Berawal dari pagi yang indah yang sedang aku lewati hari ini, seketika aku bergegas mematikan alarm handphone yang berada di sampingku disaat aku tidur tadi malam, sedikit aku menilik angka di handphone tersebut menunjukan pukul 04.43 selang beberapa detik adzan subuh pun berkumandang saling bersahutan seakan memaksa kita untuk terus bangun dan sejenak menyapaa sang khalik.
Memang dasarnya diriku ini salah satu yang termasuk orang malas, maka setelah tau akan pertanda pagi menjelang bukan langsung bergegas bangun melainkan menunda dan mengulur waktu sendiri, seakan otakku berbisik dan menoleransi keadaan dengan imbalan bahwa hanya sebentar saja kok, namun kenyataan berkata lain, selalu saja aku bangun kesiangan. saat itu sekitar pukul 05.30 aku baru bisa beranjak dari tempat tidurku dan langsung mengambil air wudhu, untuk sejenak menyapa Tuhanku Yang Maha Kuasa.
Setelah aktifitas pagi berhasil aku tunaikan, saatnya untuk berangkat pada rutinitas setiap hari, Namun dalam perjalanan hatiku terus terusik oleh tanggung jawab dan tantangan yang harus aku selesaikan pada akhir bulan nanti. padahal masih kurang tiga hari dimulai dari sekarang. Apa sih sebenarnya misi dan tantanganku kali ini ? Lomba !
Ya ! akhir-akhir ini aku teringat pada ajakan mengikuti sebuah acara lomab desain illustrasi dengan tema " Colour in Humanity " sebenernya sampai sekarang pun aku masih bingung mau seperti apa konsep yang akan aku kembangkan dengan tema yang telah ditentukan diatas. cukup rumit juga sih tapi menarik, Oiya sekedar informasi lomba tersebut diadakan oleh salah satu program studi DKV di salah satu Universitas Swasta di Semarang, Acara tersebut sebenernya acara Dies Natalis program studi tersebut.
Kembali pada pencarian konsep yang akan aku gunakan dalam mengikuti lomba tersebut, Konsep pertama kali yang muncul di benakku adalah mengeksplorasi keramaian dan kemacetan kota semarang, lebih tepatnya daerah Jatingaleh yang saat ini terkenal sangat macet pada jam-jam pulang-pergi pekerja. Di konsep tersebut sangkutan dari tema " Colour in Humanity " yaitu walapun kita dibatasi oleh suatu masalah bersama, namun tetap saja kita harus menghadapi dan memecahkan masalah itu sendiri, sebab di tengah kemacetan yang tinggi jika kita hanya bergantung pada saat jalannya kendaraan dan tidak mengeksplor jalan tersebut maka kita akan tetap sama saja dengan pengendara lain di tempat yang terus sama.
Berikutnya konsep yang muncul terlintas di kepalaku yaitu menampilkan sebuah bangunan ikon Kota Semarang, bukan Lawang Sewu melainkan Tugu Muda, Jadi aku ingin memvisualkan Tugu Muda Kota Semarang di renovasi menjadi sebuah gedung Sejarah, Seni dan Museum Kota, dengan fitur yang sangat canggih dan modern, memiliki dua buah puncak yang sama tinggi namun pada satu pondasi, kemudian nuansa hijau mengelilingi bangunan tersebut dengan lalulintas yang sangat modern dan ramah lingkungan, Kemudian banyak area bermain bagi warga dan tidak terhalang oleh lalulintas yang ada. Seruu kaan, hhehehehe
Sebenernya masih banyak lagi konsep yang aku bayangkan untuk membuat Artwork tersebut, namun salah satu kekurangan dan kejelekannku adalah ketika telah banyak menemukan ide dan mungkin karena terlalu banyak yang ingin diwujudkan malah berdampak susah keluarnya ide tersebut untuk aku visualisasikan. Yah juga karena faktor malas yang berlebih juga tentunya , Ah sudahlah aku tak mau selalu menyalahkan diriku sendiri. hehehe
Mungkin kesimpulan dari tulisanku ini yaitu sebenernya kita tidak dibatasi oleh ide untuk menciptakan atau mengkreasikan sesuatu, juga tidak dibatas dengan peralatan yang ada, Namun faktor yang sangat mendasar dari terbelenggunya ide dan seakan kita kurang inovasi untuk menciptakan sesuatu adalah karena pada mindset diri kita sendiri yang malas untuk melakukannya, Ya! memang karena kita malas untuk memulai sesuatu itulah yang pada akhirnya kita menyalahkan pada sosok ide yang tidak kunjung keluar. Dan menurutku itu salah !
Banyak hal yang aku telah lewati dalam cara untuk menemukan permasalahan tentang bagaimana ide sulit untuk ditelurkan hasilnya, namun kenyataanya rasa malas untuk melakukan sesutu lah faktor utama yang membelenggu ide itu sendiri. Ya setidaknya aku mulai paham pada diriku sendiri dan semoga saja ini menjadi langkah awalku untuk dapat terus mengembangkan potensi yang ada pada diriku ini.
Salaam Kreatiiff sampai matii, Semaaangaat !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar