Senin, 07 September 2015

Publik Penanggap Seni

                Mengapa ketika sebuah komunitas atau perorangan yang bergerak dibidang seni/kesenian bersemangat mengadakan acara gelar karya / pameran yang dirasa berkualitas bagi para penanggap seni namun faktanya sangat sedikit masyarakat yang tertarik mengunjungi acara tersebut? Mungkin bukan sekedar faktor siapa dan bagaimana kualitas karya yang ditampilkan, namun masih banyak alasan yang harus dijabarkan.

Salah satu sudut pandang yang menarik pembicaraan adalah ketika pada siapa karya seni itu ditujukan dan bagaimana keadaan subjek yang menjadi tujuan penikmat seni tersebut apakah mendapat pengetahuan yang layak dan memadahi sesuai kesenian / karya seni yang di suguhkan pada subjek tersebut ( dalam hal ini masyarakat umum ).

Didalam buku yang sedang saya baca Filsafat Seni oleh Jakob Sumardjo, salah satu syarat karya seni dapat disebut karya seni jika terjadi "Trilogi komunikasi" yang "baik dan benar" antara seniman sebagai subjek pencipta seni, karya seni, dan penerima seni sebagai subjek penerima ( dalam hal ini masyarakat umum ).

Menurutku dari salah satu syarat karya seni bisa disebutnya karya seni tersebut dapat mewakili jawaban mengapa masih kurangnya apresiasi dan atensi masyarakat terhadap kesenian/karya seni sendiri karena memang semua harus saling berkaitan baik antara pencipta, barang kesenian, dan penanggap seni.

Jadi bukan lagi salah satu masalah siapa dan bagaimana yang mengadakan gelaran karya seni tersebut ketika sepinya pengunjung yang menikmati acara gelaran karya seni, tetapi seberapa masyarakat tahu dan tertarik akan karya seni itulah yang memengaruhi jumlah atensi disebuah acara gelaran karya seni.

Karena bagiku sudah terlalu jauh jarak antara masyarakat yang mengerti nilai akan karya seni dengan seniman yang menciptakan karya seni tersebut, bagaimana bisa jika para seniman terus belajar dan meningkatkan ciptaan karya seni mereka dengan sangat baik, namun masyarakat yang notabene sebagai penanggap karya seni secara umum tidak tahu-menahu dan cenderung kurang simpatik pada karya seni dapat saling berhubungan seperti salah satu syarat disebutnya karya seni yaitu "Trilogi komunikasi".

Sebagai contoh bukanah hal yang tabu ketika semasa kecil kita lebih dianggap pintar jika menguasai pelajaran matematis/sains, dan pelajaran seni dikesampingkan begitu saja, ini dibuktikan dengan sampai saat ini porsi waktu belajar mata pelajaran keduanya sangat menunjukkan perbedaan yang bahkan dua atau tiga kali lebih banyak.

Begitu juga dimasyarakat sekarang pada umumnya, pengetahuan kesenian/karya seni dianggap tidak lebih berguna dari informasi terbaru politik jaman sekarang, padahal sebuah kebudayaan terbentuk dari karya seni yang secara berturut-turut dilakukan masyarakat secara bersama-sama yang membentuk kebiasaan dan menjadi budaya bagi masyarakat tersebut.

Jika begitu sedikit kenyataan yang ada, tidaklah mengherankan jika "Trilogi komunikasi" sebagai syarat dapat disebutnya sebuah karya seni tidak terpenuhi dengan baik dan benar, maka tidak mengherankan bahwa setiap gelaran karya seni yang ada akan terasa hambar dan anti klimaks bagi para seniman yang merasakannya.

Akhirnya dengan catatan ini kita tahu bahwa memang ada yang salah dari kegiatan gelaran karya seni yang telah banyak dilakukan para seniman ini, bahwa mengedukasi para penanggap seni dalam hal ini masyarakat adalah sangat penting, sebagai seniman yang baik tugas besarnya adalah banyak mengedukasi para penanggap seni untuk membagikan nilai-nilai karya seni yang baik dengan cara-cara kreatif agar dapat diterima pada semua kalangan masyarakat.

 Karena sebanyak, setinggi, dan sebagus apapun nila yang ingin disampaikan pada karya seni yang diciptakan oleh para seniman, jika masyarakat masih awam terhadap nilai seni maka akan banyak mereduksi nilai yang ada dalam karya tersebut dan mungkin hanya sebagian para penanggap seni saja yang akan dapat menikmati karya seni tersebut secara utuh. ( imsat )





Jumat, 28 Agustus 2015

Tulislah

                Jika saat ini banyak orang membicarakan narkotika, jika sekarang ini bangsa kita mendapat julukan baby smoker dunia, jika pula masih banyak penggusuran, pembunuhan, korupsi, prostitusi, bahkan eksploitasi dan lain sebagainya di dalam masyarakat bangsa kita, lalu seberapa besarkan yang membicarakan kesenian dan kebersamaan?

Berbicara seni seperti anak tiri yang dibicarakan ibu angkatnya, seperti menangkap asap dll. "baik diucap lenyap sekejap". Sudahlah alihkan saja pembahasan ini karena bukan saat yang tepat membicarakannya, karena saat ini aku hanya ingin menulis!

Siapa bilang menulis itu mudah? tidak sama sekali jika tidak langsung memulainnya !
untuk menggerakan jari-jemariku diatas keyboard ini aku sudah memikirkannya sejak subuh, dan ini sudah menunjukkan pukul 10.42 aku baru memulainnya, susah bukan hanya untuk tulisan sekelas ini!

                 Aku punya satu buku yang belum habis ku baca tentang " kekuatan menulis ", disana dibahas tentang tips & trik menulis, dan semua bab yang sudah aku bahas sebagian besar hanya menganjurkan untuk segeralah menulis. dan saat ini pun aku mempraktekannya, aku hanya ingin menulis dan tulislah.

Tapi saat ini setelah aku pikirkan kembali tentang tips menulis yang aku baca dibuku tersebut ternyata ada benarnya juga, kita tidak akan dapat menulis jika hanya memikirkannya saja, kita harus menulis sambil berfikir, dan tanpa sadar kita telah menulis sebuah tulisan.

Aku sangat terlalu banyak memikirkan sesuatu tanpa sadar waktuku habis hanya untuk berfikir, sedangkan menulis dituntut untuk lebih dulu bertindak lalu berfikir dalam artian kita harus memulai menulis dahulu kemudian baru diselangi dengan berfikir secara bersamaan, dan hal itu menjadi sangat baru bagi caraku bertindak dan memulai sesuatu, namun ternyata sangat efektif.

Begitu juga dengan memulai bidang kesenian yang lain, ternyata kita dituntut untuk bertindak dahulu baru diselangi berfikir untuk menemukan sesuatu yang baru dalam artian menggali kreatifitas, ya mungkin benar untuk memunculkan kreatifitas kita juga harus perlu rangsangan yang baik juga kan, dan langkah awal untuk merangsang kreatifitas adalah melakukan langkah awal untuk memulai kegiatan tersebut,

            Sekarang aku jadi tersadar akan perjuangan disiplin yang sangat kuat yang telah diterapkan orang-orang yang telah sukses menekuni dunia kreatifitas baik itu seni visual, sastra, musik, ataupun yang lainnya, mereka melakukan langkah awal yang sangat hebat setiap harinya dengan dipupuk komitmen dengan disiplin diri yang sangat tinggi untuk menyelesaikan karya kreatif mereka dari awal.

Mungkin pelajaran yang dapat aku petik dalam tulisanku kali ini adalah setiap orang besar pasti memiliki disiplin diri tinggi yang telah diterapkan pada dirinya, dan dipupuk dengan komitmen yang selalu menguatkannya untuk menyelesaikan karyanya dengan sebaik mungkin. Dan hal ini dapat menjadi pembelajaran baik terhadap diriku sendiri dan mungkin orang yang telah membaca tulisan kecilku ini. Terimakasih atas atensi yang telah diberikan. :)


Menjadi Berani

                                                            ( illustrasi/desain by imsat )

 
               Seiring berjalannya waktu, perubahan zaman modern terasa begitu cepatnya jika kita hanya menjadi penonton yang monoton, penikmat yang tak terpenjat dari silih bergantinya budaya luar yang terus keluar masuk seenaknya saja di bangsa yang sangat menjunjung tinggi budaya dan adat-istiadat dahulu kala.

Sudah menjadi rahasia umum sekarang ini bahwa banyak pribadi-pribadi baru yang mencuat atas dasar ingin menjadi terus eksis di tengah masyarakat yang homogen, apapun mereka lakukan untuk menjadi pembeda dan ingin menjadi yang pertama demi terus mengeksiskan diri agar terus berada diatas.

Pertanyaanya apa yang harus kita lakukan ..? mengikuti arus dan tenggelam atau Menjadi Berani bertahan bahkan melawan atas budaya dan ideologi baru yang terus silih berganti menghantam bangsa ini. entahlah semua orang punya alasan tersendiri untuk terus bertahan, dan alasan yang tidak disepakati akan terus menjadi perdebatan diantara kita semua.

Namun bagiku, Menjadi Berani untuk terang-terangan melawan bukanlah cara yang terbaik untuk mempertahankan budaya bangsa yang kaya ini, Menjadi Berani dengan mengikuti trend sosial dan merubah halauan tersebut, merevolusi dan mengganti nilai tersebut dengan nilai-nilai bangsa ibu pertiwi ini adalah solusi yang terbaik.

Karena bukanlah yang kuat menantang yang akan menang, namun yang terus eksis ada dan yang dihargailah kekuatan sesungguhnya yang akan menang. Saat ini banyak para budayawan berteriak kekayaan budaya bangsa secara langsung dengan gaya egois. yang dibutuhkan generasi sekarang adalah berteriak budaya dengan informatif dan kreatif melalui gaya pada jaman sekarang. karena orang yang mengabaikan zaman yang ia tempati sama saja tak menghargai waktu sekarang, bagaimanapun alasannya menjadi benar. (imsat)







Kamis, 27 Agustus 2015

Sayap Baru Optimis !

                                                    ( illustrasi dan desain by imsat )



               Lama memang seusai diriku berjibaku dengan waktu dan sedikit bau akademis yang setiap waktu aku usahakan untuk meraihnya, namun hilang.
Ya, sewaktu lalu aku terlalu berambisi untuk masuk kedalam perguruan tinggi negeri idola setiap anak bangsa ini, entah itu di Jogjakarta, Bandung, bahkan di kotaku sendiri Semarang, namun aku telah gagal dalam perebutan kursi panas tersebut, terpental mental dan harapan indah lalu. dan sekarang menatap kedepan menjalani proses studi di perguruan tinggi negeri di kotaku Semarang.

Aku bersyukur masih ada sisa bangku kosong di perguruan tinggi negeri di kotaku yang masih memperbolehkanku bergabung belajar bersamanya. Masih banyak anak bangsa yang bertalenta luar biasa harus tersingkir dari kerasnya persaingan duduk dikursi akademis di perguruan tinggi negeri. entahlah memang itu nasib mereka atau salah para pemimpin kita.

Namun sekarang aku akan berdiri membawa jiwa yang optimis untuk terus berkarya dan melahirkan prestasi yang lebih dari luar biasa, aku yakin sangat bisa melakukan itu dan tugasku hanyalah konsisten dalam menjaga api kecil semangatku ini.

Harapanku dengan munculnya karya ini menjadi tanda baru akan kehidupanku diluar sana yang semakin keras dan semangat baru dalam menjalani semua perjalanan yang akan datang. ini adalah sebuah titik balik kegagalanku masa lalu, aku sudah dapat mengepakkan sayapku yang terluka.

Terimakasih kepada setiap orang yang menjadi perawat bulu-bulu kecilku yang rapuh, sekarang sayap ini mulai dapat dikepakkan kembali untuk menjadi guna.

Sabtu, 04 April 2015

Children Pearl Heart

                Pagi tadi sekitar pukul enam tiga puluh menit aku mengeluarkan sepeda motor dari garasi dan langsung memanaskan mesinnya untuk kupakai pergi ke minimarket dekat rumah yang berjarak mungkin sekitar lima ratus meter dari rumah, ya tepatnya di seberang jalan raya yang jika pagi sering untuk lalu lalang anak sekolah.

               Cukup jarang diriku menyempatkan keluar dipagi hari untuk sekedar menikmati sibuknya kegiatan yang saat itu anak sekolah sangat antusias dan semangat untuk menyambut hari sabtu, ya karena tidak dipungkiri hari sabtu pastilah banyak anak sekolah yang menantikannya, selain pelajaran dikelas biasanya hanya pelajaran yang ringan dan waktunya yang singkat karena esoknya juga minggu.

               Saat dipererjalanan menuju mini market aku cukup sering melewati dan melihat anak SD yang bergerombol dengan senang hati bercanda sambil menuju sekolah mereka, ya karena jalan yang aku lewati mengarah pada salah satu Sekolah Dasar yang letaknya mungkin 100 meter saja dari rumahku. Melihat ekspresi mereka tertawa tersenyum bahkan ada yang masih jutek dengan teman atau entah siapa namun sangat membuatku terhibur dan mungkin menyejukkan hati.

             Aku sangat suka dengan tingkah laku anak kecil, mereka seakan menjalani hidup mengalir dengan optimis begitu saja dan seakan biarkan hari esok Tuhan yang menentukan namun akulah yang menjalaninya, mereka sangat pintar menyembunyikan rasa cemas namun mampu memberi keperercayaan yang lebih ketika mereka memang benar takut.

            Pastilah dari kita mengalami proses yang seperti itu, namun tentunya kita harus meninggalkan proses tersebut dan menyesuaikan dengan waktu dan keadaan. Maka dari itu bagiku anak-anak adalah sebuah proses yang amat sangat berharga, semua kepribadian kita terbentuk dari saat kita masih anak-anak dan itu tertanam dalam diri kita selama kita tidak merubahnya.

           Keadaan yang sedikit berbeda aku jumpai ketika menemukan segerombolan anak SMA yang mungkin terlihat sangat dengan dirinya, ya karena di depan mini market tersebut memang biasa dipakai untuk menunggu beberapa angkutan umum untuk mengantar mereka ke sekolah masing-masing setiap pagi, juga disediakan beberapa meja kursi dan koneksi wifi di area mini market tersebut untuk sekedar memanjakan para pelanggan mini market tersebut.

          Ada yang sibuk meminkan gadget mereka , membenahi rambut yang mulai berantakan, memegang erat tas cangking branded di pelukan, atau sekedar ngobrol sekenanya yang mungkin untuk memecah keadaan yang agak terlihat ramai. oiya memang daerah tersebut jalan utama untuk menuju sedikitnya 4 SMA dan 3 SMP yang sebagian menjadi favorit, maka tidak heran jika jalan tersebut setiap pagi selalu ramai dengan anak sekolah.

          Hal berbeda yang aku temui ketika melihat kebanyakan dari raut wajah mereka, tampak cuek, kadang lesu, ada yang mungkin khawatir akan perjalanan mereka yang terhambat karena terlalu penuhnya angkutan yang selalu mereka jumpai, namun tetap masih ada yang masih rela membagi tawanya pada teman - teman sekitar. aku tidak tahu pasti apakah mereka kebanyakan pada sekolah yang sama karena baju pramuka yang mereka gunakan sama. atau memang belum saling mengenal maka tidak banyak bicara.

         Namun satu yang pasti, raut wajah anak SMA yang beranjak dewasa tersebut tampak tersamarkan dengan para pejalan kaki yang menggunakan baju kantor ataupun kaos oblong biasa. Ya mungkin memang sedang  melewati proses pencarian jati diri sebenarnya, bagaimana karakter terbentuk dengan kebiasaan dan lingkungan sekitar, aku pun juga begitu masih benar-benar mencari wajah baru bagi duniaku kelak seperti apa, dan aku akan sangat menjaganya agar menjadi lebih baik lagi.

          Apapun bahasan yang saat ini kita lakukan, apapun latar belakang dan kejadian  yang sudah kita lewati bagiku itu semua pelajaran yang memang harus kita lewati, kesempatan tidak datang dua kali, begitu juga dengan masa kecil kita yang menyenangkan tidak akan pernah kembali, Namun kita masih bisa membagi dan menunjukan kebahagian kecil kita dengan generasi yang selanjutnya, Dan aku salah satu orang yang sangat senang pamer kebahagian waktu kecil dengan anak kecil berharap mereka tahu akan hal yang mereka tidak temukan di jaman sekarang.

         Sudah sewajaranya kalau kita harus menjaga dengan penuh sayang pada anak-anak sekitar kita, mereka adalah generasi penerus kita yang masih suci masa depannya, dan harusnya kita tahu bahwa masa pertumbuhan pada anak kecil bukan hanya pada fisik namun psikis atau psikologi anak juga tumbuh, aku pernah baca ada sebuah buku psikologi milik kakakku bahwa sisi psikologis seseorang ditentukan bagaimana dengan masa kecil seseorang, jadi psikologis seseorang sebenarnya tidak berkembang banyak pada saat terbentuknya pada saat anak-anak.
Maka dari itu aku sangat tidak setuju pada seseorang yang selalu memarahi anaknya dengan tujuan mendisiplinkan anak tersebut, tindakan tersebut bisa menjadi traumatik berlebih bagi anak hingga usia dewasa.

           Ya satu pesan yang sangat ingin aku sampaikan adalah karena masa anak-anak adalah tempat pembentukan pribadi yang sebenarnya, anak-anak adalah satu aset berharga bagi setiap makhluk di dunia ini " Children is a Pearl Heart "

Salaam Kreatiiff Untuk Setiap Anak Bangsaa !
         

           

Jumat, 03 April 2015

( illustrasi by imsat )

             Innalillahi wa' innalillahirojiun, Manusia memang hanya berusaha, Namun semua kenyataan Tuhan Allah SWT yang menuntun dan menentukan jalan bagi semua ciptaannya. 
Mungkin ungkapan tersebut akan sangat bermakna dan abadi melekat pada kita semua, Yang hidup juga akan mati. karena siklus kehidupan terus bergulir sampai waktu yang ditentukan oleh Tuhan.

Sekarang kita bisa tertawa , esok apakah tau bahwa ujian telah dipersiapkan oleh sang Kuasa dan lusa pun bukan berarti bisa memungkiri kenyataan bahwa kita harus pergi.

Selamat jalan Olga Syahputra, Kebaikan yang ditanam akan membuahkan hasil, Semoga ditempatkan  terbaik atas semua amal ibadah dan kebaikanmu di sisi Allah SWT.
Amin ya robbal alamin.

            

Disebut Kuat Bukan Karena Otot

                Judul kali ini agak sedikit personal dari kebiasaanku saat ini nih, sebenernya itu adalah salah satu kalimat yang aku kutip dari salah satu motivator besar di tanah air yang ketenarannya mungkin sangat berlebih karena membawakan salah satu acara motivator paling bergengsi dan kemungkinan hingga internasional. Ya bapak Mario Teguh, Salah satu orang yang sedikit banyak mempengaruhi hidupku saat ini.

              Oiya kali ini bertepatan dengan hari besar Paskah bagi umat Kristiani, Saya pribadi mengucapkan selamat merayakan bagi temen-temen yang merayakan, Ya mungkin banyak temenku yang merayakan karena dulu aku termasuk alumni DO di salah satu Universitas Katolik di Semarang, hehehe..

              Mungkin tidak sedikit dari temen-temen sekalian mempunyai masalah dengan mood dan rasa males yang berlebih, ya itu termasuk juga saya hehehe, Tidak dipungkiri bahwa aku salah satu orang yang punya masalah malas yang berlebih begitu juga dengan mood yang tak tentu arahnya, Namun demikian aku sangat produktif untuk mencari gagasan dan ide baru ya bisa dibilang sedikit kreatif diatas rata-rata namun aku terlalu kesulitan untuk mengontrol dan merealisasikan ide-ideku yang seakan terus mendobrak-dobrak dari dalam kepala.

              Ya bisa dibilang setiap harinya aku hampir selalu memikirkan apa yang aku akan lakukan hari berikutnya, namun tidak jarang pula pemikiran dan ide untuk hari besok masih bisa dilaksanakan besok lusa bahkan tertunda entah sampai kapan, hmmmm

              Kelebihanku adalah salah satunya selalu banyak ide atau planning yang keluar dengan begitu banyak ragamnya, selalu membuatku tersenyum dan bangga akan pemikiranku tersebut dan yakin bahwa itu sangat baik bagiku dan sesama, Namun kekurangan yang selalu membayangiku yaitu waktu pelaksanaan yang selalu meleset dari rencana yang selalu aku buat sendiri.

            Memang tidak akan merugikan siapapun, karena gagasan tersebut masih menjadi konsumsi pribadi sendiri dan yang menentukan masih diriku sendiri, namun kadang aku merasa jengkel pada diriku ini, kenapa sangat susah sekali untuk berdisiplin terutama soal waktu.

         Ya bisa dibilang aku masih sangat susah untuk berdisiplin pada diri sendiri, terutama pada saat aku berada dirumah, yang secara psikologis tempat yang paling nyaman bagi pribadi seseorang, Aku sangat ingin kejam pada diriku sendiri untuk dapat menjadi lebih baik, namun selalu gagal !
aku telah banyak membaca tentang kesuksesan dari orang lain dan semua pasti berasal dari kedisiplinan yang ia tanamkan pada diri sendiri bagaimanapun caranya.

         Mungkin benar karena pak Mario Teguh " Disebut Kuat Bukan Karena Otot " ya banyak orang mengatakan " musuh terbesar adalah mengalahkan diri sendiri " dan menurutku itu sangat benar, masih susah bagiku saat ini untukku menngalahkan ego dan membangun kedisiplinan pribadi bagi diriku sendiri, dan itu hanya aku yang merasakannya.

          Semoga dengan berjalannya waktu diriku semakin kuat dan lebih kuat lagi untuk mengalahkan ego dan kedisiplinan diriku sendiri agar bisa menjadi semakin kuat, ya kuat yang memungkinkan pada diriku saat ini mungkin itu, karena melihat badanku yang mempunyai berat 55 dengan tinggi 173 rasanya otot pun juga harus banyak olahraga, hehehee

Salaam kreatiiiff sampaai matii,