Pagi tadi sekitar pukul enam tiga puluh menit aku mengeluarkan sepeda motor dari garasi dan langsung memanaskan mesinnya untuk kupakai pergi ke minimarket dekat rumah yang berjarak mungkin sekitar lima ratus meter dari rumah, ya tepatnya di seberang jalan raya yang jika pagi sering untuk lalu lalang anak sekolah.
Cukup jarang diriku menyempatkan keluar dipagi hari untuk sekedar menikmati sibuknya kegiatan yang saat itu anak sekolah sangat antusias dan semangat untuk menyambut hari sabtu, ya karena tidak dipungkiri hari sabtu pastilah banyak anak sekolah yang menantikannya, selain pelajaran dikelas biasanya hanya pelajaran yang ringan dan waktunya yang singkat karena esoknya juga minggu.
Saat dipererjalanan menuju mini market aku cukup sering melewati dan melihat anak SD yang bergerombol dengan senang hati bercanda sambil menuju sekolah mereka, ya karena jalan yang aku lewati mengarah pada salah satu Sekolah Dasar yang letaknya mungkin 100 meter saja dari rumahku. Melihat ekspresi mereka tertawa tersenyum bahkan ada yang masih jutek dengan teman atau entah siapa namun sangat membuatku terhibur dan mungkin menyejukkan hati.
Aku sangat suka dengan tingkah laku anak kecil, mereka seakan menjalani hidup mengalir dengan optimis begitu saja dan seakan biarkan hari esok Tuhan yang menentukan namun akulah yang menjalaninya, mereka sangat pintar menyembunyikan rasa cemas namun mampu memberi keperercayaan yang lebih ketika mereka memang benar takut.
Pastilah dari kita mengalami proses yang seperti itu, namun tentunya kita harus meninggalkan proses tersebut dan menyesuaikan dengan waktu dan keadaan. Maka dari itu bagiku anak-anak adalah sebuah proses yang amat sangat berharga, semua kepribadian kita terbentuk dari saat kita masih anak-anak dan itu tertanam dalam diri kita selama kita tidak merubahnya.
Keadaan yang sedikit berbeda aku jumpai ketika menemukan segerombolan anak SMA yang mungkin terlihat sangat dengan dirinya, ya karena di depan mini market tersebut memang biasa dipakai untuk menunggu beberapa angkutan umum untuk mengantar mereka ke sekolah masing-masing setiap pagi, juga disediakan beberapa meja kursi dan koneksi wifi di area mini market tersebut untuk sekedar memanjakan para pelanggan mini market tersebut.
Ada yang sibuk meminkan gadget mereka , membenahi rambut yang mulai berantakan, memegang erat tas cangking branded di pelukan, atau sekedar ngobrol sekenanya yang mungkin untuk memecah keadaan yang agak terlihat ramai. oiya memang daerah tersebut jalan utama untuk menuju sedikitnya 4 SMA dan 3 SMP yang sebagian menjadi favorit, maka tidak heran jika jalan tersebut setiap pagi selalu ramai dengan anak sekolah.
Hal berbeda yang aku temui ketika melihat kebanyakan dari raut wajah mereka, tampak cuek, kadang lesu, ada yang mungkin khawatir akan perjalanan mereka yang terhambat karena terlalu penuhnya angkutan yang selalu mereka jumpai, namun tetap masih ada yang masih rela membagi tawanya pada teman - teman sekitar. aku tidak tahu pasti apakah mereka kebanyakan pada sekolah yang sama karena baju pramuka yang mereka gunakan sama. atau memang belum saling mengenal maka tidak banyak bicara.
Namun satu yang pasti, raut wajah anak SMA yang beranjak dewasa tersebut tampak tersamarkan dengan para pejalan kaki yang menggunakan baju kantor ataupun kaos oblong biasa. Ya mungkin memang sedang melewati proses pencarian jati diri sebenarnya, bagaimana karakter terbentuk dengan kebiasaan dan lingkungan sekitar, aku pun juga begitu masih benar-benar mencari wajah baru bagi duniaku kelak seperti apa, dan aku akan sangat menjaganya agar menjadi lebih baik lagi.
Apapun bahasan yang saat ini kita lakukan, apapun latar belakang dan kejadian yang sudah kita lewati bagiku itu semua pelajaran yang memang harus kita lewati, kesempatan tidak datang dua kali, begitu juga dengan masa kecil kita yang menyenangkan tidak akan pernah kembali, Namun kita masih bisa membagi dan menunjukan kebahagian kecil kita dengan generasi yang selanjutnya, Dan aku salah satu orang yang sangat senang pamer kebahagian waktu kecil dengan anak kecil berharap mereka tahu akan hal yang mereka tidak temukan di jaman sekarang.
Sudah sewajaranya kalau kita harus menjaga dengan penuh sayang pada anak-anak sekitar kita, mereka adalah generasi penerus kita yang masih suci masa depannya, dan harusnya kita tahu bahwa masa pertumbuhan pada anak kecil bukan hanya pada fisik namun psikis atau psikologi anak juga tumbuh, aku pernah baca ada sebuah buku psikologi milik kakakku bahwa sisi psikologis seseorang ditentukan bagaimana dengan masa kecil seseorang, jadi psikologis seseorang sebenarnya tidak berkembang banyak pada saat terbentuknya pada saat anak-anak.
Maka dari itu aku sangat tidak setuju pada seseorang yang selalu memarahi anaknya dengan tujuan mendisiplinkan anak tersebut, tindakan tersebut bisa menjadi traumatik berlebih bagi anak hingga usia dewasa.
Ya satu pesan yang sangat ingin aku sampaikan adalah karena masa anak-anak adalah tempat pembentukan pribadi yang sebenarnya, anak-anak adalah satu aset berharga bagi setiap makhluk di dunia ini " Children is a Pearl Heart "
Salaam Kreatiiff Untuk Setiap Anak Bangsaa !
Sabtu, 04 April 2015
Jumat, 03 April 2015
( illustrasi by imsat )
Innalillahi wa' innalillahirojiun, Manusia memang hanya berusaha, Namun semua kenyataan Tuhan Allah SWT yang menuntun dan menentukan jalan bagi semua ciptaannya.
Mungkin ungkapan tersebut akan sangat bermakna dan abadi melekat pada kita semua, Yang hidup juga akan mati. karena siklus kehidupan terus bergulir sampai waktu yang ditentukan oleh Tuhan.
Sekarang kita bisa tertawa , esok apakah tau bahwa ujian telah dipersiapkan oleh sang Kuasa dan lusa pun bukan berarti bisa memungkiri kenyataan bahwa kita harus pergi.
Selamat jalan Olga Syahputra, Kebaikan yang ditanam akan membuahkan hasil, Semoga ditempatkan terbaik atas semua amal ibadah dan kebaikanmu di sisi Allah SWT.
Amin ya robbal alamin.
Disebut Kuat Bukan Karena Otot
Judul kali ini agak sedikit personal dari kebiasaanku saat ini nih, sebenernya itu adalah salah satu kalimat yang aku kutip dari salah satu motivator besar di tanah air yang ketenarannya mungkin sangat berlebih karena membawakan salah satu acara motivator paling bergengsi dan kemungkinan hingga internasional. Ya bapak Mario Teguh, Salah satu orang yang sedikit banyak mempengaruhi hidupku saat ini.
Oiya kali ini bertepatan dengan hari besar Paskah bagi umat Kristiani, Saya pribadi mengucapkan selamat merayakan bagi temen-temen yang merayakan, Ya mungkin banyak temenku yang merayakan karena dulu aku termasuk alumni DO di salah satu Universitas Katolik di Semarang, hehehe..
Mungkin tidak sedikit dari temen-temen sekalian mempunyai masalah dengan mood dan rasa males yang berlebih, ya itu termasuk juga saya hehehe, Tidak dipungkiri bahwa aku salah satu orang yang punya masalah malas yang berlebih begitu juga dengan mood yang tak tentu arahnya, Namun demikian aku sangat produktif untuk mencari gagasan dan ide baru ya bisa dibilang sedikit kreatif diatas rata-rata namun aku terlalu kesulitan untuk mengontrol dan merealisasikan ide-ideku yang seakan terus mendobrak-dobrak dari dalam kepala.
Ya bisa dibilang setiap harinya aku hampir selalu memikirkan apa yang aku akan lakukan hari berikutnya, namun tidak jarang pula pemikiran dan ide untuk hari besok masih bisa dilaksanakan besok lusa bahkan tertunda entah sampai kapan, hmmmm
Kelebihanku adalah salah satunya selalu banyak ide atau planning yang keluar dengan begitu banyak ragamnya, selalu membuatku tersenyum dan bangga akan pemikiranku tersebut dan yakin bahwa itu sangat baik bagiku dan sesama, Namun kekurangan yang selalu membayangiku yaitu waktu pelaksanaan yang selalu meleset dari rencana yang selalu aku buat sendiri.
Memang tidak akan merugikan siapapun, karena gagasan tersebut masih menjadi konsumsi pribadi sendiri dan yang menentukan masih diriku sendiri, namun kadang aku merasa jengkel pada diriku ini, kenapa sangat susah sekali untuk berdisiplin terutama soal waktu.
Ya bisa dibilang aku masih sangat susah untuk berdisiplin pada diri sendiri, terutama pada saat aku berada dirumah, yang secara psikologis tempat yang paling nyaman bagi pribadi seseorang, Aku sangat ingin kejam pada diriku sendiri untuk dapat menjadi lebih baik, namun selalu gagal !
aku telah banyak membaca tentang kesuksesan dari orang lain dan semua pasti berasal dari kedisiplinan yang ia tanamkan pada diri sendiri bagaimanapun caranya.
Mungkin benar karena pak Mario Teguh " Disebut Kuat Bukan Karena Otot " ya banyak orang mengatakan " musuh terbesar adalah mengalahkan diri sendiri " dan menurutku itu sangat benar, masih susah bagiku saat ini untukku menngalahkan ego dan membangun kedisiplinan pribadi bagi diriku sendiri, dan itu hanya aku yang merasakannya.
Semoga dengan berjalannya waktu diriku semakin kuat dan lebih kuat lagi untuk mengalahkan ego dan kedisiplinan diriku sendiri agar bisa menjadi semakin kuat, ya kuat yang memungkinkan pada diriku saat ini mungkin itu, karena melihat badanku yang mempunyai berat 55 dengan tinggi 173 rasanya otot pun juga harus banyak olahraga, hehehee
Salaam kreatiiiff sampaai matii,
Oiya kali ini bertepatan dengan hari besar Paskah bagi umat Kristiani, Saya pribadi mengucapkan selamat merayakan bagi temen-temen yang merayakan, Ya mungkin banyak temenku yang merayakan karena dulu aku termasuk alumni DO di salah satu Universitas Katolik di Semarang, hehehe..
Mungkin tidak sedikit dari temen-temen sekalian mempunyai masalah dengan mood dan rasa males yang berlebih, ya itu termasuk juga saya hehehe, Tidak dipungkiri bahwa aku salah satu orang yang punya masalah malas yang berlebih begitu juga dengan mood yang tak tentu arahnya, Namun demikian aku sangat produktif untuk mencari gagasan dan ide baru ya bisa dibilang sedikit kreatif diatas rata-rata namun aku terlalu kesulitan untuk mengontrol dan merealisasikan ide-ideku yang seakan terus mendobrak-dobrak dari dalam kepala.
Ya bisa dibilang setiap harinya aku hampir selalu memikirkan apa yang aku akan lakukan hari berikutnya, namun tidak jarang pula pemikiran dan ide untuk hari besok masih bisa dilaksanakan besok lusa bahkan tertunda entah sampai kapan, hmmmm
Kelebihanku adalah salah satunya selalu banyak ide atau planning yang keluar dengan begitu banyak ragamnya, selalu membuatku tersenyum dan bangga akan pemikiranku tersebut dan yakin bahwa itu sangat baik bagiku dan sesama, Namun kekurangan yang selalu membayangiku yaitu waktu pelaksanaan yang selalu meleset dari rencana yang selalu aku buat sendiri.
Memang tidak akan merugikan siapapun, karena gagasan tersebut masih menjadi konsumsi pribadi sendiri dan yang menentukan masih diriku sendiri, namun kadang aku merasa jengkel pada diriku ini, kenapa sangat susah sekali untuk berdisiplin terutama soal waktu.
Ya bisa dibilang aku masih sangat susah untuk berdisiplin pada diri sendiri, terutama pada saat aku berada dirumah, yang secara psikologis tempat yang paling nyaman bagi pribadi seseorang, Aku sangat ingin kejam pada diriku sendiri untuk dapat menjadi lebih baik, namun selalu gagal !
aku telah banyak membaca tentang kesuksesan dari orang lain dan semua pasti berasal dari kedisiplinan yang ia tanamkan pada diri sendiri bagaimanapun caranya.
Mungkin benar karena pak Mario Teguh " Disebut Kuat Bukan Karena Otot " ya banyak orang mengatakan " musuh terbesar adalah mengalahkan diri sendiri " dan menurutku itu sangat benar, masih susah bagiku saat ini untukku menngalahkan ego dan membangun kedisiplinan pribadi bagi diriku sendiri, dan itu hanya aku yang merasakannya.
Semoga dengan berjalannya waktu diriku semakin kuat dan lebih kuat lagi untuk mengalahkan ego dan kedisiplinan diriku sendiri agar bisa menjadi semakin kuat, ya kuat yang memungkinkan pada diriku saat ini mungkin itu, karena melihat badanku yang mempunyai berat 55 dengan tinggi 173 rasanya otot pun juga harus banyak olahraga, hehehee
Salaam kreatiiiff sampaai matii,
Sabtu, 28 Maret 2015
Konseptual Ide
Berawal dari pagi yang indah yang sedang aku lewati hari ini, seketika aku bergegas mematikan alarm handphone yang berada di sampingku disaat aku tidur tadi malam, sedikit aku menilik angka di handphone tersebut menunjukan pukul 04.43 selang beberapa detik adzan subuh pun berkumandang saling bersahutan seakan memaksa kita untuk terus bangun dan sejenak menyapaa sang khalik.
Memang dasarnya diriku ini salah satu yang termasuk orang malas, maka setelah tau akan pertanda pagi menjelang bukan langsung bergegas bangun melainkan menunda dan mengulur waktu sendiri, seakan otakku berbisik dan menoleransi keadaan dengan imbalan bahwa hanya sebentar saja kok, namun kenyataan berkata lain, selalu saja aku bangun kesiangan. saat itu sekitar pukul 05.30 aku baru bisa beranjak dari tempat tidurku dan langsung mengambil air wudhu, untuk sejenak menyapa Tuhanku Yang Maha Kuasa.
Setelah aktifitas pagi berhasil aku tunaikan, saatnya untuk berangkat pada rutinitas setiap hari, Namun dalam perjalanan hatiku terus terusik oleh tanggung jawab dan tantangan yang harus aku selesaikan pada akhir bulan nanti. padahal masih kurang tiga hari dimulai dari sekarang. Apa sih sebenarnya misi dan tantanganku kali ini ? Lomba !
Ya ! akhir-akhir ini aku teringat pada ajakan mengikuti sebuah acara lomab desain illustrasi dengan tema " Colour in Humanity " sebenernya sampai sekarang pun aku masih bingung mau seperti apa konsep yang akan aku kembangkan dengan tema yang telah ditentukan diatas. cukup rumit juga sih tapi menarik, Oiya sekedar informasi lomba tersebut diadakan oleh salah satu program studi DKV di salah satu Universitas Swasta di Semarang, Acara tersebut sebenernya acara Dies Natalis program studi tersebut.
Kembali pada pencarian konsep yang akan aku gunakan dalam mengikuti lomba tersebut, Konsep pertama kali yang muncul di benakku adalah mengeksplorasi keramaian dan kemacetan kota semarang, lebih tepatnya daerah Jatingaleh yang saat ini terkenal sangat macet pada jam-jam pulang-pergi pekerja. Di konsep tersebut sangkutan dari tema " Colour in Humanity " yaitu walapun kita dibatasi oleh suatu masalah bersama, namun tetap saja kita harus menghadapi dan memecahkan masalah itu sendiri, sebab di tengah kemacetan yang tinggi jika kita hanya bergantung pada saat jalannya kendaraan dan tidak mengeksplor jalan tersebut maka kita akan tetap sama saja dengan pengendara lain di tempat yang terus sama.
Berikutnya konsep yang muncul terlintas di kepalaku yaitu menampilkan sebuah bangunan ikon Kota Semarang, bukan Lawang Sewu melainkan Tugu Muda, Jadi aku ingin memvisualkan Tugu Muda Kota Semarang di renovasi menjadi sebuah gedung Sejarah, Seni dan Museum Kota, dengan fitur yang sangat canggih dan modern, memiliki dua buah puncak yang sama tinggi namun pada satu pondasi, kemudian nuansa hijau mengelilingi bangunan tersebut dengan lalulintas yang sangat modern dan ramah lingkungan, Kemudian banyak area bermain bagi warga dan tidak terhalang oleh lalulintas yang ada. Seruu kaan, hhehehehe
Sebenernya masih banyak lagi konsep yang aku bayangkan untuk membuat Artwork tersebut, namun salah satu kekurangan dan kejelekannku adalah ketika telah banyak menemukan ide dan mungkin karena terlalu banyak yang ingin diwujudkan malah berdampak susah keluarnya ide tersebut untuk aku visualisasikan. Yah juga karena faktor malas yang berlebih juga tentunya , Ah sudahlah aku tak mau selalu menyalahkan diriku sendiri. hehehe
Mungkin kesimpulan dari tulisanku ini yaitu sebenernya kita tidak dibatasi oleh ide untuk menciptakan atau mengkreasikan sesuatu, juga tidak dibatas dengan peralatan yang ada, Namun faktor yang sangat mendasar dari terbelenggunya ide dan seakan kita kurang inovasi untuk menciptakan sesuatu adalah karena pada mindset diri kita sendiri yang malas untuk melakukannya, Ya! memang karena kita malas untuk memulai sesuatu itulah yang pada akhirnya kita menyalahkan pada sosok ide yang tidak kunjung keluar. Dan menurutku itu salah !
Banyak hal yang aku telah lewati dalam cara untuk menemukan permasalahan tentang bagaimana ide sulit untuk ditelurkan hasilnya, namun kenyataanya rasa malas untuk melakukan sesutu lah faktor utama yang membelenggu ide itu sendiri. Ya setidaknya aku mulai paham pada diriku sendiri dan semoga saja ini menjadi langkah awalku untuk dapat terus mengembangkan potensi yang ada pada diriku ini.
Salaam Kreatiiff sampai matii, Semaaangaat !!
Memang dasarnya diriku ini salah satu yang termasuk orang malas, maka setelah tau akan pertanda pagi menjelang bukan langsung bergegas bangun melainkan menunda dan mengulur waktu sendiri, seakan otakku berbisik dan menoleransi keadaan dengan imbalan bahwa hanya sebentar saja kok, namun kenyataan berkata lain, selalu saja aku bangun kesiangan. saat itu sekitar pukul 05.30 aku baru bisa beranjak dari tempat tidurku dan langsung mengambil air wudhu, untuk sejenak menyapa Tuhanku Yang Maha Kuasa.
Setelah aktifitas pagi berhasil aku tunaikan, saatnya untuk berangkat pada rutinitas setiap hari, Namun dalam perjalanan hatiku terus terusik oleh tanggung jawab dan tantangan yang harus aku selesaikan pada akhir bulan nanti. padahal masih kurang tiga hari dimulai dari sekarang. Apa sih sebenarnya misi dan tantanganku kali ini ? Lomba !
Ya ! akhir-akhir ini aku teringat pada ajakan mengikuti sebuah acara lomab desain illustrasi dengan tema " Colour in Humanity " sebenernya sampai sekarang pun aku masih bingung mau seperti apa konsep yang akan aku kembangkan dengan tema yang telah ditentukan diatas. cukup rumit juga sih tapi menarik, Oiya sekedar informasi lomba tersebut diadakan oleh salah satu program studi DKV di salah satu Universitas Swasta di Semarang, Acara tersebut sebenernya acara Dies Natalis program studi tersebut.
Kembali pada pencarian konsep yang akan aku gunakan dalam mengikuti lomba tersebut, Konsep pertama kali yang muncul di benakku adalah mengeksplorasi keramaian dan kemacetan kota semarang, lebih tepatnya daerah Jatingaleh yang saat ini terkenal sangat macet pada jam-jam pulang-pergi pekerja. Di konsep tersebut sangkutan dari tema " Colour in Humanity " yaitu walapun kita dibatasi oleh suatu masalah bersama, namun tetap saja kita harus menghadapi dan memecahkan masalah itu sendiri, sebab di tengah kemacetan yang tinggi jika kita hanya bergantung pada saat jalannya kendaraan dan tidak mengeksplor jalan tersebut maka kita akan tetap sama saja dengan pengendara lain di tempat yang terus sama.
Berikutnya konsep yang muncul terlintas di kepalaku yaitu menampilkan sebuah bangunan ikon Kota Semarang, bukan Lawang Sewu melainkan Tugu Muda, Jadi aku ingin memvisualkan Tugu Muda Kota Semarang di renovasi menjadi sebuah gedung Sejarah, Seni dan Museum Kota, dengan fitur yang sangat canggih dan modern, memiliki dua buah puncak yang sama tinggi namun pada satu pondasi, kemudian nuansa hijau mengelilingi bangunan tersebut dengan lalulintas yang sangat modern dan ramah lingkungan, Kemudian banyak area bermain bagi warga dan tidak terhalang oleh lalulintas yang ada. Seruu kaan, hhehehehe
Sebenernya masih banyak lagi konsep yang aku bayangkan untuk membuat Artwork tersebut, namun salah satu kekurangan dan kejelekannku adalah ketika telah banyak menemukan ide dan mungkin karena terlalu banyak yang ingin diwujudkan malah berdampak susah keluarnya ide tersebut untuk aku visualisasikan. Yah juga karena faktor malas yang berlebih juga tentunya , Ah sudahlah aku tak mau selalu menyalahkan diriku sendiri. hehehe
Mungkin kesimpulan dari tulisanku ini yaitu sebenernya kita tidak dibatasi oleh ide untuk menciptakan atau mengkreasikan sesuatu, juga tidak dibatas dengan peralatan yang ada, Namun faktor yang sangat mendasar dari terbelenggunya ide dan seakan kita kurang inovasi untuk menciptakan sesuatu adalah karena pada mindset diri kita sendiri yang malas untuk melakukannya, Ya! memang karena kita malas untuk memulai sesuatu itulah yang pada akhirnya kita menyalahkan pada sosok ide yang tidak kunjung keluar. Dan menurutku itu salah !
Banyak hal yang aku telah lewati dalam cara untuk menemukan permasalahan tentang bagaimana ide sulit untuk ditelurkan hasilnya, namun kenyataanya rasa malas untuk melakukan sesutu lah faktor utama yang membelenggu ide itu sendiri. Ya setidaknya aku mulai paham pada diriku sendiri dan semoga saja ini menjadi langkah awalku untuk dapat terus mengembangkan potensi yang ada pada diriku ini.
Salaam Kreatiiff sampai matii, Semaaangaat !!
Selasa, 24 Maret 2015
Malam Tadi
Semalam aku ingat ketika ingin melanjutkan menulis lagi, sekitar pukul sembilan malam namun ketika menatap layar laptop kenapa mataku terasa pedih, ya kerena kupikir aku terlalu banyak menatap layar monior, karena dikantorpun kerjaanku sebagai desainer grafis, yang setengah hari dalam sehari kuhabiskan menatap layar monitor, jadi mungkin karena faktor tersebut mataku jadi pedih ketika ingin melanjutkan tulisan dirumah.
Mungkin karena dirasa butuh istirahat sejenak aku langsung saja menghempaskan tubuhku di tempat tidur, memejamkan mata seketika berharap beberapa menit kemudian aku dapat terbangun dan dengan kondisi segar dapat melanjutkan kegiatan yang ingin aku lakukan saat itu, Ya karena kegiatanku yang aku buat saat itu karena aku ingin melakukannya, seperti kebanyakan kegiatanku yang aku lakukan yang mungkin secara spontanitas, namun aku berharap itu akan menjadi suatu kebiasaanku yang baik dimasa depan.
Ku putar lagu dari handphone ku berharap dapat menambah rileksasi yang aku butuhkan saat itu, namun kenapa suara spikernya terasa kasar sekali? lalu aku ingat bahwa ada headset yang tertinggal di dekat dengan meja laptop yang ada di bawah kasurku. kuraih dengan penuh kesabaran dari atas kasurku karena saat itu cukup malas hanya untuk menapakkan kaki dilantai, hehehe Hap akhirnya kudapatkan dan seketika itu tidurku ditemani lagu yang kuputar lewat headset, cukup enak suaranya menjadikan semakin terlarut dan mengantuk.
Tak terasa ketika sudah beberapa lagu berganti ditelingaku, ternyata aku semakin larut waktu itu dan malah menjadi tertidur dan melupakan kegitan yang seharusnya aku lakukan saat itu, Cukup sering aku melalaikan waktu dengan cara-cara tersebut terutama tertidur diwaktu ingin beristirahat sejenak. Yah aku sampai tak tahan dengan kebiasaanku tersebut dan bingung cara terbaik untuk menghentikannya.
Aku sangat ingat sekali saat konflik dan beradu argumen pada kedua orangtua ku, ketika itu aku sangat mempertahankan egoku untuk dapat masuk dan menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada Jogyakarta berharap bisa meyakinkan mereka bahwa pilihanku itu yang terbaik untukku. Adu argumen yang keras pun semakin terjadi karena dari kami tidak ada yang ingin mengerti apa yang sebenarnya di inginkan dari kami. Ya ! itu adalah sepenggal cerita mimpiku semalam yang menurutku sangat bermakna dihari yang sangat spesial di hidupku. dan semoga menjadi pertanda yang baik.
Ketika aku berlayar bersama mimpiku semalam, tak kusangka jam setengah dua malam aku terbangun kembali, aku tak tau pasti faktor apa yang membangunkanku tadi malam, Namun yang pasti saat itu aku langsung teringat oleh kegiatan yang akan aku lakukan telah tertunda dalam karena tertidur, saat itu aku masih merasa berat untuk membuka mata lebar-lebar dan beranjak dari tempat tidurku, namun disisi lain otakku terus mengingatkan hal tersebut, Dan lagi-lagi disaat yang penuh konflik tersebut aku kalah dalam pertarungan kembali ! dan hanya meneruskan tidurku yang entah berdampak apa ketika saat itu aku memilih untuk meneruskan tugasku. hmmmm
Setelah aku kalah dalam pertarungan semalam, alarm handphone ku berdering pertanda tepat jam empat pagi, yah namun dasarnya aku yang pemalas, hingga jam lima pagi aku baru beranjak dari tempat tidurku dan langsung mengambil air wudhu untuk sholat subuh. namun kali ini aku meras bersyukur karena dapat bangun tidak harus merepotkan ibuku, yang setiap pagi harus bersusah payah berteriak agar aku bangun dan menjalankan sholat subuh.
Hari ini aku akan menjalani aktifitasku seperti biasanya, namun dengan hari yang sangat spesial, pagi ini aku berusaha untuk menjadi pribadi yang selalu terus manjadi lebih baik untuk sesama dan masa depanku, pagi ini aku telah tumbuh menjadi lelaki dewasa yang seharusnya dapat lebih mandiri dan berguna bagi sesama, aku akan berjanji pada diriku sendiri bahwa akan terus memelihara mimpiku untuk menjadi seorang yang berguna bagi sesama, Negara, dan Keluargaku terlebih lagi dengan pendidikan yang mumpuni dan mampu memecahkan problematika sesama. aku akan berdoa dan berusaha untuk itu.
SELAMAT ULANG TAHUN ke-20 UNTUKKU, AKU BANGGA PADA DIRIKU INI !
Mungkin karena dirasa butuh istirahat sejenak aku langsung saja menghempaskan tubuhku di tempat tidur, memejamkan mata seketika berharap beberapa menit kemudian aku dapat terbangun dan dengan kondisi segar dapat melanjutkan kegiatan yang ingin aku lakukan saat itu, Ya karena kegiatanku yang aku buat saat itu karena aku ingin melakukannya, seperti kebanyakan kegiatanku yang aku lakukan yang mungkin secara spontanitas, namun aku berharap itu akan menjadi suatu kebiasaanku yang baik dimasa depan.
Ku putar lagu dari handphone ku berharap dapat menambah rileksasi yang aku butuhkan saat itu, namun kenapa suara spikernya terasa kasar sekali? lalu aku ingat bahwa ada headset yang tertinggal di dekat dengan meja laptop yang ada di bawah kasurku. kuraih dengan penuh kesabaran dari atas kasurku karena saat itu cukup malas hanya untuk menapakkan kaki dilantai, hehehe Hap akhirnya kudapatkan dan seketika itu tidurku ditemani lagu yang kuputar lewat headset, cukup enak suaranya menjadikan semakin terlarut dan mengantuk.
Tak terasa ketika sudah beberapa lagu berganti ditelingaku, ternyata aku semakin larut waktu itu dan malah menjadi tertidur dan melupakan kegitan yang seharusnya aku lakukan saat itu, Cukup sering aku melalaikan waktu dengan cara-cara tersebut terutama tertidur diwaktu ingin beristirahat sejenak. Yah aku sampai tak tahan dengan kebiasaanku tersebut dan bingung cara terbaik untuk menghentikannya.
Aku sangat ingat sekali saat konflik dan beradu argumen pada kedua orangtua ku, ketika itu aku sangat mempertahankan egoku untuk dapat masuk dan menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada Jogyakarta berharap bisa meyakinkan mereka bahwa pilihanku itu yang terbaik untukku. Adu argumen yang keras pun semakin terjadi karena dari kami tidak ada yang ingin mengerti apa yang sebenarnya di inginkan dari kami. Ya ! itu adalah sepenggal cerita mimpiku semalam yang menurutku sangat bermakna dihari yang sangat spesial di hidupku. dan semoga menjadi pertanda yang baik.
Ketika aku berlayar bersama mimpiku semalam, tak kusangka jam setengah dua malam aku terbangun kembali, aku tak tau pasti faktor apa yang membangunkanku tadi malam, Namun yang pasti saat itu aku langsung teringat oleh kegiatan yang akan aku lakukan telah tertunda dalam karena tertidur, saat itu aku masih merasa berat untuk membuka mata lebar-lebar dan beranjak dari tempat tidurku, namun disisi lain otakku terus mengingatkan hal tersebut, Dan lagi-lagi disaat yang penuh konflik tersebut aku kalah dalam pertarungan kembali ! dan hanya meneruskan tidurku yang entah berdampak apa ketika saat itu aku memilih untuk meneruskan tugasku. hmmmm
Setelah aku kalah dalam pertarungan semalam, alarm handphone ku berdering pertanda tepat jam empat pagi, yah namun dasarnya aku yang pemalas, hingga jam lima pagi aku baru beranjak dari tempat tidurku dan langsung mengambil air wudhu untuk sholat subuh. namun kali ini aku meras bersyukur karena dapat bangun tidak harus merepotkan ibuku, yang setiap pagi harus bersusah payah berteriak agar aku bangun dan menjalankan sholat subuh.
Hari ini aku akan menjalani aktifitasku seperti biasanya, namun dengan hari yang sangat spesial, pagi ini aku berusaha untuk menjadi pribadi yang selalu terus manjadi lebih baik untuk sesama dan masa depanku, pagi ini aku telah tumbuh menjadi lelaki dewasa yang seharusnya dapat lebih mandiri dan berguna bagi sesama, aku akan berjanji pada diriku sendiri bahwa akan terus memelihara mimpiku untuk menjadi seorang yang berguna bagi sesama, Negara, dan Keluargaku terlebih lagi dengan pendidikan yang mumpuni dan mampu memecahkan problematika sesama. aku akan berdoa dan berusaha untuk itu.
SELAMAT ULANG TAHUN ke-20 UNTUKKU, AKU BANGGA PADA DIRIKU INI !
#Allhamdulillahduapuluh
(illustrasi by Dea Anggraeni 11th)
Allhamdulillah Wa Syukurillah, mungkin ungkapan syukur yang tiada kira untuk hari kemarin, hari yang indah yang menandai bertambahnya umurku di muka bumi ini (20) yang masih di percaya dan diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk terus menjalaninya dengan baik dan lebih baik lagi, amiinn
Ya tepat tertanggal 24 maret 2015 aku sudah memiliki umur baru, Dan itu berarti menegaskan kembali bahwa hidupku sudah harus aku rapikan lagi, semua yang aku lakukan harus bisa menjadi berarti bagi sesama dan bermanfaat bagi semua orang, itu yang sangat ingin aku wujudkan di akhir umurku sebelum beranjak ke umur baruku.
Jika diibaratkan sebagai sebuah metamorfosis dari kupu-kupu, aku ini seharusnya menjadi ulat dewasa yang sangat aktif berburu makanan, terus bertualang mencari pengetahuan dan bekerja keras untuk mencari tempat tinggal dan berkembang disaat aku harus menjadi kepompong dan selanjutnya kupu-kupu yang indah.
Mungkin makna yang sangat berarti bagi umurku yang ke 20 tahun ini adalah telah bertambahnya semangat baru, kedewasaan dan tanggung jawab baru, dan visi misi yang jelas yang harus aku lalui dan capai dimasa mendatang, sekaligus bersyukur atas karunia dari Allah SWT yang telah mempercayakan salah satu ciptaanya yang kecil dapat menikmati dunia yang hanya terbatas ini, Terimakasih ya Allah SWT.
Hari kemarin aku sangat di kejutkan dan di bahagiakan hatiku oleh teman-teman baik yang aku miliki, sekaligus keluarga yang sangat spesial yang telah terus berada disampingku dengan penuh kasih sayang. Aku sangat bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh mereka semua, ucapan dan doa yang indah yang selalu aku amini dengan baik, kado-kado indah yang diberikan, dan sandiwara yang berkelas yang telah memberikan kesan mendalam, yang mungkin akan aku ingat dalam hidupku bersama dengan munculnya tulisan ini.
Bercerita tantang gambar illustrasi diatas, aku sangat senang sekaligus terharu akan karya dari adik ku tersebut, dia ikut berimajinasi untuk sekedar merayakan dan memberikan semangat buatku, sedikit cerita ketika proses pembuatan tulisan tersebut, ayahku dengan penuh tanda tanya bertanya apa yang sedang dilakukan adik kecilku tersebut " Lagi buat apa sih dik, kok buatnya dibawah tempat sempit gitu ? " | " lagi buat sesuatu yang membahagiakan mas". Ketika aku diceritakan hal tersebut rasanya sangat bahagia dan haruslah aku memberikan apresiasi.
Terimakasih dan apresiasi yang tinggi dariku kepada teman-teman semua yang telah mau meluangkan waktu, tenaga dan idenya untuk hanya sekedar mengingat dan memperingati hari yang spesial dihidupku, Aku sangat bersyukur telah berada pada pusaran orang-orang yang selalu baik hati bagi sesama dan semoga akan terus menjadi baik.
Salam Semangat Pagi, Berkah Dalem Ugi Kita Sedaya !
#Allhamdulillahduapuluh
Senin, 23 Maret 2015
Entahlah
Malam ini tidak seperti biasanya, suasananya ramai,
Ada yang berteriak-teriak bercerita untuk menghanyutkan suasana,
Ada yang bermusik seakan semua orang tuli,
Banyak yang juga bernyanyi meyakinkan diri bahwa suara mereka saling menyatu,
Bagaimana denganku ? aku hanya sibuk menikmati mereka !
Tidak seperti biasanya, mereka terlihat menikmati malam ini,
Mereka seperti bom waktu, dan ini saat yang tepat untuk melepaskan partikel terkecilnya,
Tampak tak ada sebilah batasan dari mereka, semua hanya ingin menunjukkan sesuatu untuk dinikmati,
Dan itu semua menjadikan mereka bahagia, sejenak melupakan rutinitas yang terlalu linear,
Tetapi apakah semua orang memungkinkan untuk dapat menikmati suasana cair seperti ini?
Yang menentukan jawaban tersebut hanya pribadi masing-masing dari kita.
Aku sendiri lebih suka menikmati suasana, dan bukan berarti tidak suka aktif,
Aku lebih menyukai aktifitas yang membawa orang lain untuk merasa menghargai,
Entahlah, Saat ini aku aku nyaman di keheningan ...
Ada yang berteriak-teriak bercerita untuk menghanyutkan suasana,
Ada yang bermusik seakan semua orang tuli,
Banyak yang juga bernyanyi meyakinkan diri bahwa suara mereka saling menyatu,
Bagaimana denganku ? aku hanya sibuk menikmati mereka !
Tidak seperti biasanya, mereka terlihat menikmati malam ini,
Mereka seperti bom waktu, dan ini saat yang tepat untuk melepaskan partikel terkecilnya,
Tampak tak ada sebilah batasan dari mereka, semua hanya ingin menunjukkan sesuatu untuk dinikmati,
Dan itu semua menjadikan mereka bahagia, sejenak melupakan rutinitas yang terlalu linear,
Tetapi apakah semua orang memungkinkan untuk dapat menikmati suasana cair seperti ini?
Yang menentukan jawaban tersebut hanya pribadi masing-masing dari kita.
Aku sendiri lebih suka menikmati suasana, dan bukan berarti tidak suka aktif,
Aku lebih menyukai aktifitas yang membawa orang lain untuk merasa menghargai,
Entahlah, Saat ini aku aku nyaman di keheningan ...
Langganan:
Postingan (Atom)
