Selasa, 01 Maret 2016

CATATAN SEJARAH PRIBADI

illustration watercolor painting
29,7 x 42 cm on linen
by imsat



          Sudah sejak terakhir kali aku menulis pada 19 januari lalu, rasanya terlalu lama sekali untuk memulai merangkai kata demi kata menjadi sebuah dokumentasi perjalanan hidupku selama ini. Mungkin diriku hanya satu dari berjuta-juta manusia yang menginginkan pendokumentasian perjalanan hidupnya untuk suatu ketika diulas kembali pada zaman bahkan peradaban yang baru pula, entah itu ketika kita masih menjadi sumber sejarah yang nyata atau hanya sebuah kenangan belaka.

Perihal apakah itu semua keinginan yang sangat berbau narsistik ataukah memang sesuatu yang memang harus ada untuk jejak sejarah diri kita sendiri bagiku semua akan saling berkaitan satu dengan yang lainnya, namun satu hal yang sangat tidak diijinkan dalam  pencatatan pendokumantasian tersebut adalah melebih-lebihkan segala sesuatu yang akan membuat kerancuan dalam orisinilitas-an pendokumentasian sejarah tersebut.

Salah satu pembentuk konten pendokumentasian sejarah pribadi diri sendiri menurutku adalah pencapaian dalam hidup. pada umumnya kita akan gembira ketika berhasil melakukan pencapaian suatu hal yang memang benar - benar kita usahakan terlebih lagi espektasi yang dimunculkan pikiran kita lebih minim dibanding realita yang telah kita capai, barang tentu hal tersebut menjadi catatan sejarah pribadi yang sangat perlu untuk di dokumentasikan karena di dalamnya akan terdapat rangkaian cerita yang menarik dan bernada positif.

Merujuk pada diriku sendiri, hal yang kuanggap sebagai pencapaian adalah karya - karya yang terus aku hasilkan dan memiliki progres estetik yang terus menanjak. Bagiku karya visual yang melibatkan imajinasi, intuisi, serta pengendalian emosi yang tinggi akan menciptakan hasil karya yang akan melampaui espektasi dari bayangan yang telah difikirkan lalu. Sebagai koreksi ketika menciptakan karya visual apapun aku tidak akan mematok hasil yang sangat indah di dalam kepalaku, namun aku memikirkan yang sangat indah ketika aku mulai berproses menciptakan karya visual tersebut, selama berusaha dan yakin maka hasil dari berproses secara demikian membuatku dapat terus gembira akan hasil yang aku ciptakan, dan dari sanalah aku dapat menjadikannya sebagai catatan sejarah pribadiku yang mungkin suatu saat akan ada yang membukanya, setidaknya aku berusaha menampilkan senatural mungkin yang sesuai dengan realita yang aku alami di waktu itu.


Selasa, 19 Januari 2016

Artwork illustration by imsat


              Adalah sebuah pria dalam karakter film interstellar yang menurut pendapatku dia adalah seorang yang jenius, pekerja keras, sangat menyayangi keluarganya, namun melalukan tindakan apapun demi kelangsungan sesuatu yang dianggap dia benar meskipun itu tindakan yang salah.

Menurut pendapatku film tersebut memiliki plot cerita yang kreatif dan tidak dapat terduga penonton, disamping effek kamera dan motion graphic yang sangat bagus, ditunjang efek sound yang sangat mengena di hati membuat film ini begitu menegangkan untuk penikmatnya.

Namun satu hal yang aku agak sesalkan tentang ending yang menurutku anti klimaks, ending yang bagus sudah ditampilkan, namun belum dapat menopang keseimbangan dari isi film tersebut yang menurutku bisa sangat jauh lebih baik lagi. namun bagiku ini salah satu film sci-fi terbaik selama ini yang pernah aku lihat.

Terlepas dari ulasan diatas, aku sangat menyukai dan mengapresiasi setiap detil dari film tersebut karena bukan perkara mudah  untuk menciptakan sebuah karya besar seperti itu, maka dari itu sedikit fanart aku buat untuk mewakili rasa kagumku terhadap karya sebesar itu, dan semoga dapat menjadi berguna dan menginspirasi bagi siapapun.
Terimakasih

Senin, 11 Januari 2016

Cerita Andy F. Noya

(Artwork by imsat)
Watercolor 29,7x42 cm
on Linen

                    Andy Flores Noya, pertama kali kulihat beliau di siaran program Talk Show di Tv yang identik dengan berita, mungkin saat itu aku masih kelas 1 SMK lima tahun silam, karena sebelumnya aku tak pernah tertarik dengan program tv berbau politas dan berita menjenuhkan yang menaungi salah satu Talkshow yang beliau bawakan.

Dulu awal ketertarikanku untuk mengenal beliau karena gayanya yang sedikit unik dengan rambut kribo nya yang mudah skali dikenali, kemudian cara pembawaan diri yang tenang dan sedikit di bumbui candaan cerdas membuatku semakin senang melihat acara yang ia bawakan hingga saat ini

Dibalik itu semua, sosok yang senang bersosialisasi dan peduli terhadap lingkungan barangkali membuatnya dia sebagai salah satu yang menginspirasiku. Tidak banyak yang bisa aku tulisakan mengenai beliau karena sejatinya ia salah satu seorang jurnalis yang hebat di negara ini, dan barang kali karya ku ini dapat menularkan kisah inspiratif dari beliau kepada semua orang menjadi lebih bermanfaat. 
Terimakasih .

Senin, 04 Januari 2016

PRESIDEN JOKO WIDODO ( JOKOWI )j

#JOKOWI
( Painting by imsat )
Watercolor on linen papper
29,7cm x 42cm


Presiden Republik Indonesia ke tujuh Joko Widodo.
Beliau adalah salah satu dari beberapa orang paling berengaruh pada sejarah Negara Indonesia.
Aku tak tahu ingin menyampaikan apa, aku hanya berharap dapat bertemu dengan beliau dan kelak dapat menjadi sukses seperti beliau.

Cara Delevingne

( Painting by imsat )
Watercolor on linen papper
29,7 cm x 42 cm


Cara Delevingne, 
Aku tau super model tersebut dari temanku yang mengidolakan nya, sebenarnya aku tak menyukai ini tapi aku hanya ingin lebih dekat dengan temanku sebatas untuk bahan mengobrol saja, namun nyatanya Cara wanita yang unik menurutku.

Hari Ibu

     ( painting by imsat )
Watercolor on linen paper
29,7 x 42 cm

         Adalah sebuah karya lukisan yang aku buat untuk sebuah kado pada hari ibu, ini adalah sebuah karya potrait menggunakan cat air pertamaku, dan jujur dari karya ini aku banyak belajar mengenai teknik cat air, entah mengapa  aku sangat menyukai karyaku ini, karena nilai psikologisnya begitu besar dan ini adalah sebuah awal yang bagus. 
Terimakasih Ibu.




SAHABAT

           Seperti biasanya, pagi ini setelah tidur beberapa jam orang yang pertama kali aku lihat ketika membuka mata adalah Ibu ku, dan mungkin ini berlangsung setiap pagi karena Ibu ku bagaikan alarm penuntunku untuk segera bangun berwudhu dan menjalankan aktifitas seperti biasanya.
Aku sangat mengagumi kerajinan dan kedisiplinan beliau, ingin sekali berharap bisa sepertinya namun kadang rasa malas lebih bisa mengalahkan diriku sendiri.

         Mungkin aku bisa dikatakan orang yang terlalu dingin untuk mengungkapkan sesuatu, bahkan aku tak pernah mengungkapkan perasaan sayang kepada siapapun selama ini, karena bagiku tindakan yang akan bisa menggambarkan itu semua jika mereka dapat membacanya, dan menurutku masih banyak orang-orang bodoh yang hanya percaya pada perkataan kosong bahakan untuk mempertaruhkan dirinya sendiri.

          Masih dalam suasana tahun baru dua ribu enam belas yang baru saja terlewati, waktu itu tepat beberapa jam sebelum malam tahun baru banyak sekali pemberitahuan di media sosial yang  membanggakan diri mereka untuk merayakan malam tersebut disuatu tempat yang spesial dengan pendamping mereka, namun tidak sedikit pula yang menghujat karena mereka tidak mendapat waktu dan pendamping yang tepat dimalam tersebut, aneh !

           Tidak terkecuali sebagian dari teman-temanku yang memberi ajakan untuk bergabung dengan acara yang mereka buat sendiri, namun aku bukan orang yang suka perayaan dengan banyak orang, dan mungkin aku juga tidak menyukai keramaian, aku hanya suka mengamati mereka semua.

            Kenapa banyak orang membanggakan teman yang mereka sebut sahabat justru yang bertingkah clometan, tak sopan, seakan tak ada privasi dan kadang sedikit anarkis, namun sebaliknya menganggap lebih rendah orang yang bersikap menghargai dan suka menolong mereka disaat susah. apakah sahabat yang mereka buat hanya karena kesedihan dan kesenangan yang mereka curahkan bersama? apa itu menjadi jalan dari sebuah solusi? atau hanya kesepakatan yang mereka buat tanpa memikirkan dampak baiknya?

            Bagiku sahabat itu tidak ada, dan aku juga tak pernah memiliki teman spesial yang disebut sahabat, teman hanya ada karena saling membutuhkan, karena terdapat kesamaan dalam hidup yang menyatukan mereka, karena sebagai perlindungan. Aku tak percaya adanya sahabat karena setiap manusia memiliki tujuan hidup masing-masing, kita hanya berstrategi untuk mendapat rasa nyaman yang dapat kita lampiaskan.

           Namun jika ada seseorang yang dapat disebut untuk mewakili makna dari kata tersebut adalah Orang Tua ( ayah dan ibu ). Bagiku merekalah yang seharusnya diberikan penghargaan setingi-tingginya dalam hidup kita, mereka lah yang membentuk kita, dan jika sebuah benua dapat dipersembahkan untuk mereka itu tidaklah cukup untuk menutup sedikit rasa terimakasih.