Jumat, 28 Agustus 2015

Tulislah

                Jika saat ini banyak orang membicarakan narkotika, jika sekarang ini bangsa kita mendapat julukan baby smoker dunia, jika pula masih banyak penggusuran, pembunuhan, korupsi, prostitusi, bahkan eksploitasi dan lain sebagainya di dalam masyarakat bangsa kita, lalu seberapa besarkan yang membicarakan kesenian dan kebersamaan?

Berbicara seni seperti anak tiri yang dibicarakan ibu angkatnya, seperti menangkap asap dll. "baik diucap lenyap sekejap". Sudahlah alihkan saja pembahasan ini karena bukan saat yang tepat membicarakannya, karena saat ini aku hanya ingin menulis!

Siapa bilang menulis itu mudah? tidak sama sekali jika tidak langsung memulainnya !
untuk menggerakan jari-jemariku diatas keyboard ini aku sudah memikirkannya sejak subuh, dan ini sudah menunjukkan pukul 10.42 aku baru memulainnya, susah bukan hanya untuk tulisan sekelas ini!

                 Aku punya satu buku yang belum habis ku baca tentang " kekuatan menulis ", disana dibahas tentang tips & trik menulis, dan semua bab yang sudah aku bahas sebagian besar hanya menganjurkan untuk segeralah menulis. dan saat ini pun aku mempraktekannya, aku hanya ingin menulis dan tulislah.

Tapi saat ini setelah aku pikirkan kembali tentang tips menulis yang aku baca dibuku tersebut ternyata ada benarnya juga, kita tidak akan dapat menulis jika hanya memikirkannya saja, kita harus menulis sambil berfikir, dan tanpa sadar kita telah menulis sebuah tulisan.

Aku sangat terlalu banyak memikirkan sesuatu tanpa sadar waktuku habis hanya untuk berfikir, sedangkan menulis dituntut untuk lebih dulu bertindak lalu berfikir dalam artian kita harus memulai menulis dahulu kemudian baru diselangi dengan berfikir secara bersamaan, dan hal itu menjadi sangat baru bagi caraku bertindak dan memulai sesuatu, namun ternyata sangat efektif.

Begitu juga dengan memulai bidang kesenian yang lain, ternyata kita dituntut untuk bertindak dahulu baru diselangi berfikir untuk menemukan sesuatu yang baru dalam artian menggali kreatifitas, ya mungkin benar untuk memunculkan kreatifitas kita juga harus perlu rangsangan yang baik juga kan, dan langkah awal untuk merangsang kreatifitas adalah melakukan langkah awal untuk memulai kegiatan tersebut,

            Sekarang aku jadi tersadar akan perjuangan disiplin yang sangat kuat yang telah diterapkan orang-orang yang telah sukses menekuni dunia kreatifitas baik itu seni visual, sastra, musik, ataupun yang lainnya, mereka melakukan langkah awal yang sangat hebat setiap harinya dengan dipupuk komitmen dengan disiplin diri yang sangat tinggi untuk menyelesaikan karya kreatif mereka dari awal.

Mungkin pelajaran yang dapat aku petik dalam tulisanku kali ini adalah setiap orang besar pasti memiliki disiplin diri tinggi yang telah diterapkan pada dirinya, dan dipupuk dengan komitmen yang selalu menguatkannya untuk menyelesaikan karyanya dengan sebaik mungkin. Dan hal ini dapat menjadi pembelajaran baik terhadap diriku sendiri dan mungkin orang yang telah membaca tulisan kecilku ini. Terimakasih atas atensi yang telah diberikan. :)


Menjadi Berani

                                                            ( illustrasi/desain by imsat )

 
               Seiring berjalannya waktu, perubahan zaman modern terasa begitu cepatnya jika kita hanya menjadi penonton yang monoton, penikmat yang tak terpenjat dari silih bergantinya budaya luar yang terus keluar masuk seenaknya saja di bangsa yang sangat menjunjung tinggi budaya dan adat-istiadat dahulu kala.

Sudah menjadi rahasia umum sekarang ini bahwa banyak pribadi-pribadi baru yang mencuat atas dasar ingin menjadi terus eksis di tengah masyarakat yang homogen, apapun mereka lakukan untuk menjadi pembeda dan ingin menjadi yang pertama demi terus mengeksiskan diri agar terus berada diatas.

Pertanyaanya apa yang harus kita lakukan ..? mengikuti arus dan tenggelam atau Menjadi Berani bertahan bahkan melawan atas budaya dan ideologi baru yang terus silih berganti menghantam bangsa ini. entahlah semua orang punya alasan tersendiri untuk terus bertahan, dan alasan yang tidak disepakati akan terus menjadi perdebatan diantara kita semua.

Namun bagiku, Menjadi Berani untuk terang-terangan melawan bukanlah cara yang terbaik untuk mempertahankan budaya bangsa yang kaya ini, Menjadi Berani dengan mengikuti trend sosial dan merubah halauan tersebut, merevolusi dan mengganti nilai tersebut dengan nilai-nilai bangsa ibu pertiwi ini adalah solusi yang terbaik.

Karena bukanlah yang kuat menantang yang akan menang, namun yang terus eksis ada dan yang dihargailah kekuatan sesungguhnya yang akan menang. Saat ini banyak para budayawan berteriak kekayaan budaya bangsa secara langsung dengan gaya egois. yang dibutuhkan generasi sekarang adalah berteriak budaya dengan informatif dan kreatif melalui gaya pada jaman sekarang. karena orang yang mengabaikan zaman yang ia tempati sama saja tak menghargai waktu sekarang, bagaimanapun alasannya menjadi benar. (imsat)







Kamis, 27 Agustus 2015

Sayap Baru Optimis !

                                                    ( illustrasi dan desain by imsat )



               Lama memang seusai diriku berjibaku dengan waktu dan sedikit bau akademis yang setiap waktu aku usahakan untuk meraihnya, namun hilang.
Ya, sewaktu lalu aku terlalu berambisi untuk masuk kedalam perguruan tinggi negeri idola setiap anak bangsa ini, entah itu di Jogjakarta, Bandung, bahkan di kotaku sendiri Semarang, namun aku telah gagal dalam perebutan kursi panas tersebut, terpental mental dan harapan indah lalu. dan sekarang menatap kedepan menjalani proses studi di perguruan tinggi negeri di kotaku Semarang.

Aku bersyukur masih ada sisa bangku kosong di perguruan tinggi negeri di kotaku yang masih memperbolehkanku bergabung belajar bersamanya. Masih banyak anak bangsa yang bertalenta luar biasa harus tersingkir dari kerasnya persaingan duduk dikursi akademis di perguruan tinggi negeri. entahlah memang itu nasib mereka atau salah para pemimpin kita.

Namun sekarang aku akan berdiri membawa jiwa yang optimis untuk terus berkarya dan melahirkan prestasi yang lebih dari luar biasa, aku yakin sangat bisa melakukan itu dan tugasku hanyalah konsisten dalam menjaga api kecil semangatku ini.

Harapanku dengan munculnya karya ini menjadi tanda baru akan kehidupanku diluar sana yang semakin keras dan semangat baru dalam menjalani semua perjalanan yang akan datang. ini adalah sebuah titik balik kegagalanku masa lalu, aku sudah dapat mengepakkan sayapku yang terluka.

Terimakasih kepada setiap orang yang menjadi perawat bulu-bulu kecilku yang rapuh, sekarang sayap ini mulai dapat dikepakkan kembali untuk menjadi guna.