaan subjek yang menjadi tujuan penikmat seni tersebut apakah mendapat pengetahuan yang layak dan memadahi sesuai kesenian / karya seni yang di suguhkan pada subjek tersebut ( dalam hal ini masyarakat umum ).
Didalam buku yang sedang saya baca Filsafat Seni oleh Jakob Sumardjo, salah satu syarat karya seni dapat disebut karya seni jika terjadi "Trilogi komunikasi" yang "baik dan benar" antara seniman sebagai subjek pencipta seni, karya seni, dan penerima seni sebagai subjek penerima ( dalam hal ini masyarakat umum ).
Menurutku dari salah satu syarat karya seni bisa disebutnya karya seni tersebut dapat mewakili jawaban mengapa masih kurangnya apresiasi dan atensi masyarakat terhadap kesenian/karya seni sendiri karena memang semua harus saling berkaitan baik antara pencipta, barang kesenian, dan penanggap seni.
Jadi bukan lagi salah satu masalah siapa dan bagaimana yang mengadakan gelaran karya seni tersebut ketika sepinya pengunjung yang menikmati acara gelaran karya seni, tetapi seberapa masyarakat tahu dan tertarik akan karya seni itulah yang memengaruhi jumlah atensi disebuah acara gelaran karya seni.
Karena bagiku sudah terlalu jauh jarak antara masyarakat yang mengerti nilai akan karya seni dengan seniman yang menciptakan karya seni tersebut, bagaimana bisa jika para seniman terus belajar dan meningkatkan ciptaan karya seni mereka dengan sangat baik, namun masyarakat yang notabene sebagai penanggap karya seni secara umum tidak tahu-menahu dan cenderung kurang simpatik pada karya seni dapat saling berhubungan seperti salah satu syarat disebutnya karya seni yaitu "Trilogi komunikasi".
Sebagai contoh bukanah hal yang tabu ketika semasa kecil kita lebih dianggap pintar jika menguasai pelajaran matematis/sains, dan pelajaran seni dikesampingkan begitu saja, ini dibuktikan dengan sampai saat ini porsi waktu belajar mata pelajaran keduanya sangat menunjukkan perbedaan yang bahkan dua atau tiga kali lebih banyak.
Begitu juga dimasyarakat sekarang pada umumnya, pengetahuan kesenian/karya seni dianggap tidak lebih berguna dari informasi terbaru politik jaman sekarang, padahal sebuah kebudayaan terbentuk dari karya seni yang secara berturut-turut dilakukan masyarakat secara bersama-sama yang membentuk kebiasaan dan menjadi budaya bagi masyarakat tersebut.
Jika begitu sedikit kenyataan yang ada, tidaklah mengherankan jika "Trilogi komunikasi" sebagai syarat dapat disebutnya sebuah karya seni tidak terpenuhi dengan baik dan benar, maka tidak mengherankan bahwa setiap gelaran karya seni yang ada akan terasa hambar dan anti klimaks bagi para seniman yang merasakannya.
Akhirnya dengan catatan ini kita tahu bahwa memang ada yang salah dari kegiatan gelaran karya seni yang telah banyak dilakukan para seniman ini, bahwa mengedukasi para penanggap seni dalam hal ini masyarakat adalah sangat penting, sebagai seniman yang baik tugas besarnya adalah banyak mengedukasi para penanggap seni untuk membagikan nilai-nilai karya seni yang baik dengan cara-cara kreatif agar dapat diterima pada semua kalangan masyarakat.
Karena sebanyak, setinggi, dan sebagus apapun nila yang ingin disampaikan pada karya seni yang diciptakan oleh para seniman, jika masyarakat masih awam terhadap nilai seni maka akan banyak mereduksi nilai yang ada dalam karya tersebut dan mungkin hanya sebagian para penanggap seni saja yang akan dapat menikmati karya seni tersebut secara utuh. ( imsat )
Salah satu sudut pandang yang menarik pembicaraan adalah ketika pada siapa karya seni itu ditujukan dan bagaimana keadaan subjek yang menjadi tujuan penikmat seni tersebut apakah mendapat pengetahuan yang layak dan memadahi sesuai kesenian / karya seni yang di suguhkan pada subjek tersebut ( dalam hal ini masyarakat umum ).
Didalam buku yang sedang saya baca Filsafat Seni oleh Jakob Sumardjo, salah satu syarat karya seni dapat disebut karya seni jika terjadi "Trilogi komunikasi" yang "baik dan benar" antara seniman sebagai subjek pencipta seni, karya seni, dan penerima seni sebagai subjek penerima ( dalam hal ini masyarakat umum ).
Menurutku dari salah satu syarat karya seni bisa disebutnya karya seni tersebut dapat mewakili jawaban mengapa masih kurangnya apresiasi dan atensi masyarakat terhadap kesenian/karya seni sendiri karena memang semua harus saling berkaitan baik antara pencipta, barang kesenian, dan penanggap seni.
Jadi bukan lagi salah satu masalah siapa dan bagaimana yang mengadakan gelaran karya seni tersebut ketika sepinya pengunjung yang menikmati acara gelaran karya seni, tetapi seberapa masyarakat tahu dan tertarik akan karya seni itulah yang memengaruhi jumlah atensi disebuah acara gelaran karya seni.
Karena bagiku sudah terlalu jauh jarak antara masyarakat yang mengerti nilai akan karya seni dengan seniman yang menciptakan karya seni tersebut, bagaimana bisa jika para seniman terus belajar dan meningkatkan ciptaan karya seni mereka dengan sangat baik, namun masyarakat yang notabene sebagai penanggap karya seni secara umum tidak tahu-menahu dan cenderung kurang simpatik pada karya seni dapat saling berhubungan seperti salah satu syarat disebutnya karya seni yaitu "Trilogi komunikasi".
Sebagai contoh bukanah hal yang tabu ketika semasa kecil kita lebih dianggap pintar jika menguasai pelajaran matematis/sains, dan pelajaran seni dikesampingkan begitu saja, ini dibuktikan dengan sampai saat ini porsi waktu belajar mata pelajaran keduanya sangat menunjukkan perbedaan yang bahkan dua atau tiga kali lebih banyak.
Begitu juga dimasyarakat sekarang pada umumnya, pengetahuan kesenian/karya seni dianggap tidak lebih berguna dari informasi terbaru politik jaman sekarang, padahal sebuah kebudayaan terbentuk dari karya seni yang secara berturut-turut dilakukan masyarakat secara bersama-sama yang membentuk kebiasaan dan menjadi budaya bagi masyarakat tersebut.
Jika begitu sedikit kenyataan yang ada, tidaklah mengherankan jika "Trilogi komunikasi" sebagai syarat dapat disebutnya sebuah karya seni tidak terpenuhi dengan baik dan benar, maka tidak mengherankan bahwa setiap gelaran karya seni yang ada akan terasa hambar dan anti klimaks bagi para seniman yang merasakannya.
Akhirnya dengan catatan ini kita tahu bahwa memang ada yang salah dari kegiatan gelaran karya seni yang telah banyak dilakukan para seniman ini, bahwa mengedukasi para penanggap seni dalam hal ini masyarakat adalah sangat penting, sebagai seniman yang baik tugas besarnya adalah banyak mengedukasi para penanggap seni untuk membagikan nilai-nilai karya seni yang baik dengan cara-cara kreatif agar dapat diterima pada semua kalangan masyarakat.
Karena sebanyak, setinggi, dan sebagus apapun nila yang ingin disampaikan pada karya seni yang diciptakan oleh para seniman, jika masyarakat masih awam terhadap nilai seni maka akan banyak mereduksi nilai yang ada dalam karya tersebut dan mungkin hanya sebagian para penanggap seni saja yang akan dapat menikmati karya seni tersebut secara utuh. ( imsat )
Jumat, 28 Agustus 2015
Tulislah
Jika saat ini banyak orang membicarakan narkotika, jika sekarang ini bangsa kita mendapat julukan baby smoker dunia, jika pula masih banyak penggusuran, pembunuhan, korupsi, prostitusi, bahkan eksploitasi dan lain sebagainya di dalam masyarakat bangsa kita, lalu seberapa besarkan yang membicarakan kesenian dan kebersamaan?
Berbicara seni seperti anak tiri yang dibicarakan ibu angkatnya, seperti menangkap asap dll. "baik diucap lenyap sekejap". Sudahlah alihkan saja pembahasan ini karena bukan saat yang tepat membicarakannya, karena saat ini aku hanya ingin menulis!
Siapa bilang menulis itu mudah? tidak sama sekali jika tidak langsung memulainnya !
untuk menggerakan jari-jemariku diatas keyboard ini aku sudah memikirkannya sejak subuh, dan ini sudah menunjukkan pukul 10.42 aku baru memulainnya, susah bukan hanya untuk tulisan sekelas ini!
Aku punya satu buku yang belum habis ku baca tentang " kekuatan menulis ", disana dibahas tentang tips & trik menulis, dan semua bab yang sudah aku bahas sebagian besar hanya menganjurkan untuk segeralah menulis. dan saat ini pun aku mempraktekannya, aku hanya ingin menulis dan tulislah.
Tapi saat ini setelah aku pikirkan kembali tentang tips menulis yang aku baca dibuku tersebut ternyata ada benarnya juga, kita tidak akan dapat menulis jika hanya memikirkannya saja, kita harus menulis sambil berfikir, dan tanpa sadar kita telah menulis sebuah tulisan.
Aku sangat terlalu banyak memikirkan sesuatu tanpa sadar waktuku habis hanya untuk berfikir, sedangkan menulis dituntut untuk lebih dulu bertindak lalu berfikir dalam artian kita harus memulai menulis dahulu kemudian baru diselangi dengan berfikir secara bersamaan, dan hal itu menjadi sangat baru bagi caraku bertindak dan memulai sesuatu, namun ternyata sangat efektif.
Begitu juga dengan memulai bidang kesenian yang lain, ternyata kita dituntut untuk bertindak dahulu baru diselangi berfikir untuk menemukan sesuatu yang baru dalam artian menggali kreatifitas, ya mungkin benar untuk memunculkan kreatifitas kita juga harus perlu rangsangan yang baik juga kan, dan langkah awal untuk merangsang kreatifitas adalah melakukan langkah awal untuk memulai kegiatan tersebut,
Sekarang aku jadi tersadar akan perjuangan disiplin yang sangat kuat yang telah diterapkan orang-orang yang telah sukses menekuni dunia kreatifitas baik itu seni visual, sastra, musik, ataupun yang lainnya, mereka melakukan langkah awal yang sangat hebat setiap harinya dengan dipupuk komitmen dengan disiplin diri yang sangat tinggi untuk menyelesaikan karya kreatif mereka dari awal.
Mungkin pelajaran yang dapat aku petik dalam tulisanku kali ini adalah setiap orang besar pasti memiliki disiplin diri tinggi yang telah diterapkan pada dirinya, dan dipupuk dengan komitmen yang selalu menguatkannya untuk menyelesaikan karyanya dengan sebaik mungkin. Dan hal ini dapat menjadi pembelajaran baik terhadap diriku sendiri dan mungkin orang yang telah membaca tulisan kecilku ini. Terimakasih atas atensi yang telah diberikan. :)
Menjadi Berani
( illustrasi/desain by imsat )
Seiring berjalannya waktu, perubahan zaman modern terasa begitu cepatnya jika kita hanya menjadi penonton yang monoton, penikmat yang tak terpenjat dari silih bergantinya budaya luar yang terus keluar masuk seenaknya saja di bangsa yang sangat menjunjung tinggi budaya dan adat-istiadat dahulu kala.
Sudah menjadi rahasia umum sekarang ini bahwa banyak pribadi-pribadi baru yang mencuat atas dasar ingin menjadi terus eksis di tengah masyarakat yang homogen, apapun mereka lakukan untuk menjadi pembeda dan ingin menjadi yang pertama demi terus mengeksiskan diri agar terus berada diatas.
Pertanyaanya apa yang harus kita lakukan ..? mengikuti arus dan tenggelam atau Menjadi Berani bertahan bahkan melawan atas budaya dan ideologi baru yang terus silih berganti menghantam bangsa ini. entahlah semua orang punya alasan tersendiri untuk terus bertahan, dan alasan yang tidak disepakati akan terus menjadi perdebatan diantara kita semua.
Namun bagiku, Menjadi Berani untuk terang-terangan melawan bukanlah cara yang terbaik untuk mempertahankan budaya bangsa yang kaya ini, Menjadi Berani dengan mengikuti trend sosial dan merubah halauan tersebut, merevolusi dan mengganti nilai tersebut dengan nilai-nilai bangsa ibu pertiwi ini adalah solusi yang terbaik.
Karena bukanlah yang kuat menantang yang akan menang, namun yang terus eksis ada dan yang dihargailah kekuatan sesungguhnya yang akan menang. Saat ini banyak para budayawan berteriak kekayaan budaya bangsa secara langsung dengan gaya egois. yang dibutuhkan generasi sekarang adalah berteriak budaya dengan informatif dan kreatif melalui gaya pada jaman sekarang. karena orang yang mengabaikan zaman yang ia tempati sama saja tak menghargai waktu sekarang, bagaimanapun alasannya menjadi benar. (imsat)
Seiring berjalannya waktu, perubahan zaman modern terasa begitu cepatnya jika kita hanya menjadi penonton yang monoton, penikmat yang tak terpenjat dari silih bergantinya budaya luar yang terus keluar masuk seenaknya saja di bangsa yang sangat menjunjung tinggi budaya dan adat-istiadat dahulu kala.
Sudah menjadi rahasia umum sekarang ini bahwa banyak pribadi-pribadi baru yang mencuat atas dasar ingin menjadi terus eksis di tengah masyarakat yang homogen, apapun mereka lakukan untuk menjadi pembeda dan ingin menjadi yang pertama demi terus mengeksiskan diri agar terus berada diatas.
Pertanyaanya apa yang harus kita lakukan ..? mengikuti arus dan tenggelam atau Menjadi Berani bertahan bahkan melawan atas budaya dan ideologi baru yang terus silih berganti menghantam bangsa ini. entahlah semua orang punya alasan tersendiri untuk terus bertahan, dan alasan yang tidak disepakati akan terus menjadi perdebatan diantara kita semua.
Namun bagiku, Menjadi Berani untuk terang-terangan melawan bukanlah cara yang terbaik untuk mempertahankan budaya bangsa yang kaya ini, Menjadi Berani dengan mengikuti trend sosial dan merubah halauan tersebut, merevolusi dan mengganti nilai tersebut dengan nilai-nilai bangsa ibu pertiwi ini adalah solusi yang terbaik.
Karena bukanlah yang kuat menantang yang akan menang, namun yang terus eksis ada dan yang dihargailah kekuatan sesungguhnya yang akan menang. Saat ini banyak para budayawan berteriak kekayaan budaya bangsa secara langsung dengan gaya egois. yang dibutuhkan generasi sekarang adalah berteriak budaya dengan informatif dan kreatif melalui gaya pada jaman sekarang. karena orang yang mengabaikan zaman yang ia tempati sama saja tak menghargai waktu sekarang, bagaimanapun alasannya menjadi benar. (imsat)
Kamis, 27 Agustus 2015
Sayap Baru Optimis !
( illustrasi dan desain by imsat )
Lama memang seusai diriku berjibaku dengan waktu dan sedikit bau akademis yang setiap waktu aku usahakan untuk meraihnya, namun hilang.
Ya, sewaktu lalu aku terlalu berambisi untuk masuk kedalam perguruan tinggi negeri idola setiap anak bangsa ini, entah itu di Jogjakarta, Bandung, bahkan di kotaku sendiri Semarang, namun aku telah gagal dalam perebutan kursi panas tersebut, terpental mental dan harapan indah lalu. dan sekarang menatap kedepan menjalani proses studi di perguruan tinggi negeri di kotaku Semarang.
Aku bersyukur masih ada sisa bangku kosong di perguruan tinggi negeri di kotaku yang masih memperbolehkanku bergabung belajar bersamanya. Masih banyak anak bangsa yang bertalenta luar biasa harus tersingkir dari kerasnya persaingan duduk dikursi akademis di perguruan tinggi negeri. entahlah memang itu nasib mereka atau salah para pemimpin kita.
Namun sekarang aku akan berdiri membawa jiwa yang optimis untuk terus berkarya dan melahirkan prestasi yang lebih dari luar biasa, aku yakin sangat bisa melakukan itu dan tugasku hanyalah konsisten dalam menjaga api kecil semangatku ini.
Harapanku dengan munculnya karya ini menjadi tanda baru akan kehidupanku diluar sana yang semakin keras dan semangat baru dalam menjalani semua perjalanan yang akan datang. ini adalah sebuah titik balik kegagalanku masa lalu, aku sudah dapat mengepakkan sayapku yang terluka.
Terimakasih kepada setiap orang yang menjadi perawat bulu-bulu kecilku yang rapuh, sekarang sayap ini mulai dapat dikepakkan kembali untuk menjadi guna.
Lama memang seusai diriku berjibaku dengan waktu dan sedikit bau akademis yang setiap waktu aku usahakan untuk meraihnya, namun hilang.
Ya, sewaktu lalu aku terlalu berambisi untuk masuk kedalam perguruan tinggi negeri idola setiap anak bangsa ini, entah itu di Jogjakarta, Bandung, bahkan di kotaku sendiri Semarang, namun aku telah gagal dalam perebutan kursi panas tersebut, terpental mental dan harapan indah lalu. dan sekarang menatap kedepan menjalani proses studi di perguruan tinggi negeri di kotaku Semarang.
Aku bersyukur masih ada sisa bangku kosong di perguruan tinggi negeri di kotaku yang masih memperbolehkanku bergabung belajar bersamanya. Masih banyak anak bangsa yang bertalenta luar biasa harus tersingkir dari kerasnya persaingan duduk dikursi akademis di perguruan tinggi negeri. entahlah memang itu nasib mereka atau salah para pemimpin kita.
Namun sekarang aku akan berdiri membawa jiwa yang optimis untuk terus berkarya dan melahirkan prestasi yang lebih dari luar biasa, aku yakin sangat bisa melakukan itu dan tugasku hanyalah konsisten dalam menjaga api kecil semangatku ini.
Harapanku dengan munculnya karya ini menjadi tanda baru akan kehidupanku diluar sana yang semakin keras dan semangat baru dalam menjalani semua perjalanan yang akan datang. ini adalah sebuah titik balik kegagalanku masa lalu, aku sudah dapat mengepakkan sayapku yang terluka.
Terimakasih kepada setiap orang yang menjadi perawat bulu-bulu kecilku yang rapuh, sekarang sayap ini mulai dapat dikepakkan kembali untuk menjadi guna.
Sabtu, 04 April 2015
Children Pearl Heart
Pagi tadi sekitar pukul enam tiga puluh menit aku mengeluarkan sepeda motor dari garasi dan langsung memanaskan mesinnya untuk kupakai pergi ke minimarket dekat rumah yang berjarak mungkin sekitar lima ratus meter dari rumah, ya tepatnya di seberang jalan raya yang jika pagi sering untuk lalu lalang anak sekolah.
Cukup jarang diriku menyempatkan keluar dipagi hari untuk sekedar menikmati sibuknya kegiatan yang saat itu anak sekolah sangat antusias dan semangat untuk menyambut hari sabtu, ya karena tidak dipungkiri hari sabtu pastilah banyak anak sekolah yang menantikannya, selain pelajaran dikelas biasanya hanya pelajaran yang ringan dan waktunya yang singkat karena esoknya juga minggu.
Saat dipererjalanan menuju mini market aku cukup sering melewati dan melihat anak SD yang bergerombol dengan senang hati bercanda sambil menuju sekolah mereka, ya karena jalan yang aku lewati mengarah pada salah satu Sekolah Dasar yang letaknya mungkin 100 meter saja dari rumahku. Melihat ekspresi mereka tertawa tersenyum bahkan ada yang masih jutek dengan teman atau entah siapa namun sangat membuatku terhibur dan mungkin menyejukkan hati.
Aku sangat suka dengan tingkah laku anak kecil, mereka seakan menjalani hidup mengalir dengan optimis begitu saja dan seakan biarkan hari esok Tuhan yang menentukan namun akulah yang menjalaninya, mereka sangat pintar menyembunyikan rasa cemas namun mampu memberi keperercayaan yang lebih ketika mereka memang benar takut.
Pastilah dari kita mengalami proses yang seperti itu, namun tentunya kita harus meninggalkan proses tersebut dan menyesuaikan dengan waktu dan keadaan. Maka dari itu bagiku anak-anak adalah sebuah proses yang amat sangat berharga, semua kepribadian kita terbentuk dari saat kita masih anak-anak dan itu tertanam dalam diri kita selama kita tidak merubahnya.
Keadaan yang sedikit berbeda aku jumpai ketika menemukan segerombolan anak SMA yang mungkin terlihat sangat dengan dirinya, ya karena di depan mini market tersebut memang biasa dipakai untuk menunggu beberapa angkutan umum untuk mengantar mereka ke sekolah masing-masing setiap pagi, juga disediakan beberapa meja kursi dan koneksi wifi di area mini market tersebut untuk sekedar memanjakan para pelanggan mini market tersebut.
Ada yang sibuk meminkan gadget mereka , membenahi rambut yang mulai berantakan, memegang erat tas cangking branded di pelukan, atau sekedar ngobrol sekenanya yang mungkin untuk memecah keadaan yang agak terlihat ramai. oiya memang daerah tersebut jalan utama untuk menuju sedikitnya 4 SMA dan 3 SMP yang sebagian menjadi favorit, maka tidak heran jika jalan tersebut setiap pagi selalu ramai dengan anak sekolah.
Hal berbeda yang aku temui ketika melihat kebanyakan dari raut wajah mereka, tampak cuek, kadang lesu, ada yang mungkin khawatir akan perjalanan mereka yang terhambat karena terlalu penuhnya angkutan yang selalu mereka jumpai, namun tetap masih ada yang masih rela membagi tawanya pada teman - teman sekitar. aku tidak tahu pasti apakah mereka kebanyakan pada sekolah yang sama karena baju pramuka yang mereka gunakan sama. atau memang belum saling mengenal maka tidak banyak bicara.
Namun satu yang pasti, raut wajah anak SMA yang beranjak dewasa tersebut tampak tersamarkan dengan para pejalan kaki yang menggunakan baju kantor ataupun kaos oblong biasa. Ya mungkin memang sedang melewati proses pencarian jati diri sebenarnya, bagaimana karakter terbentuk dengan kebiasaan dan lingkungan sekitar, aku pun juga begitu masih benar-benar mencari wajah baru bagi duniaku kelak seperti apa, dan aku akan sangat menjaganya agar menjadi lebih baik lagi.
Apapun bahasan yang saat ini kita lakukan, apapun latar belakang dan kejadian yang sudah kita lewati bagiku itu semua pelajaran yang memang harus kita lewati, kesempatan tidak datang dua kali, begitu juga dengan masa kecil kita yang menyenangkan tidak akan pernah kembali, Namun kita masih bisa membagi dan menunjukan kebahagian kecil kita dengan generasi yang selanjutnya, Dan aku salah satu orang yang sangat senang pamer kebahagian waktu kecil dengan anak kecil berharap mereka tahu akan hal yang mereka tidak temukan di jaman sekarang.
Sudah sewajaranya kalau kita harus menjaga dengan penuh sayang pada anak-anak sekitar kita, mereka adalah generasi penerus kita yang masih suci masa depannya, dan harusnya kita tahu bahwa masa pertumbuhan pada anak kecil bukan hanya pada fisik namun psikis atau psikologi anak juga tumbuh, aku pernah baca ada sebuah buku psikologi milik kakakku bahwa sisi psikologis seseorang ditentukan bagaimana dengan masa kecil seseorang, jadi psikologis seseorang sebenarnya tidak berkembang banyak pada saat terbentuknya pada saat anak-anak.
Maka dari itu aku sangat tidak setuju pada seseorang yang selalu memarahi anaknya dengan tujuan mendisiplinkan anak tersebut, tindakan tersebut bisa menjadi traumatik berlebih bagi anak hingga usia dewasa.
Ya satu pesan yang sangat ingin aku sampaikan adalah karena masa anak-anak adalah tempat pembentukan pribadi yang sebenarnya, anak-anak adalah satu aset berharga bagi setiap makhluk di dunia ini " Children is a Pearl Heart "
Salaam Kreatiiff Untuk Setiap Anak Bangsaa !
Cukup jarang diriku menyempatkan keluar dipagi hari untuk sekedar menikmati sibuknya kegiatan yang saat itu anak sekolah sangat antusias dan semangat untuk menyambut hari sabtu, ya karena tidak dipungkiri hari sabtu pastilah banyak anak sekolah yang menantikannya, selain pelajaran dikelas biasanya hanya pelajaran yang ringan dan waktunya yang singkat karena esoknya juga minggu.
Saat dipererjalanan menuju mini market aku cukup sering melewati dan melihat anak SD yang bergerombol dengan senang hati bercanda sambil menuju sekolah mereka, ya karena jalan yang aku lewati mengarah pada salah satu Sekolah Dasar yang letaknya mungkin 100 meter saja dari rumahku. Melihat ekspresi mereka tertawa tersenyum bahkan ada yang masih jutek dengan teman atau entah siapa namun sangat membuatku terhibur dan mungkin menyejukkan hati.
Aku sangat suka dengan tingkah laku anak kecil, mereka seakan menjalani hidup mengalir dengan optimis begitu saja dan seakan biarkan hari esok Tuhan yang menentukan namun akulah yang menjalaninya, mereka sangat pintar menyembunyikan rasa cemas namun mampu memberi keperercayaan yang lebih ketika mereka memang benar takut.
Pastilah dari kita mengalami proses yang seperti itu, namun tentunya kita harus meninggalkan proses tersebut dan menyesuaikan dengan waktu dan keadaan. Maka dari itu bagiku anak-anak adalah sebuah proses yang amat sangat berharga, semua kepribadian kita terbentuk dari saat kita masih anak-anak dan itu tertanam dalam diri kita selama kita tidak merubahnya.
Keadaan yang sedikit berbeda aku jumpai ketika menemukan segerombolan anak SMA yang mungkin terlihat sangat dengan dirinya, ya karena di depan mini market tersebut memang biasa dipakai untuk menunggu beberapa angkutan umum untuk mengantar mereka ke sekolah masing-masing setiap pagi, juga disediakan beberapa meja kursi dan koneksi wifi di area mini market tersebut untuk sekedar memanjakan para pelanggan mini market tersebut.
Ada yang sibuk meminkan gadget mereka , membenahi rambut yang mulai berantakan, memegang erat tas cangking branded di pelukan, atau sekedar ngobrol sekenanya yang mungkin untuk memecah keadaan yang agak terlihat ramai. oiya memang daerah tersebut jalan utama untuk menuju sedikitnya 4 SMA dan 3 SMP yang sebagian menjadi favorit, maka tidak heran jika jalan tersebut setiap pagi selalu ramai dengan anak sekolah.
Hal berbeda yang aku temui ketika melihat kebanyakan dari raut wajah mereka, tampak cuek, kadang lesu, ada yang mungkin khawatir akan perjalanan mereka yang terhambat karena terlalu penuhnya angkutan yang selalu mereka jumpai, namun tetap masih ada yang masih rela membagi tawanya pada teman - teman sekitar. aku tidak tahu pasti apakah mereka kebanyakan pada sekolah yang sama karena baju pramuka yang mereka gunakan sama. atau memang belum saling mengenal maka tidak banyak bicara.
Namun satu yang pasti, raut wajah anak SMA yang beranjak dewasa tersebut tampak tersamarkan dengan para pejalan kaki yang menggunakan baju kantor ataupun kaos oblong biasa. Ya mungkin memang sedang melewati proses pencarian jati diri sebenarnya, bagaimana karakter terbentuk dengan kebiasaan dan lingkungan sekitar, aku pun juga begitu masih benar-benar mencari wajah baru bagi duniaku kelak seperti apa, dan aku akan sangat menjaganya agar menjadi lebih baik lagi.
Apapun bahasan yang saat ini kita lakukan, apapun latar belakang dan kejadian yang sudah kita lewati bagiku itu semua pelajaran yang memang harus kita lewati, kesempatan tidak datang dua kali, begitu juga dengan masa kecil kita yang menyenangkan tidak akan pernah kembali, Namun kita masih bisa membagi dan menunjukan kebahagian kecil kita dengan generasi yang selanjutnya, Dan aku salah satu orang yang sangat senang pamer kebahagian waktu kecil dengan anak kecil berharap mereka tahu akan hal yang mereka tidak temukan di jaman sekarang.
Sudah sewajaranya kalau kita harus menjaga dengan penuh sayang pada anak-anak sekitar kita, mereka adalah generasi penerus kita yang masih suci masa depannya, dan harusnya kita tahu bahwa masa pertumbuhan pada anak kecil bukan hanya pada fisik namun psikis atau psikologi anak juga tumbuh, aku pernah baca ada sebuah buku psikologi milik kakakku bahwa sisi psikologis seseorang ditentukan bagaimana dengan masa kecil seseorang, jadi psikologis seseorang sebenarnya tidak berkembang banyak pada saat terbentuknya pada saat anak-anak.
Maka dari itu aku sangat tidak setuju pada seseorang yang selalu memarahi anaknya dengan tujuan mendisiplinkan anak tersebut, tindakan tersebut bisa menjadi traumatik berlebih bagi anak hingga usia dewasa.
Ya satu pesan yang sangat ingin aku sampaikan adalah karena masa anak-anak adalah tempat pembentukan pribadi yang sebenarnya, anak-anak adalah satu aset berharga bagi setiap makhluk di dunia ini " Children is a Pearl Heart "
Salaam Kreatiiff Untuk Setiap Anak Bangsaa !
Jumat, 03 April 2015
( illustrasi by imsat )
Innalillahi wa' innalillahirojiun, Manusia memang hanya berusaha, Namun semua kenyataan Tuhan Allah SWT yang menuntun dan menentukan jalan bagi semua ciptaannya.
Mungkin ungkapan tersebut akan sangat bermakna dan abadi melekat pada kita semua, Yang hidup juga akan mati. karena siklus kehidupan terus bergulir sampai waktu yang ditentukan oleh Tuhan.
Sekarang kita bisa tertawa , esok apakah tau bahwa ujian telah dipersiapkan oleh sang Kuasa dan lusa pun bukan berarti bisa memungkiri kenyataan bahwa kita harus pergi.
Selamat jalan Olga Syahputra, Kebaikan yang ditanam akan membuahkan hasil, Semoga ditempatkan terbaik atas semua amal ibadah dan kebaikanmu di sisi Allah SWT.
Amin ya robbal alamin.
Disebut Kuat Bukan Karena Otot
Judul kali ini agak sedikit personal dari kebiasaanku saat ini nih, sebenernya itu adalah salah satu kalimat yang aku kutip dari salah satu motivator besar di tanah air yang ketenarannya mungkin sangat berlebih karena membawakan salah satu acara motivator paling bergengsi dan kemungkinan hingga internasional. Ya bapak Mario Teguh, Salah satu orang yang sedikit banyak mempengaruhi hidupku saat ini.
Oiya kali ini bertepatan dengan hari besar Paskah bagi umat Kristiani, Saya pribadi mengucapkan selamat merayakan bagi temen-temen yang merayakan, Ya mungkin banyak temenku yang merayakan karena dulu aku termasuk alumni DO di salah satu Universitas Katolik di Semarang, hehehe..
Mungkin tidak sedikit dari temen-temen sekalian mempunyai masalah dengan mood dan rasa males yang berlebih, ya itu termasuk juga saya hehehe, Tidak dipungkiri bahwa aku salah satu orang yang punya masalah malas yang berlebih begitu juga dengan mood yang tak tentu arahnya, Namun demikian aku sangat produktif untuk mencari gagasan dan ide baru ya bisa dibilang sedikit kreatif diatas rata-rata namun aku terlalu kesulitan untuk mengontrol dan merealisasikan ide-ideku yang seakan terus mendobrak-dobrak dari dalam kepala.
Ya bisa dibilang setiap harinya aku hampir selalu memikirkan apa yang aku akan lakukan hari berikutnya, namun tidak jarang pula pemikiran dan ide untuk hari besok masih bisa dilaksanakan besok lusa bahkan tertunda entah sampai kapan, hmmmm
Kelebihanku adalah salah satunya selalu banyak ide atau planning yang keluar dengan begitu banyak ragamnya, selalu membuatku tersenyum dan bangga akan pemikiranku tersebut dan yakin bahwa itu sangat baik bagiku dan sesama, Namun kekurangan yang selalu membayangiku yaitu waktu pelaksanaan yang selalu meleset dari rencana yang selalu aku buat sendiri.
Memang tidak akan merugikan siapapun, karena gagasan tersebut masih menjadi konsumsi pribadi sendiri dan yang menentukan masih diriku sendiri, namun kadang aku merasa jengkel pada diriku ini, kenapa sangat susah sekali untuk berdisiplin terutama soal waktu.
Ya bisa dibilang aku masih sangat susah untuk berdisiplin pada diri sendiri, terutama pada saat aku berada dirumah, yang secara psikologis tempat yang paling nyaman bagi pribadi seseorang, Aku sangat ingin kejam pada diriku sendiri untuk dapat menjadi lebih baik, namun selalu gagal !
aku telah banyak membaca tentang kesuksesan dari orang lain dan semua pasti berasal dari kedisiplinan yang ia tanamkan pada diri sendiri bagaimanapun caranya.
Mungkin benar karena pak Mario Teguh " Disebut Kuat Bukan Karena Otot " ya banyak orang mengatakan " musuh terbesar adalah mengalahkan diri sendiri " dan menurutku itu sangat benar, masih susah bagiku saat ini untukku menngalahkan ego dan membangun kedisiplinan pribadi bagi diriku sendiri, dan itu hanya aku yang merasakannya.
Semoga dengan berjalannya waktu diriku semakin kuat dan lebih kuat lagi untuk mengalahkan ego dan kedisiplinan diriku sendiri agar bisa menjadi semakin kuat, ya kuat yang memungkinkan pada diriku saat ini mungkin itu, karena melihat badanku yang mempunyai berat 55 dengan tinggi 173 rasanya otot pun juga harus banyak olahraga, hehehee
Salaam kreatiiiff sampaai matii,
Oiya kali ini bertepatan dengan hari besar Paskah bagi umat Kristiani, Saya pribadi mengucapkan selamat merayakan bagi temen-temen yang merayakan, Ya mungkin banyak temenku yang merayakan karena dulu aku termasuk alumni DO di salah satu Universitas Katolik di Semarang, hehehe..
Mungkin tidak sedikit dari temen-temen sekalian mempunyai masalah dengan mood dan rasa males yang berlebih, ya itu termasuk juga saya hehehe, Tidak dipungkiri bahwa aku salah satu orang yang punya masalah malas yang berlebih begitu juga dengan mood yang tak tentu arahnya, Namun demikian aku sangat produktif untuk mencari gagasan dan ide baru ya bisa dibilang sedikit kreatif diatas rata-rata namun aku terlalu kesulitan untuk mengontrol dan merealisasikan ide-ideku yang seakan terus mendobrak-dobrak dari dalam kepala.
Ya bisa dibilang setiap harinya aku hampir selalu memikirkan apa yang aku akan lakukan hari berikutnya, namun tidak jarang pula pemikiran dan ide untuk hari besok masih bisa dilaksanakan besok lusa bahkan tertunda entah sampai kapan, hmmmm
Kelebihanku adalah salah satunya selalu banyak ide atau planning yang keluar dengan begitu banyak ragamnya, selalu membuatku tersenyum dan bangga akan pemikiranku tersebut dan yakin bahwa itu sangat baik bagiku dan sesama, Namun kekurangan yang selalu membayangiku yaitu waktu pelaksanaan yang selalu meleset dari rencana yang selalu aku buat sendiri.
Memang tidak akan merugikan siapapun, karena gagasan tersebut masih menjadi konsumsi pribadi sendiri dan yang menentukan masih diriku sendiri, namun kadang aku merasa jengkel pada diriku ini, kenapa sangat susah sekali untuk berdisiplin terutama soal waktu.
Ya bisa dibilang aku masih sangat susah untuk berdisiplin pada diri sendiri, terutama pada saat aku berada dirumah, yang secara psikologis tempat yang paling nyaman bagi pribadi seseorang, Aku sangat ingin kejam pada diriku sendiri untuk dapat menjadi lebih baik, namun selalu gagal !
aku telah banyak membaca tentang kesuksesan dari orang lain dan semua pasti berasal dari kedisiplinan yang ia tanamkan pada diri sendiri bagaimanapun caranya.
Mungkin benar karena pak Mario Teguh " Disebut Kuat Bukan Karena Otot " ya banyak orang mengatakan " musuh terbesar adalah mengalahkan diri sendiri " dan menurutku itu sangat benar, masih susah bagiku saat ini untukku menngalahkan ego dan membangun kedisiplinan pribadi bagi diriku sendiri, dan itu hanya aku yang merasakannya.
Semoga dengan berjalannya waktu diriku semakin kuat dan lebih kuat lagi untuk mengalahkan ego dan kedisiplinan diriku sendiri agar bisa menjadi semakin kuat, ya kuat yang memungkinkan pada diriku saat ini mungkin itu, karena melihat badanku yang mempunyai berat 55 dengan tinggi 173 rasanya otot pun juga harus banyak olahraga, hehehee
Salaam kreatiiiff sampaai matii,
Sabtu, 28 Maret 2015
Konseptual Ide
Berawal dari pagi yang indah yang sedang aku lewati hari ini, seketika aku bergegas mematikan alarm handphone yang berada di sampingku disaat aku tidur tadi malam, sedikit aku menilik angka di handphone tersebut menunjukan pukul 04.43 selang beberapa detik adzan subuh pun berkumandang saling bersahutan seakan memaksa kita untuk terus bangun dan sejenak menyapaa sang khalik.
Memang dasarnya diriku ini salah satu yang termasuk orang malas, maka setelah tau akan pertanda pagi menjelang bukan langsung bergegas bangun melainkan menunda dan mengulur waktu sendiri, seakan otakku berbisik dan menoleransi keadaan dengan imbalan bahwa hanya sebentar saja kok, namun kenyataan berkata lain, selalu saja aku bangun kesiangan. saat itu sekitar pukul 05.30 aku baru bisa beranjak dari tempat tidurku dan langsung mengambil air wudhu, untuk sejenak menyapa Tuhanku Yang Maha Kuasa.
Setelah aktifitas pagi berhasil aku tunaikan, saatnya untuk berangkat pada rutinitas setiap hari, Namun dalam perjalanan hatiku terus terusik oleh tanggung jawab dan tantangan yang harus aku selesaikan pada akhir bulan nanti. padahal masih kurang tiga hari dimulai dari sekarang. Apa sih sebenarnya misi dan tantanganku kali ini ? Lomba !
Ya ! akhir-akhir ini aku teringat pada ajakan mengikuti sebuah acara lomab desain illustrasi dengan tema " Colour in Humanity " sebenernya sampai sekarang pun aku masih bingung mau seperti apa konsep yang akan aku kembangkan dengan tema yang telah ditentukan diatas. cukup rumit juga sih tapi menarik, Oiya sekedar informasi lomba tersebut diadakan oleh salah satu program studi DKV di salah satu Universitas Swasta di Semarang, Acara tersebut sebenernya acara Dies Natalis program studi tersebut.
Kembali pada pencarian konsep yang akan aku gunakan dalam mengikuti lomba tersebut, Konsep pertama kali yang muncul di benakku adalah mengeksplorasi keramaian dan kemacetan kota semarang, lebih tepatnya daerah Jatingaleh yang saat ini terkenal sangat macet pada jam-jam pulang-pergi pekerja. Di konsep tersebut sangkutan dari tema " Colour in Humanity " yaitu walapun kita dibatasi oleh suatu masalah bersama, namun tetap saja kita harus menghadapi dan memecahkan masalah itu sendiri, sebab di tengah kemacetan yang tinggi jika kita hanya bergantung pada saat jalannya kendaraan dan tidak mengeksplor jalan tersebut maka kita akan tetap sama saja dengan pengendara lain di tempat yang terus sama.
Berikutnya konsep yang muncul terlintas di kepalaku yaitu menampilkan sebuah bangunan ikon Kota Semarang, bukan Lawang Sewu melainkan Tugu Muda, Jadi aku ingin memvisualkan Tugu Muda Kota Semarang di renovasi menjadi sebuah gedung Sejarah, Seni dan Museum Kota, dengan fitur yang sangat canggih dan modern, memiliki dua buah puncak yang sama tinggi namun pada satu pondasi, kemudian nuansa hijau mengelilingi bangunan tersebut dengan lalulintas yang sangat modern dan ramah lingkungan, Kemudian banyak area bermain bagi warga dan tidak terhalang oleh lalulintas yang ada. Seruu kaan, hhehehehe
Sebenernya masih banyak lagi konsep yang aku bayangkan untuk membuat Artwork tersebut, namun salah satu kekurangan dan kejelekannku adalah ketika telah banyak menemukan ide dan mungkin karena terlalu banyak yang ingin diwujudkan malah berdampak susah keluarnya ide tersebut untuk aku visualisasikan. Yah juga karena faktor malas yang berlebih juga tentunya , Ah sudahlah aku tak mau selalu menyalahkan diriku sendiri. hehehe
Mungkin kesimpulan dari tulisanku ini yaitu sebenernya kita tidak dibatasi oleh ide untuk menciptakan atau mengkreasikan sesuatu, juga tidak dibatas dengan peralatan yang ada, Namun faktor yang sangat mendasar dari terbelenggunya ide dan seakan kita kurang inovasi untuk menciptakan sesuatu adalah karena pada mindset diri kita sendiri yang malas untuk melakukannya, Ya! memang karena kita malas untuk memulai sesuatu itulah yang pada akhirnya kita menyalahkan pada sosok ide yang tidak kunjung keluar. Dan menurutku itu salah !
Banyak hal yang aku telah lewati dalam cara untuk menemukan permasalahan tentang bagaimana ide sulit untuk ditelurkan hasilnya, namun kenyataanya rasa malas untuk melakukan sesutu lah faktor utama yang membelenggu ide itu sendiri. Ya setidaknya aku mulai paham pada diriku sendiri dan semoga saja ini menjadi langkah awalku untuk dapat terus mengembangkan potensi yang ada pada diriku ini.
Salaam Kreatiiff sampai matii, Semaaangaat !!
Memang dasarnya diriku ini salah satu yang termasuk orang malas, maka setelah tau akan pertanda pagi menjelang bukan langsung bergegas bangun melainkan menunda dan mengulur waktu sendiri, seakan otakku berbisik dan menoleransi keadaan dengan imbalan bahwa hanya sebentar saja kok, namun kenyataan berkata lain, selalu saja aku bangun kesiangan. saat itu sekitar pukul 05.30 aku baru bisa beranjak dari tempat tidurku dan langsung mengambil air wudhu, untuk sejenak menyapa Tuhanku Yang Maha Kuasa.
Setelah aktifitas pagi berhasil aku tunaikan, saatnya untuk berangkat pada rutinitas setiap hari, Namun dalam perjalanan hatiku terus terusik oleh tanggung jawab dan tantangan yang harus aku selesaikan pada akhir bulan nanti. padahal masih kurang tiga hari dimulai dari sekarang. Apa sih sebenarnya misi dan tantanganku kali ini ? Lomba !
Ya ! akhir-akhir ini aku teringat pada ajakan mengikuti sebuah acara lomab desain illustrasi dengan tema " Colour in Humanity " sebenernya sampai sekarang pun aku masih bingung mau seperti apa konsep yang akan aku kembangkan dengan tema yang telah ditentukan diatas. cukup rumit juga sih tapi menarik, Oiya sekedar informasi lomba tersebut diadakan oleh salah satu program studi DKV di salah satu Universitas Swasta di Semarang, Acara tersebut sebenernya acara Dies Natalis program studi tersebut.
Kembali pada pencarian konsep yang akan aku gunakan dalam mengikuti lomba tersebut, Konsep pertama kali yang muncul di benakku adalah mengeksplorasi keramaian dan kemacetan kota semarang, lebih tepatnya daerah Jatingaleh yang saat ini terkenal sangat macet pada jam-jam pulang-pergi pekerja. Di konsep tersebut sangkutan dari tema " Colour in Humanity " yaitu walapun kita dibatasi oleh suatu masalah bersama, namun tetap saja kita harus menghadapi dan memecahkan masalah itu sendiri, sebab di tengah kemacetan yang tinggi jika kita hanya bergantung pada saat jalannya kendaraan dan tidak mengeksplor jalan tersebut maka kita akan tetap sama saja dengan pengendara lain di tempat yang terus sama.
Berikutnya konsep yang muncul terlintas di kepalaku yaitu menampilkan sebuah bangunan ikon Kota Semarang, bukan Lawang Sewu melainkan Tugu Muda, Jadi aku ingin memvisualkan Tugu Muda Kota Semarang di renovasi menjadi sebuah gedung Sejarah, Seni dan Museum Kota, dengan fitur yang sangat canggih dan modern, memiliki dua buah puncak yang sama tinggi namun pada satu pondasi, kemudian nuansa hijau mengelilingi bangunan tersebut dengan lalulintas yang sangat modern dan ramah lingkungan, Kemudian banyak area bermain bagi warga dan tidak terhalang oleh lalulintas yang ada. Seruu kaan, hhehehehe
Sebenernya masih banyak lagi konsep yang aku bayangkan untuk membuat Artwork tersebut, namun salah satu kekurangan dan kejelekannku adalah ketika telah banyak menemukan ide dan mungkin karena terlalu banyak yang ingin diwujudkan malah berdampak susah keluarnya ide tersebut untuk aku visualisasikan. Yah juga karena faktor malas yang berlebih juga tentunya , Ah sudahlah aku tak mau selalu menyalahkan diriku sendiri. hehehe
Mungkin kesimpulan dari tulisanku ini yaitu sebenernya kita tidak dibatasi oleh ide untuk menciptakan atau mengkreasikan sesuatu, juga tidak dibatas dengan peralatan yang ada, Namun faktor yang sangat mendasar dari terbelenggunya ide dan seakan kita kurang inovasi untuk menciptakan sesuatu adalah karena pada mindset diri kita sendiri yang malas untuk melakukannya, Ya! memang karena kita malas untuk memulai sesuatu itulah yang pada akhirnya kita menyalahkan pada sosok ide yang tidak kunjung keluar. Dan menurutku itu salah !
Banyak hal yang aku telah lewati dalam cara untuk menemukan permasalahan tentang bagaimana ide sulit untuk ditelurkan hasilnya, namun kenyataanya rasa malas untuk melakukan sesutu lah faktor utama yang membelenggu ide itu sendiri. Ya setidaknya aku mulai paham pada diriku sendiri dan semoga saja ini menjadi langkah awalku untuk dapat terus mengembangkan potensi yang ada pada diriku ini.
Salaam Kreatiiff sampai matii, Semaaangaat !!
Selasa, 24 Maret 2015
Malam Tadi
Semalam aku ingat ketika ingin melanjutkan menulis lagi, sekitar pukul sembilan malam namun ketika menatap layar laptop kenapa mataku terasa pedih, ya kerena kupikir aku terlalu banyak menatap layar monior, karena dikantorpun kerjaanku sebagai desainer grafis, yang setengah hari dalam sehari kuhabiskan menatap layar monitor, jadi mungkin karena faktor tersebut mataku jadi pedih ketika ingin melanjutkan tulisan dirumah.
Mungkin karena dirasa butuh istirahat sejenak aku langsung saja menghempaskan tubuhku di tempat tidur, memejamkan mata seketika berharap beberapa menit kemudian aku dapat terbangun dan dengan kondisi segar dapat melanjutkan kegiatan yang ingin aku lakukan saat itu, Ya karena kegiatanku yang aku buat saat itu karena aku ingin melakukannya, seperti kebanyakan kegiatanku yang aku lakukan yang mungkin secara spontanitas, namun aku berharap itu akan menjadi suatu kebiasaanku yang baik dimasa depan.
Ku putar lagu dari handphone ku berharap dapat menambah rileksasi yang aku butuhkan saat itu, namun kenapa suara spikernya terasa kasar sekali? lalu aku ingat bahwa ada headset yang tertinggal di dekat dengan meja laptop yang ada di bawah kasurku. kuraih dengan penuh kesabaran dari atas kasurku karena saat itu cukup malas hanya untuk menapakkan kaki dilantai, hehehe Hap akhirnya kudapatkan dan seketika itu tidurku ditemani lagu yang kuputar lewat headset, cukup enak suaranya menjadikan semakin terlarut dan mengantuk.
Tak terasa ketika sudah beberapa lagu berganti ditelingaku, ternyata aku semakin larut waktu itu dan malah menjadi tertidur dan melupakan kegitan yang seharusnya aku lakukan saat itu, Cukup sering aku melalaikan waktu dengan cara-cara tersebut terutama tertidur diwaktu ingin beristirahat sejenak. Yah aku sampai tak tahan dengan kebiasaanku tersebut dan bingung cara terbaik untuk menghentikannya.
Aku sangat ingat sekali saat konflik dan beradu argumen pada kedua orangtua ku, ketika itu aku sangat mempertahankan egoku untuk dapat masuk dan menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada Jogyakarta berharap bisa meyakinkan mereka bahwa pilihanku itu yang terbaik untukku. Adu argumen yang keras pun semakin terjadi karena dari kami tidak ada yang ingin mengerti apa yang sebenarnya di inginkan dari kami. Ya ! itu adalah sepenggal cerita mimpiku semalam yang menurutku sangat bermakna dihari yang sangat spesial di hidupku. dan semoga menjadi pertanda yang baik.
Ketika aku berlayar bersama mimpiku semalam, tak kusangka jam setengah dua malam aku terbangun kembali, aku tak tau pasti faktor apa yang membangunkanku tadi malam, Namun yang pasti saat itu aku langsung teringat oleh kegiatan yang akan aku lakukan telah tertunda dalam karena tertidur, saat itu aku masih merasa berat untuk membuka mata lebar-lebar dan beranjak dari tempat tidurku, namun disisi lain otakku terus mengingatkan hal tersebut, Dan lagi-lagi disaat yang penuh konflik tersebut aku kalah dalam pertarungan kembali ! dan hanya meneruskan tidurku yang entah berdampak apa ketika saat itu aku memilih untuk meneruskan tugasku. hmmmm
Setelah aku kalah dalam pertarungan semalam, alarm handphone ku berdering pertanda tepat jam empat pagi, yah namun dasarnya aku yang pemalas, hingga jam lima pagi aku baru beranjak dari tempat tidurku dan langsung mengambil air wudhu untuk sholat subuh. namun kali ini aku meras bersyukur karena dapat bangun tidak harus merepotkan ibuku, yang setiap pagi harus bersusah payah berteriak agar aku bangun dan menjalankan sholat subuh.
Hari ini aku akan menjalani aktifitasku seperti biasanya, namun dengan hari yang sangat spesial, pagi ini aku berusaha untuk menjadi pribadi yang selalu terus manjadi lebih baik untuk sesama dan masa depanku, pagi ini aku telah tumbuh menjadi lelaki dewasa yang seharusnya dapat lebih mandiri dan berguna bagi sesama, aku akan berjanji pada diriku sendiri bahwa akan terus memelihara mimpiku untuk menjadi seorang yang berguna bagi sesama, Negara, dan Keluargaku terlebih lagi dengan pendidikan yang mumpuni dan mampu memecahkan problematika sesama. aku akan berdoa dan berusaha untuk itu.
SELAMAT ULANG TAHUN ke-20 UNTUKKU, AKU BANGGA PADA DIRIKU INI !
Mungkin karena dirasa butuh istirahat sejenak aku langsung saja menghempaskan tubuhku di tempat tidur, memejamkan mata seketika berharap beberapa menit kemudian aku dapat terbangun dan dengan kondisi segar dapat melanjutkan kegiatan yang ingin aku lakukan saat itu, Ya karena kegiatanku yang aku buat saat itu karena aku ingin melakukannya, seperti kebanyakan kegiatanku yang aku lakukan yang mungkin secara spontanitas, namun aku berharap itu akan menjadi suatu kebiasaanku yang baik dimasa depan.
Ku putar lagu dari handphone ku berharap dapat menambah rileksasi yang aku butuhkan saat itu, namun kenapa suara spikernya terasa kasar sekali? lalu aku ingat bahwa ada headset yang tertinggal di dekat dengan meja laptop yang ada di bawah kasurku. kuraih dengan penuh kesabaran dari atas kasurku karena saat itu cukup malas hanya untuk menapakkan kaki dilantai, hehehe Hap akhirnya kudapatkan dan seketika itu tidurku ditemani lagu yang kuputar lewat headset, cukup enak suaranya menjadikan semakin terlarut dan mengantuk.
Tak terasa ketika sudah beberapa lagu berganti ditelingaku, ternyata aku semakin larut waktu itu dan malah menjadi tertidur dan melupakan kegitan yang seharusnya aku lakukan saat itu, Cukup sering aku melalaikan waktu dengan cara-cara tersebut terutama tertidur diwaktu ingin beristirahat sejenak. Yah aku sampai tak tahan dengan kebiasaanku tersebut dan bingung cara terbaik untuk menghentikannya.
Aku sangat ingat sekali saat konflik dan beradu argumen pada kedua orangtua ku, ketika itu aku sangat mempertahankan egoku untuk dapat masuk dan menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada Jogyakarta berharap bisa meyakinkan mereka bahwa pilihanku itu yang terbaik untukku. Adu argumen yang keras pun semakin terjadi karena dari kami tidak ada yang ingin mengerti apa yang sebenarnya di inginkan dari kami. Ya ! itu adalah sepenggal cerita mimpiku semalam yang menurutku sangat bermakna dihari yang sangat spesial di hidupku. dan semoga menjadi pertanda yang baik.
Ketika aku berlayar bersama mimpiku semalam, tak kusangka jam setengah dua malam aku terbangun kembali, aku tak tau pasti faktor apa yang membangunkanku tadi malam, Namun yang pasti saat itu aku langsung teringat oleh kegiatan yang akan aku lakukan telah tertunda dalam karena tertidur, saat itu aku masih merasa berat untuk membuka mata lebar-lebar dan beranjak dari tempat tidurku, namun disisi lain otakku terus mengingatkan hal tersebut, Dan lagi-lagi disaat yang penuh konflik tersebut aku kalah dalam pertarungan kembali ! dan hanya meneruskan tidurku yang entah berdampak apa ketika saat itu aku memilih untuk meneruskan tugasku. hmmmm
Setelah aku kalah dalam pertarungan semalam, alarm handphone ku berdering pertanda tepat jam empat pagi, yah namun dasarnya aku yang pemalas, hingga jam lima pagi aku baru beranjak dari tempat tidurku dan langsung mengambil air wudhu untuk sholat subuh. namun kali ini aku meras bersyukur karena dapat bangun tidak harus merepotkan ibuku, yang setiap pagi harus bersusah payah berteriak agar aku bangun dan menjalankan sholat subuh.
Hari ini aku akan menjalani aktifitasku seperti biasanya, namun dengan hari yang sangat spesial, pagi ini aku berusaha untuk menjadi pribadi yang selalu terus manjadi lebih baik untuk sesama dan masa depanku, pagi ini aku telah tumbuh menjadi lelaki dewasa yang seharusnya dapat lebih mandiri dan berguna bagi sesama, aku akan berjanji pada diriku sendiri bahwa akan terus memelihara mimpiku untuk menjadi seorang yang berguna bagi sesama, Negara, dan Keluargaku terlebih lagi dengan pendidikan yang mumpuni dan mampu memecahkan problematika sesama. aku akan berdoa dan berusaha untuk itu.
SELAMAT ULANG TAHUN ke-20 UNTUKKU, AKU BANGGA PADA DIRIKU INI !
#Allhamdulillahduapuluh
(illustrasi by Dea Anggraeni 11th)
Allhamdulillah Wa Syukurillah, mungkin ungkapan syukur yang tiada kira untuk hari kemarin, hari yang indah yang menandai bertambahnya umurku di muka bumi ini (20) yang masih di percaya dan diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk terus menjalaninya dengan baik dan lebih baik lagi, amiinn
Ya tepat tertanggal 24 maret 2015 aku sudah memiliki umur baru, Dan itu berarti menegaskan kembali bahwa hidupku sudah harus aku rapikan lagi, semua yang aku lakukan harus bisa menjadi berarti bagi sesama dan bermanfaat bagi semua orang, itu yang sangat ingin aku wujudkan di akhir umurku sebelum beranjak ke umur baruku.
Jika diibaratkan sebagai sebuah metamorfosis dari kupu-kupu, aku ini seharusnya menjadi ulat dewasa yang sangat aktif berburu makanan, terus bertualang mencari pengetahuan dan bekerja keras untuk mencari tempat tinggal dan berkembang disaat aku harus menjadi kepompong dan selanjutnya kupu-kupu yang indah.
Mungkin makna yang sangat berarti bagi umurku yang ke 20 tahun ini adalah telah bertambahnya semangat baru, kedewasaan dan tanggung jawab baru, dan visi misi yang jelas yang harus aku lalui dan capai dimasa mendatang, sekaligus bersyukur atas karunia dari Allah SWT yang telah mempercayakan salah satu ciptaanya yang kecil dapat menikmati dunia yang hanya terbatas ini, Terimakasih ya Allah SWT.
Hari kemarin aku sangat di kejutkan dan di bahagiakan hatiku oleh teman-teman baik yang aku miliki, sekaligus keluarga yang sangat spesial yang telah terus berada disampingku dengan penuh kasih sayang. Aku sangat bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh mereka semua, ucapan dan doa yang indah yang selalu aku amini dengan baik, kado-kado indah yang diberikan, dan sandiwara yang berkelas yang telah memberikan kesan mendalam, yang mungkin akan aku ingat dalam hidupku bersama dengan munculnya tulisan ini.
Bercerita tantang gambar illustrasi diatas, aku sangat senang sekaligus terharu akan karya dari adik ku tersebut, dia ikut berimajinasi untuk sekedar merayakan dan memberikan semangat buatku, sedikit cerita ketika proses pembuatan tulisan tersebut, ayahku dengan penuh tanda tanya bertanya apa yang sedang dilakukan adik kecilku tersebut " Lagi buat apa sih dik, kok buatnya dibawah tempat sempit gitu ? " | " lagi buat sesuatu yang membahagiakan mas". Ketika aku diceritakan hal tersebut rasanya sangat bahagia dan haruslah aku memberikan apresiasi.
Terimakasih dan apresiasi yang tinggi dariku kepada teman-teman semua yang telah mau meluangkan waktu, tenaga dan idenya untuk hanya sekedar mengingat dan memperingati hari yang spesial dihidupku, Aku sangat bersyukur telah berada pada pusaran orang-orang yang selalu baik hati bagi sesama dan semoga akan terus menjadi baik.
Salam Semangat Pagi, Berkah Dalem Ugi Kita Sedaya !
#Allhamdulillahduapuluh
Senin, 23 Maret 2015
Entahlah
Malam ini tidak seperti biasanya, suasananya ramai,
Ada yang berteriak-teriak bercerita untuk menghanyutkan suasana,
Ada yang bermusik seakan semua orang tuli,
Banyak yang juga bernyanyi meyakinkan diri bahwa suara mereka saling menyatu,
Bagaimana denganku ? aku hanya sibuk menikmati mereka !
Tidak seperti biasanya, mereka terlihat menikmati malam ini,
Mereka seperti bom waktu, dan ini saat yang tepat untuk melepaskan partikel terkecilnya,
Tampak tak ada sebilah batasan dari mereka, semua hanya ingin menunjukkan sesuatu untuk dinikmati,
Dan itu semua menjadikan mereka bahagia, sejenak melupakan rutinitas yang terlalu linear,
Tetapi apakah semua orang memungkinkan untuk dapat menikmati suasana cair seperti ini?
Yang menentukan jawaban tersebut hanya pribadi masing-masing dari kita.
Aku sendiri lebih suka menikmati suasana, dan bukan berarti tidak suka aktif,
Aku lebih menyukai aktifitas yang membawa orang lain untuk merasa menghargai,
Entahlah, Saat ini aku aku nyaman di keheningan ...
Ada yang berteriak-teriak bercerita untuk menghanyutkan suasana,
Ada yang bermusik seakan semua orang tuli,
Banyak yang juga bernyanyi meyakinkan diri bahwa suara mereka saling menyatu,
Bagaimana denganku ? aku hanya sibuk menikmati mereka !
Tidak seperti biasanya, mereka terlihat menikmati malam ini,
Mereka seperti bom waktu, dan ini saat yang tepat untuk melepaskan partikel terkecilnya,
Tampak tak ada sebilah batasan dari mereka, semua hanya ingin menunjukkan sesuatu untuk dinikmati,
Dan itu semua menjadikan mereka bahagia, sejenak melupakan rutinitas yang terlalu linear,
Tetapi apakah semua orang memungkinkan untuk dapat menikmati suasana cair seperti ini?
Yang menentukan jawaban tersebut hanya pribadi masing-masing dari kita.
Aku sendiri lebih suka menikmati suasana, dan bukan berarti tidak suka aktif,
Aku lebih menyukai aktifitas yang membawa orang lain untuk merasa menghargai,
Entahlah, Saat ini aku aku nyaman di keheningan ...
Sabtu, 21 Maret 2015
Rutinitas Spontanitas
Ketika aku tak tau yang akan aku tulis apa dan seperti apa ? mungkin salah satu caranya yang paling bisa aku andalakan yaitu dengan langsung saja menggerakkan jemariku di atas keyboard seperti yang aku lakukan saat ini.
Bukan karena kehabisan ide atau kata-kata yang akan aku sampaikan dan sebaik mungkin tidak akan aku mau mengakui itu alasannya cukup simple, karena kata-kata dan ide itu tidak terbatas selama kita terus hidup, dan mungkin hanya cara penyampainnya saja yang saat ini menjadi kendala terbesar bagi kita semua.
Ya memang itu ! sedari pagi tadi aku hanya terus bergumam dalam hati, bagian mana yang akan aku sampaikan terlebih dahulu dalam mengawali tulisanku ini, hal tersebut rupanya terus menghantuiku dalam hati, rasanya tidak enak sekali ! tepatnya mungkin sudah delapan jam aku hanya membayangkan dan memikirkan hal yang aku sadar tidak berguna !
Kalau mau menulis caranya ya Tulis ! mungkin saat ini ungkapan tersebut akan aku tanamkan dalam diriku, persoalan sepele yang terjadi sedari pagi tadi sebisa mungkin tidak akan aku ulangi ! aku sangat terlihat bodoh sedari tadi hanya untuk memikirkan sebuah tulisan.
Seperti sekarang ini, tadi aku mengawali tulisanku dengan perasaan kosong dan mulai mengisinya, dan seperti yang sekarang terlihat ternyata aku mampu! sungguh luar biasa apa yang aku pelajari hari ini tentang sebuah metode tentang Memulai Sebuah Tulisan. dan yang pasti dengan versi diriku sendiri.
Oiya, aku tipe orang yang senang dengan hal baru yang aku temukan dan timbulkan sendiri, Apa maksudnya ?? Maksud pernyataanku tersebut bahwa mungkin sebagian tindakanku akhir-akhir ini selalu dipengaruhi oleh spontanitas, ya dengan kata lain bahwa ketika aku seketika mendapat ide yang aku anggap baik dan dapat meningkatkan kualitas hidupku, maka saat itu juga aku akan merealisasikannya ! kereeenn kaan! hehehehe
Ya ! akhir-akhir ini memang aku terus berusaha untuk memupuk ide dan konsistensi untuk melakukan hal tersebut, memang kurasa masih cukup berat untuk melakukannya, karena masih banyak saja halangan yang timbul, Ya itu karena aku belum terbiasa dan masih awalan saja, Namun aku berdoa untuk selalu melakukan yang terbaik demi untuk kebaikan keluarga dan orang-orang sekitarku kelak. Amiiinn
Seharian ini mungkin aku tidak akan terlalu sibuk, karena memang hari libur, bertepatan dengan hari raya umat hindu, Hari raya Nyepi. selamat menunaikan ya semua yang merayakan !
Targetku hari yang seloow ini yaitu aku akan menyuci motor, ya karena sudah satu minggu motorku itu bertarung dengan panas hujan, bahkan gayanya sudah seperti motor pembajak sawah, koootorr ! hehehe..
Selanjutnya aku masih punya tanggungan untuk membuat illustrasi gambar untuk dipamerkan di sebuah Universitas swasta di semarang ( universitas ungu ) kabarnya akan ada pemenang di acara tersebut, dan targetku untuk meraih salah satu title juara tersebut, Amiiinn...
Dan yang terakhir nanti malam, aku pengen menambah koleksi buku ku dengan membelinya di toko buku Gramedia, ya selain buat refreshing pengunjung disana biasanya banyak yang cantik-cantik pula, ya karena ini bertepatan yang katanya "malem minggu" biasanya kan buat ajang tampil buat anak muda sepertiku ini, hahahaha ...
Mungkin aku akhiri tulisanku ini sampai disni dulu, karena target misi awal yang harus aku selesaikan telah menanti, hehehe.. oiya saat ini aku sudah membuktikan bahwa ide bukan untuk dicari, tapi untuk dikerjakan ! buktinya ya dengan terbitnya tulisanku ini ! nggak nyangka bisa panjang juga yaa, alhamdulillah , hehehe
See you next article ya gaaiiss ! Salam Kreatif Sepanjang Masa ! Thank youuu !!
Bukan karena kehabisan ide atau kata-kata yang akan aku sampaikan dan sebaik mungkin tidak akan aku mau mengakui itu alasannya cukup simple, karena kata-kata dan ide itu tidak terbatas selama kita terus hidup, dan mungkin hanya cara penyampainnya saja yang saat ini menjadi kendala terbesar bagi kita semua.
Ya memang itu ! sedari pagi tadi aku hanya terus bergumam dalam hati, bagian mana yang akan aku sampaikan terlebih dahulu dalam mengawali tulisanku ini, hal tersebut rupanya terus menghantuiku dalam hati, rasanya tidak enak sekali ! tepatnya mungkin sudah delapan jam aku hanya membayangkan dan memikirkan hal yang aku sadar tidak berguna !
Kalau mau menulis caranya ya Tulis ! mungkin saat ini ungkapan tersebut akan aku tanamkan dalam diriku, persoalan sepele yang terjadi sedari pagi tadi sebisa mungkin tidak akan aku ulangi ! aku sangat terlihat bodoh sedari tadi hanya untuk memikirkan sebuah tulisan.
Seperti sekarang ini, tadi aku mengawali tulisanku dengan perasaan kosong dan mulai mengisinya, dan seperti yang sekarang terlihat ternyata aku mampu! sungguh luar biasa apa yang aku pelajari hari ini tentang sebuah metode tentang Memulai Sebuah Tulisan. dan yang pasti dengan versi diriku sendiri.
Oiya, aku tipe orang yang senang dengan hal baru yang aku temukan dan timbulkan sendiri, Apa maksudnya ?? Maksud pernyataanku tersebut bahwa mungkin sebagian tindakanku akhir-akhir ini selalu dipengaruhi oleh spontanitas, ya dengan kata lain bahwa ketika aku seketika mendapat ide yang aku anggap baik dan dapat meningkatkan kualitas hidupku, maka saat itu juga aku akan merealisasikannya ! kereeenn kaan! hehehehe
Ya ! akhir-akhir ini memang aku terus berusaha untuk memupuk ide dan konsistensi untuk melakukan hal tersebut, memang kurasa masih cukup berat untuk melakukannya, karena masih banyak saja halangan yang timbul, Ya itu karena aku belum terbiasa dan masih awalan saja, Namun aku berdoa untuk selalu melakukan yang terbaik demi untuk kebaikan keluarga dan orang-orang sekitarku kelak. Amiiinn
Seharian ini mungkin aku tidak akan terlalu sibuk, karena memang hari libur, bertepatan dengan hari raya umat hindu, Hari raya Nyepi. selamat menunaikan ya semua yang merayakan !
Targetku hari yang seloow ini yaitu aku akan menyuci motor, ya karena sudah satu minggu motorku itu bertarung dengan panas hujan, bahkan gayanya sudah seperti motor pembajak sawah, koootorr ! hehehe..
Selanjutnya aku masih punya tanggungan untuk membuat illustrasi gambar untuk dipamerkan di sebuah Universitas swasta di semarang ( universitas ungu ) kabarnya akan ada pemenang di acara tersebut, dan targetku untuk meraih salah satu title juara tersebut, Amiiinn...
Dan yang terakhir nanti malam, aku pengen menambah koleksi buku ku dengan membelinya di toko buku Gramedia, ya selain buat refreshing pengunjung disana biasanya banyak yang cantik-cantik pula, ya karena ini bertepatan yang katanya "malem minggu" biasanya kan buat ajang tampil buat anak muda sepertiku ini, hahahaha ...
Mungkin aku akhiri tulisanku ini sampai disni dulu, karena target misi awal yang harus aku selesaikan telah menanti, hehehe.. oiya saat ini aku sudah membuktikan bahwa ide bukan untuk dicari, tapi untuk dikerjakan ! buktinya ya dengan terbitnya tulisanku ini ! nggak nyangka bisa panjang juga yaa, alhamdulillah , hehehe
See you next article ya gaaiiss ! Salam Kreatif Sepanjang Masa ! Thank youuu !!
Kamis, 19 Maret 2015
" Melek Nyeni Melek Ngapresiasi ! " part II
( illustrasi yang beruntung by.imsat )
Hai sahabat sekalian apa kabar kali ini? semoga terus sehat dan semangat yaa.. malem-malem gini dari pada nggak jelas mau ngapain mending nuliiss ! hehehe
oiya ngomong-ngomong soal nulis, sekarang aku lagi dalam tahap uji mental sekaligus membuat tantangan diri sendiri yang pasti terbaru dan pertama kali dalam hidupku. Tantangannya aku kasih nama " --- #1D1WW --- " alias " One Day One Week Writing " Yeaahhh ! Cool menn ... !!
Yeaah ! Tantangan yang keren, judul nya juga keren dan semoga hasil dari tulisanku juga suuper kereen! amiiinn ... Seperti judul tantangan yang kubuat untuk diriku sendiri tersebut, selama satu minggu penuh aku akan berjuang untuk menuliskan sesuatu minimal satu artikel dengan tema yang tidak ku batasi alias bebas, kereen kaan, hehehehee ...
Setiap tantangan pasti ada peraturan dan hukuman bila tidak dapat / melanggar aturan yang ditetapkan, ya begitu juga dengan tantangan kali ini, aku telah merancang hukuman sendiri bila tidak bisa memenuhi aturan yang berlaku, apa sih hukumannya ? yaitu ..
Setiap satu hari aku melanggar peraturan tersebut, maka wajib hukumnya untuk membeli dan menyelesaikan bacaan buku tersebut dalam satu minggu harus lebih dari 200 halaman, dan jika hukuman tersebut gagal di lakukan, maka dalam seminggu harus membeli dua buku baru dan menyelesaikannya ( membaca ) dalam satu minggu tersebut yang total halamnya lebih dari 400 halaman ! Gilaak ini tantangan bener - bener gregeet ya kaann !! hahahaa
Oke tinggalkan pembahasan tentang tantangan #1D1WW dulu dan bakal aku bahas lain waktu kemudian, Saat ini topik pembicaraanya masih meneruskan tantangan yang aku buat untuk diriku sendiri yang waktu lalu " Melek Nyeni Melek Ngapresiasi ", dengan pembahasan mengenai pendapat orang kedua tentang bagaimana cara dia meng-Apresiasi karyaku ala #SENSESTYLE yang bisa ia nikmati secara Gratiss tis tiis ...
Sekedar mengingatkan tentang bahasan lalu yang aku sambung saat ini, beberapa waktu lalu aku kembali membuat tantangan terbaru dalam hidupku yaitu membaca ulang wajah teman-temanku yang ada di akun BBM (Blackberry Messanger) ku dengan metode siapa cepat dia dapat, waktu itu sudah kupustuskan dua orang pemenangnya dan sudah kutunaikan kewajibanku, lalu bagaimana tanggapan mereka tentang budaya " Melek Nyeni Melek Ngapresiasi " dikalangan anak muda sekarang ... ?
Ketika aku sudah menyelesaikan karyaku membaca ulang wajah temanku ala #SENSESTYLE yang kira-kira jam 22.00 malam segera ku kirimkan hasilnya di kontak BBM dia, dan baru aku tahu dibuka keesokan harinya, dia mengirimkan apresiasinya padaku, cukup antusias dan penasaran sih apa tanggapan dia tentang karyaku ini.
Bayanganku sih pasti dia mengapresiasi dengan sangat baik, ya salah satu faktornya karena aku buat secara cuma-cuma atau Gratiiiss buat dia. Tapi apa dugaan awalku benar begitu yang paling tidak sangat aku yakini! dan ternyata setelah aku buka pesan dari dia tentang apresiasi dia padaku, yanng isinya adalaah ....
"makasih mam." | " wah iya bro, semoga terhibur yaa bla bla bla .. " | " oke mam siip " | " ------ pet ----- " . ( sekian ).
Lagi - lagi pertanyaan dalam diri yang sama pun muncul, " Sebenarnya yang aku cari apa .. ? ".
Mungkin salah satu penyebab terbesar runtuhnya budaya dan adat-istiadat daerah kita adalah soal sepert itu kurang Melek Ngapresiasi !
bayangkan betapa kayanya negara kita akan budaya tradisional yang sangat indah dan beragam, sampai-sampai negara lain Iri dan ingin mengakuinya! tapi sebegitu mudahnya sekarang hilang dimakan jaman, apa sebenarnya penyebabnya ?
Menurutku, ketika Seni Budaya tidak lagi mendapat pengApresiasi-an dari masyarakat umum, dan menghiraukan budaya acuh tak acuh tersebut terus berkembang, maka mulai saat itu pula lah titik balik budaya tersebut akan luntur. Begitu juga dengan kaum muda jaman sekarang, mereka telah berada dalam arus acuh tak acuh pada karya seni sekaligus budaya sekitar yang memang asli punya sendiri, maka wajar kalau mereka bertindak seperti tak menghargai suatu karya atau Ngapresiasi !
Dari kesimpulanku yang dapat aku ambil dari pengalaman berhargaku tersebut, para kaum muda sekarang sangat kurang dalam menanamkan etika " Melek Nyeni Melek Ngapresiasi " terbukti dari apresiasi dan tanggapan yang sebagian temanku berikan, Dan pendapatku yang lainnya adalah kaum muda sekarang sudah terlatih untuk bebas memilih tanpa bisa Memilah !
Sebagai contoh, kaum muda jaman sekarang saaangaat banyak sekali yang tergila-gila dengan adat gaya khas Korean atau Jepang , mereka sangat berlomba-lomba mendapatkan informasi sedalam-dalamnya tentang budaya disana, tidak main-main bahkan mereka mengadaptasinya di lingkungan kitacdan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari, mereka rela melakukan itu tanpa paksaan ! dan itu budaya asing !
Tapi apakah disela-sela mereka sibuk dengan aktifitas budaya asing tersebut yang belum tentu bisa diterima di lingkungan kita, Mereka menyisihkan waktu untuk juga mempelajari budayanya sendiri yang notabene warisan leluhur kita tersebut ?? Walau perbandingannya 3 : 1 aku yakin Tidak ! tidak dalam artian tidak banyak yang melakukan dan mengerti tersebut.
Itulah salah satu contoh kecil bagiku tentang pentingnya "Melek Nyeni Melek Ngapresiasi".
Waktu udah menunjukka pukul 01.33 malam gaiis, bakalan panjang kalau masih diteruskan, dan aku juga harus bangun bagi esok hari buat melanjutkan aktivitasku lagi, Mungkin aku akhiri tulisanku yang ini saat ini, semoga menjadi hiburan dan bermanfaat ya gaaiiss !!
Salaam kreatiff " Melek Nyeni Melek Ngapresiasi "
Gooooooo ....... !
Rabu, 18 Maret 2015
Gambaran Waktu
Waktu itu kita tunjuk satu mimpi dengan jelas,
Menjabarkannya, dan menambahkan cerita sesuai versi diri sendiri pun sarat makna,
Yang dibenak kita mungkin hanya kebahagiaan dan optimisme tinggi.
Kita semakin larut untuk terus menggambar mimpi,
Kita tahu, bahwa semuanya t'lah sesuai dengan "hidup versi kita",
Dan saling meng'Amini salah satu tanda bahwa itu mimpi akan nyata,
Kemudian terus berjuang ...
Selang waktu yang tak ditentukan, kita sadar,
Apakah kita masih berada di jalur Mimpi ? ,
Apakah kita berjuang untuk mimpi yang diamini ?,
dia terus melaju pada jalannya, dan aku masih tersendat di trotoar rusak!
Ya ! Seakan Tuhan ingin menunjukkan sesuatu yang lain padaku sebelum melanjutkan jalanku,
Dan aku terpaksa melihatnya! karena pilihannya Terpejam atau Melihatnya!
Awalnya aku berfikir, apakah Tuhan tak merestui mimpiku ?
Ataukah aku tidak untuk memperjuangkannya ?
Dan yang terakhir kuasumsikan sebagai jawaban yang tepat !
Maka mulai detik ini aku akan terus Berjuang.. !
Kadang aku sedikit mengintip gambar torehan sahabatku,
Dan dia masih persis dijalannya, sangat jauh namun terlihat,
Suatu waktu, aku pasti berjuang dan berada disampingnya untuk menyapa,
Hanya sekedar melanjutkan gambar yang dulu kita torehkan waktu bersamaan.
Mulai detik ini aku akan bangga pada jalan " hidup versi kita "
Kupastikan bahwa kali ini Tuhan tersenyum merestuiku,
Hanya untuk menelisik kembali gambar yang t'lah kubuat dahulu dan menyelesaikannya.
Kali ini aku hanya akan mengAmini sendiri,
Kemudian hari aku akan mengajak semua orang untuk bersama,
Meng'Amini-Nya ...
" Melek Nyeni Melek Ngapresiasi ! "
(illustrasi salah satu yang beruntung by.imsat)
Hai kerabat hebat yang sudah merelakan sebagian indranya terfokus di tempat kumuh nan berantakan ini, kenapa demikian? ya karena kita harus sadar akan penuhnya kekurangan yang selalu dimiliki setiap manusia, setujuu .. !
Sekitar beberapa hari yang lalu ketika matahari akan memudarkan sinarnya yang masih terlihat merona penuh keharmonisan ( ciieeh ) ketika diperjalanan pulang dan sedang berkendara di jalan raya yang mungkin terlihat mirip barisan semut sekejap terlintas ide berlian nan gila yang ingin aku lakukan hari itu juga.
Membaca ulang wajah seseorang lewat digital character ala #SENSESTYLE tidak dipungut biaya alias GRATIISs ( ini kalimat yang buat heboh anak muda jaman sekarang! ), alesan awal kenapa aku mau melakukannya cukup simple, cuma untuk berbagi karya sambil memperbanyak portfolio!
yah memang begitu, aku sebagian orang yang seneng ketika membantu orang lain tanpa pamrih (serius -__-).
Metodenya pun cukup simple, mengandalkan BBM (blackberry messanger) sasarannya pun temen di akunku tersebut. yang mau berteman bisa di invite 327FCF84 ( hehehe promosii ), dengan hanya menyuruh inbox/chat aku aja! (PM) tanpa syarat khusus, yang sebelumnya aku sudah menuliskan pemberitahuannya di status BBM ku sendiri.
Tak terduga, perkiraan awalku selang aku membuat pernyataan tersebut akan ada dua temen yang beruntung dengan rentang waktu 1jam'an lah, karena penilaian yang beruntung hanya mengandalkan siapa cepat dia dapat. Namun hanya tidak sampai lima menit setelah aku menuliskan pernyataan tersebut, sudah sepuluhan temen yang meminta untuk menang, gilaakk (ini generasi muda yang bermental gratisan atau memang mengagumi karyaku sih !).
Cukup terkejut akan temen-temanku yang antusias dengan pernyataanku tersebut, karena mungkin aku cukup dianggap kurang ramah bagi temen-teman lainnya karena jarang bertegur sapa juga. dan banyak orang baru yang meminta & berharap dialah yang beruntung. ( ada perasaan bangga & senang karena mungkin pikirku karyaku bisa diterima atau disukai ) dan selang beberapa menit kemudian aku langsung saja menutup pernyataanku di status terbaruku tersebut, berharap tidak ada yang lebih banyak dikecewakan lagi.
Singkat cerita langsung saja aku menghubungi dua orang yang beruntung tercepat mendapatkan kesempatan aku buatkan karya digital ala #SENSESTYLE setelah aku meminta untuk dikirimkan foto setengah badan untuk sebagai acuan dan sebagai imbalannya aku hanya meminta satu space kecil untuk ditaruh logo pribadiku !
Setelah tidak banyak berdiskusi aku langsung saja memulai tantangan yang di mulai dari ide gila ku sebelumnya, karena hari juga sudah beranjak malam. mungkin waktu itu aku memulai tantanganku sekitar pukul sembilan malam dan berakhir pukul setengah tiga pagi!dan itupun belum terselesaikan malam itu juga, (agak kecewa sih karena tidak sesuai jadwal)
Oiya aku hanya punya waktu malam hari untuk menyelesaikan tantangan gilaku tersebut, singkat cerita malam keduanya pun aku berhasil menyelesaikan kedua wajah temanku yang beruntung tersebut mungkin sekitar pukul sepuluh malam! dan segera aku kirimkan saja hasil karya Solidaritas-ku tersebut buat temenku yang beruntung disertai kalimat " Semoga Bahagia :) ", berharap ada feedback yang menyenangkan!
Dan apa tanggapan yang muncul dari kedua temanku yang beruntung dibaca ulang wajahnya ala #SENSESTYLE ? tik .. tok ... tik ....tok .... tik .... tok ... tik ... tok!
dan malam itu berujung tanpa kabar, karena tidak ada yang membuka pesanku tersebut. Pikirku ya sudahlah mungkin mereka sudah tidur karena udah malem juga. :)
Hari berikutnya di pagi hari, wah ada yang nanggepin nih satu orang, coba dibuka deh apa reaksinya,
" hidungnya memang merah gitu ya? " | " iya itu style yang aku buat #SENSESTYLE bla bla bla.." | "oh. keren mam" | " iya terimakasih, semoga terhibur " | " oiya besok aku promosiin yah gambarmu, kalo sekarang lagi sepi ngga ada yang liat " | " wah iya makasih bgt ya bla bla bla .."| offline!
( dan hari-hari berikutnya selang perbincangan yang meyakinkan tersebut akhirnya .... tidak pernah sekalipun ada promosi :) , ( mungkin sibuk jualan online shop yang tiap hari update barang baru -__-" ). Hening. -------------
Apa yang salah ? menurutku generasi sekarang sudah salah mengartikan kata " HEMAT " menjadi "GRATISAN" atau "ANTI APRESIASI". kenapa bisa jadi anti apresiasi ? karena ini dalam pembahasan karya / seni / ide / kreativitas maka "Hemat" yang sudah diartikan menjadi "Gratisan" itu berarti mengarah pada menurunnya apresiasi dasar bagi para pekerja seni kreatif yaitu "IMBALAN" tidak munafik bahwa para pelaku Seni kreatif pun menginginkan karyanya diakui sebanding dengan imbalan yang akan diterimanya!
Dan salah satu yang membedakan maju tidaknya produk seni kreatif di berbagai dunia tidak dipungkiri bahwa itu IMBALAN yang akan diterimanya ! maka cobalah kita sejenak bisa mendalami dalam segi Apresiasi bukan pada pelaku seni kreatif saja, tapi semua pelaku usaha !
Salam Budaya Ngapresiasi !! Tulisanku disambung lain waktu ya bersamaan dengan cerita bagaimana perilaku Ngapresiasi pada temenku yang beruntung kedua. ditunggu yaa brooo !
Saalam Sukseess ...... !
Senin, 16 Maret 2015
( desain illustrasi : by imsat )
Haaii gaiis, malem ini aku ngrasa semangat banget buat ngisi moment penting di sini nih, kali ini aku mau bahas tentang "Mimpi". mimpi dalam arti-an yang sebenernya lhoya.. itu mimpi ketika tidur, atau orang tua suka bilang " Bunga tidur ".
Nah pas banget nyangkutnya bunga, mungkin perasaanku lagi mewakili tumbuhan tersebut. hihihihi... kalian pernah nggak sih ngerasain mimpi yang menyenangkan sampai-sampai nyenenginnya kebawa dalam aktifitas kehidupan sehari-hari.
misal bangun tidur jadi semangat banget, aktifitas rasanya nyengir melulu ketika keinget mimpinya, apalagi sampe-sampe dimarahin pun berasa menyenangkan berkat dampak dari kita bermimpi menyenangkan tersebut ( wiih bahagia bener rasanya ...)
Dan ternyata baru aku alamin semalem, so pasti yang dimimpikan seseorang yang mungkin sangat kita dambakan (ciyeehh!), ini serius gais dan penting buat perkembangan jati diri, ( wkwkwk ). Sebenernya orang yang semalem singgah dimimpiku itu orang yang mungkin bisa dikatakan "Spesial".
Yah mau dibilang apalagi sih, jujur saja aku salah satu penggemar parasnya di kurun waktu 5 tahunan aku mengenal dia. ya! memang dia banyak yang suka sampai sekarang, selain itu yang nggak banyak temen-temen dia tahu, dia punya soft skill & kepemimpinan yang baik, jadi bukan tipe orang yang sekedar asal ngikut!
Dan salah satu yang paling aku kagumi dari dia yaitu dia mempunyai kemauan yang tinggi untuk berhasil dan konsisten! jarang aku temuin orang yang bisa konsisten, termasuk aku pun masih susah untuk melakukan hal tersebut. yah setidaknya aku pernah membuktikannya sendiri bersamnya.
Tapi satu hal yang kadang buat aku illfeel, dia terlalu fulgar kalo bercanda (ngomongin hal menjijikan) belum kalo diajak ngobrol konksinya agak ngadat -__-'', tapi yang paling menakutkan kalo lagi ngambek deh, berasa hadepan sama banteng spanyol siap nyruduk. hahaha...
Oiya kenapa aku bisa tau kebiasannya dia, ya karena dulu kita sering main bareng, pergi bareng, becanda bareng, sampe olahraga pun bareng! . Kangen juga masa-masa itu ;'), mungkin udah setaun lebih kita nggak pernah ketemu lagi, saat itu dia berhasil menggapai cita-citanya, turut bangga banget dia bisa berjuang sampe sekeras itu, dan aku mungkin orang yang paling iri dengan kerja keras dan konsistensinya ;').
Dulu kita paling suka olahraga tiap sore, abis jogging asik terus badminton, sering ketawa dan ngomel-ngomel kalo "shuttle kok" kebawa angin atau nggak mengarah, hihihihi... terus tempat ngobrol favorit kita itu pas perjalanan naik motor, enak kaan! diperjalanan nggak jarang kita malah bercanda dan berimajinasi dengan cita-cita kita masing-masing lho.
Jangan harap kita main di mall ? nggak! mungkin salah satu persamaan kita nggak begitu suka kemewahan, gaya modern dll yang anak gaul sekarang lah. kita lebih suka yang alami! lebih suka yang tradisional dan merakyat, ( alesan biar ngirit sih ).
Oiya salah satu yang bikin aku penasaran itu adalah dia berasa bisa ngeliat hal-hal gaib gitu, ya! memang spertinya begitu, dia kadang sering bilang sama aku tentang hal-hal mistis seperti itu, pernah suatu ketika aku ajak dia ikut acara dies natalis kampus ungu swasta di semarang jurusan DKV. itu bertempat digedung Marabunta yang memang itu gedung peninggalan sejarh belanda.
dan sesampainya disana, aku ngajak dia berkeliling area pameran, tapi nggak ada 30 menit disana dia udah ngajak aku pulang, dengan alasan banyak makhluk gaib yang nggak baik disana. yah pastinya dia kasih tau aku disaat udah diperjalanan jauh dari sana. ngeri juga tuh anak -___-''.
Udah deh kok malah nyritain tentang dia melulu ini ya! eh tapi kan aku emang mimpiin dia, hehehe.. yah bagiku dia emang "Sahabat terhebat" iya sahabat! karena aku belum pernah menyatakan apa-apa ke dia, (takut kalik lo! wwkwkwkk) yah apapun itu tapi udah ngerasa seneng aja bisa deket sama dia.
oiya kenapa aku mungkin hampir setaun ini belum ketemu dia, ya mungkin dia lagi sibuk, mungkin dia terlalu penting untuk orang lain saat ini, dan aku masih belum menjadi apa-apa :). karena alasan tersebut mungkin aku lebih memilih menghindar dulu. sampai suatu saat nanti mungkin saat aku udah bisa ada yang bisa diceritakan banyak padanya, dan itupun bukan berarti bahwa aku lupa, tidak sehari pun mungkin :).
Mungkin udah saatnya aku giiran berusaha dan membuktikan sama dia bahwa aku pun juga bisa menggapai cita-citaku dan kita bisa bercerita menyambungkan cerita yang dahulu kita terputus.Semoga saja Allah SWT bisa memberikan jalan yang terbaik buat kita semua. amiinn
Itu kenapa mimpiku semalem itu sangat membuat aku senengnya seperti diberi durian runtuh duit! yah karena orang yang "spesial" tersebut ternyata menyapaku, sangat ingin sekali melanjutkan mimpi tersebut lain hari untuk menjadi nyata.
mungkin sedikit ceritaku tentang mimpi terindah yang pernah aku alami tersebut bisa jadi hiburan bagi kalian semua ya gaaiss! kita semua pasti berdoa dan mengharapkan mimpi-mimpi indah yang lain dalam hidup kita dan bisa menjadi mimpi nyata. Semoga kita semua terus berbahagiaa!
Oiya untuk seorang wanita disana, yang mungkin akan membaca tulisan ini, semoga terus menjadi kepercayaan dan kebanggaan kita semua, jangan lupa untuk berbagi kasih ( dan semoga aku yang pertama) hahahaha...
Salaam Kreatiif gaaiiss, semangaatt !! .....
Jumat, 13 Maret 2015
SNSTYL
-SENSESTYLE-
Hallo semua kerabat yang lagi serius melungkan waktu dan fikirannya untuk menelisik lebih lanjut karya sederhana dari saya ini, ( sok akrab bangeet )
oiya aku mau sedikit cerita mengenai gaya (style) dalam seni desain anak muda saat ini yang pastinya hanya dikalangan temen-temenku aja, inget lho cuma Cerita. hihihi...
Dikalangan temen-temenku pun pengaruh gaya desain sangat mempengaruhi doi untuk dibawa kearah mana kreasi tsb. sebagai contoh temen-temenku saat ini lagi seneng banget desain vector ala " long shadow" yang sesimpel mungkin.
bukan karena yang waktunya singkat atau males buatnya, tapi memang mereka fikir itu yang paling cocok diaplikasikan pada desainnya yang ingin doi buat. mungkin gaya "long shadow" memang lagi ng-trend dikalangan anak muda sekarang, terbukti dengan di rilisnya logo resmi HUTRI ke-70 yang memakai gaya tersebut. ( akan aku bahas lain waktu deh, hehehe )
Tapi tujuanku sekarang yaitu memperkenalkan gaya / Style yang aku buat sendiri, karena aku salah satu orang yang benci keseragaman / mainstreme!
gaya / style yang aku kreasikan ini aku kasih nama " #SENSESTYLE atau #SNSTYL " aku kurang tahu apakah ada gaya desain dengan nama begitu juga, namun setelah aku sedikit searching tentang #SENSESTYLE ternyata yang kebanyakan muncul adalah desain interior, ya apapun itu lah. hehehee
sedikit gambaran, gaya #SENSESTYLE yang aku kreasikian sebenernya lebih mengarah pada vector grunge blood ( ndak tau itu cuma ngarang :D ) biasanya diaplikasikan pada desain makhluk hidup yang bisa berdarah-darah ( ngeerii ..)
ciri khas yang menandai #SENSESTYLE adalah yang mennjolkan TIGA indra makhluk hidup, biasanya pada bagian kepala ( hidung, mata, mulut, kuping ) yang menggunakan warna mencolok mata ( merah darah, biru samudra. shocking pink).
kemudian desain dikemas dalam gaya vector yang lebih bebaas! untuk bagian rambut menonjolkan lighting dan shadow yang berlebih dan warna yang mencolok! sementara bagian tubuh bisa dikemas dengan gaya grunge!
sebenernya tidak ada kehususan yang menandai #SENSESTYLE terkecuali tiga bagian indra yang ditonjolkan berlebih, ini sembagai bentuk penolakanku terhadap keseragaman ( curhat cyiinn .. )
capek juga nih nulisnya, semoga yang baca nggak males yaa.
thankss gaiisss Salam kreatif... !!!
Sabtu, 28 Februari 2015
T Y L R S W F T
(Taylor Swift)
Aku suka karya-karyanya, musik dan suaranya yang khas seakan menjadi trendmark tersendiri di dunia seni (khususnya seni musik). Namun terkadang orang salah mengartikan Mengapresiasi, bagiku mengapresiasi karya seni bukan dinilai dari nominal tertentu, namun keinginan tahu tentang proses panjang untuk menghasilkan dan menghargai penciptanya mungkin salah satu bentuk apresiasi terbaik.
Aku suka karya-karyanya, musik dan suaranya yang khas seakan menjadi trendmark tersendiri di dunia seni (khususnya seni musik). Namun terkadang orang salah mengartikan Mengapresiasi, bagiku mengapresiasi karya seni bukan dinilai dari nominal tertentu, namun keinginan tahu tentang proses panjang untuk menghasilkan dan menghargai penciptanya mungkin salah satu bentuk apresiasi terbaik.
innocent
(Manifestasi dari diriku sendiri)
Mungkin sedikit menceritakan bagaimana bingungnya diriku ketika melihat masyarakat sekarang, setiap individu banyak yang bertindak sendiri tanpa melihat dampak yang diakibatkan, mungkin indra mereka telah berganti mencari Emosi.
Mungkin sedikit menceritakan bagaimana bingungnya diriku ketika melihat masyarakat sekarang, setiap individu banyak yang bertindak sendiri tanpa melihat dampak yang diakibatkan, mungkin indra mereka telah berganti mencari Emosi.
Jumat, 06 Februari 2015
Cicak vs Buaya
Haii gaiis, udah ganti bulan aja nih di tahun 2015 ini, gimana masih inget sama resolusi tahun baru lalu kan, masih anget looh, hihihihii , yang pasti harus selalu dijaga komitmen itu gaes,dan kita liat akhir tahun nanti, apakah kita menjadi manusia yang udah bisa bertanggung jawab sama hidup kita sendiri, begitupun aku nih, masih tetep berusaha jaga semangat tahun baru kemarin biar nggak hanya cerita kosong belaka, amiinnn...
Oiya nih, bulan februari tuh mungkin bagi sebagian kawula muda dianggap bulan kasih sayang nih, penuh cintaa, ciieehh.. iya karena ada tanggal 14'nya , iya pasti yang muda nggak usah dibahas pasti udah cengar-cengir sendiri ... selain itu klo di indonesia awal bulan tuh musimnya panas-dingin romantis gitu, asal nggak lagi kehujanan dijalan yang langganan banjir, deres pula, bukan romantis malah tragis itu mah, curhat deh, hihihii
Kalo bahas hari peringat di indonesia mah nggak ada habisnya, selalu ada pro-kontra yang pasti diperdebatkan, apalagi itu menyangkut budaya luar yang bagi sebagian masyarakat ekstrimis bangsa kita dianggap merusak budaya, padahal nggak semua budaya luar bisa dikatakan buruk asalkan kita tahu batasan etika & toleransi antar individu / kelompok di Nusantara Raya ini pun sebaliknya, kita harus bijak dalam mentransformasikan budaya luar ke dalam budaya kita yang beraneka ragam dan cara ini.
Udah deh jangan terlalu filsafat banget bahasanya, nggak cocok tauu, hehehee... oiya kenapa aku pasang foto kucing sama kelinci di atas sih, ( duh lucuunyaaa) itu karena aku masih bingung kenapa banyaknya kata perumpamaan/pengandaian/penggambaran suatu kelakuan manusia selalu di gambarkan dengan binatang? tuh yang lagi rame "Cicak vs Buaya", kenapa coba pake perandaian hewan tersebut?? kenapa ngga ular vs ulet ? kura-kura vs kutu ? komodo vs kodomo? hahhaha. tapi entahlah, yang aku tangkep sih hewan tersebut bentuknya mirip tapi jenis kekutannya berbeda , memang politik itu membingungkan. yah karena kurangnya toleransi antar individu menurtku.
Udah malem niih, udah mulai ngantuk juga, diterusin besok lagi yah gaiiss tulisanku yang nggak berbobot ini, wkwkwk yah itung-itung yang penting jari gerak imajinasi main deh, Salam Semangaat Sukseesss sobaatt...
Oiya nih, bulan februari tuh mungkin bagi sebagian kawula muda dianggap bulan kasih sayang nih, penuh cintaa, ciieehh.. iya karena ada tanggal 14'nya , iya pasti yang muda nggak usah dibahas pasti udah cengar-cengir sendiri ... selain itu klo di indonesia awal bulan tuh musimnya panas-dingin romantis gitu, asal nggak lagi kehujanan dijalan yang langganan banjir, deres pula, bukan romantis malah tragis itu mah, curhat deh, hihihii
Kalo bahas hari peringat di indonesia mah nggak ada habisnya, selalu ada pro-kontra yang pasti diperdebatkan, apalagi itu menyangkut budaya luar yang bagi sebagian masyarakat ekstrimis bangsa kita dianggap merusak budaya, padahal nggak semua budaya luar bisa dikatakan buruk asalkan kita tahu batasan etika & toleransi antar individu / kelompok di Nusantara Raya ini pun sebaliknya, kita harus bijak dalam mentransformasikan budaya luar ke dalam budaya kita yang beraneka ragam dan cara ini.
Udah deh jangan terlalu filsafat banget bahasanya, nggak cocok tauu, hehehee... oiya kenapa aku pasang foto kucing sama kelinci di atas sih, ( duh lucuunyaaa) itu karena aku masih bingung kenapa banyaknya kata perumpamaan/pengandaian/penggambaran suatu kelakuan manusia selalu di gambarkan dengan binatang? tuh yang lagi rame "Cicak vs Buaya", kenapa coba pake perandaian hewan tersebut?? kenapa ngga ular vs ulet ? kura-kura vs kutu ? komodo vs kodomo? hahhaha. tapi entahlah, yang aku tangkep sih hewan tersebut bentuknya mirip tapi jenis kekutannya berbeda , memang politik itu membingungkan. yah karena kurangnya toleransi antar individu menurtku.
Udah malem niih, udah mulai ngantuk juga, diterusin besok lagi yah gaiiss tulisanku yang nggak berbobot ini, wkwkwk yah itung-itung yang penting jari gerak imajinasi main deh, Salam Semangaat Sukseesss sobaatt...
Langganan:
Postingan (Atom)













