( design / illustration by imsat )
Beberapa minggu ini terhitung semenjak aku berada di perguruan tinggi baru, waktu yang ku lalui hari demi hari terasa begitu cepat dan mendebarkan. Memang ini suatu keadaan dan lingkungan yang baru bagiku yang secepat mungkin aku harus beradaptasi untuk menyesuaikan waktu, tenaga, dan istirahatku sendiri.
Barangkali bukan alasan yang tepat jika aku harus mengeluh setiap harinya hanya karena tugas yang bertubi-tubi menderaku padahal aku tidak sendiri, setidaknya ada sekitar empat puluh anak yang merasakan tugas yang sama denganku dan lebih dari seratus lima puluh anak yang merasakan tekanan yang sama denganku hanya dalam lingkup satu angkatan dalam perguruan tinggi di tempatku berada sekarang.
Aku masih beruntung karena tidak banyak tugas yang telah aku kerjakan di kembalikan, namun ada teman sekelasku yang semua tugas yang telah berjumlah empat seluruhnya mengulang dan itupun masih ditambah tugas yang baru, prihatin memang namun kebijakan dari setiap dosen adalah berbeda.
Mengenai dosen yang sering memulangkan hasil tugas para mahasiswanya menurutku itu bukanlah sesuatu hal yang buruk, namun menambah tugas dengan terus-menerus tanpa memperhatikan beban tugas yang lain justru akan membuat hasil tugas yang dikerjakan para mahasiswa menjadi tidak maksimal dan cenderung asal selesai saja.
Namun dibalik itu semua pasti ada nilai tersirat yang dimaksudkan oleh para pembimbing tersebut untuk menaikkan kelas dan psikologis para mahasiswanya dan aku percaya itu, Namun kadang kita sebagai mahasiswa terlalu disibukkan dengan memikirkan tugas yang diberikan tanpa memikirkan hikmah dari tugas yang diberikan tersebut, dengan alasan memang terlalu banyak tekanan yang dianggap buruk bagi tugas tersebut.
Yasudah lah karena ini memang baru awal dari perjuangan kami untuk menemukan kunci untuk perjalanan kehidupan yang akan datang dan pasti akan kami lalui, seketika teringat salah satu pernyataan dari dosen yang dianggap hobi memberikan tugas, dia pernah berkata " LOSTAMASTA " yang diartikan biarkan " hidup menjadi lebih hidup ". kami memang harus menghidupkan perasaan lelah kami dan berjuang hingga akhir untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan itu berarti menghidupkan kembali rasa suka-cita kami agar dijalani dengan senang dengan lebih hidup. LOSTAMASTA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar