Senin, 11 Januari 2016

Cerita Andy F. Noya

(Artwork by imsat)
Watercolor 29,7x42 cm
on Linen

                    Andy Flores Noya, pertama kali kulihat beliau di siaran program Talk Show di Tv yang identik dengan berita, mungkin saat itu aku masih kelas 1 SMK lima tahun silam, karena sebelumnya aku tak pernah tertarik dengan program tv berbau politas dan berita menjenuhkan yang menaungi salah satu Talkshow yang beliau bawakan.

Dulu awal ketertarikanku untuk mengenal beliau karena gayanya yang sedikit unik dengan rambut kribo nya yang mudah skali dikenali, kemudian cara pembawaan diri yang tenang dan sedikit di bumbui candaan cerdas membuatku semakin senang melihat acara yang ia bawakan hingga saat ini

Dibalik itu semua, sosok yang senang bersosialisasi dan peduli terhadap lingkungan barangkali membuatnya dia sebagai salah satu yang menginspirasiku. Tidak banyak yang bisa aku tulisakan mengenai beliau karena sejatinya ia salah satu seorang jurnalis yang hebat di negara ini, dan barang kali karya ku ini dapat menularkan kisah inspiratif dari beliau kepada semua orang menjadi lebih bermanfaat. 
Terimakasih .

Senin, 04 Januari 2016

PRESIDEN JOKO WIDODO ( JOKOWI )j

#JOKOWI
( Painting by imsat )
Watercolor on linen papper
29,7cm x 42cm


Presiden Republik Indonesia ke tujuh Joko Widodo.
Beliau adalah salah satu dari beberapa orang paling berengaruh pada sejarah Negara Indonesia.
Aku tak tahu ingin menyampaikan apa, aku hanya berharap dapat bertemu dengan beliau dan kelak dapat menjadi sukses seperti beliau.

Cara Delevingne

( Painting by imsat )
Watercolor on linen papper
29,7 cm x 42 cm


Cara Delevingne, 
Aku tau super model tersebut dari temanku yang mengidolakan nya, sebenarnya aku tak menyukai ini tapi aku hanya ingin lebih dekat dengan temanku sebatas untuk bahan mengobrol saja, namun nyatanya Cara wanita yang unik menurutku.

Hari Ibu

     ( painting by imsat )
Watercolor on linen paper
29,7 x 42 cm

         Adalah sebuah karya lukisan yang aku buat untuk sebuah kado pada hari ibu, ini adalah sebuah karya potrait menggunakan cat air pertamaku, dan jujur dari karya ini aku banyak belajar mengenai teknik cat air, entah mengapa  aku sangat menyukai karyaku ini, karena nilai psikologisnya begitu besar dan ini adalah sebuah awal yang bagus. 
Terimakasih Ibu.




SAHABAT

           Seperti biasanya, pagi ini setelah tidur beberapa jam orang yang pertama kali aku lihat ketika membuka mata adalah Ibu ku, dan mungkin ini berlangsung setiap pagi karena Ibu ku bagaikan alarm penuntunku untuk segera bangun berwudhu dan menjalankan aktifitas seperti biasanya.
Aku sangat mengagumi kerajinan dan kedisiplinan beliau, ingin sekali berharap bisa sepertinya namun kadang rasa malas lebih bisa mengalahkan diriku sendiri.

         Mungkin aku bisa dikatakan orang yang terlalu dingin untuk mengungkapkan sesuatu, bahkan aku tak pernah mengungkapkan perasaan sayang kepada siapapun selama ini, karena bagiku tindakan yang akan bisa menggambarkan itu semua jika mereka dapat membacanya, dan menurutku masih banyak orang-orang bodoh yang hanya percaya pada perkataan kosong bahakan untuk mempertaruhkan dirinya sendiri.

          Masih dalam suasana tahun baru dua ribu enam belas yang baru saja terlewati, waktu itu tepat beberapa jam sebelum malam tahun baru banyak sekali pemberitahuan di media sosial yang  membanggakan diri mereka untuk merayakan malam tersebut disuatu tempat yang spesial dengan pendamping mereka, namun tidak sedikit pula yang menghujat karena mereka tidak mendapat waktu dan pendamping yang tepat dimalam tersebut, aneh !

           Tidak terkecuali sebagian dari teman-temanku yang memberi ajakan untuk bergabung dengan acara yang mereka buat sendiri, namun aku bukan orang yang suka perayaan dengan banyak orang, dan mungkin aku juga tidak menyukai keramaian, aku hanya suka mengamati mereka semua.

            Kenapa banyak orang membanggakan teman yang mereka sebut sahabat justru yang bertingkah clometan, tak sopan, seakan tak ada privasi dan kadang sedikit anarkis, namun sebaliknya menganggap lebih rendah orang yang bersikap menghargai dan suka menolong mereka disaat susah. apakah sahabat yang mereka buat hanya karena kesedihan dan kesenangan yang mereka curahkan bersama? apa itu menjadi jalan dari sebuah solusi? atau hanya kesepakatan yang mereka buat tanpa memikirkan dampak baiknya?

            Bagiku sahabat itu tidak ada, dan aku juga tak pernah memiliki teman spesial yang disebut sahabat, teman hanya ada karena saling membutuhkan, karena terdapat kesamaan dalam hidup yang menyatukan mereka, karena sebagai perlindungan. Aku tak percaya adanya sahabat karena setiap manusia memiliki tujuan hidup masing-masing, kita hanya berstrategi untuk mendapat rasa nyaman yang dapat kita lampiaskan.

           Namun jika ada seseorang yang dapat disebut untuk mewakili makna dari kata tersebut adalah Orang Tua ( ayah dan ibu ). Bagiku merekalah yang seharusnya diberikan penghargaan setingi-tingginya dalam hidup kita, mereka lah yang membentuk kita, dan jika sebuah benua dapat dipersembahkan untuk mereka itu tidaklah cukup untuk menutup sedikit rasa terimakasih.

Minggu, 13 Desember 2015

TERPAAN WAKTU

            Tidak terasa waktu cepat berlalu dan kita sudah dihadapkan lagi dengan letupan kembang api, tiupan terompet, atau sekedar ucapan selamat tahun baru. Jadi mengapa kebanyakan orang juga termasuk diriku ini selalu memberikan perhatian lebih pada masa penghujung tahun? dan pendapatku karena sebagai ajang introspeksi diri akan kekurangan yang banyak kita lakukan selama satu tahun lalu.

           Ya memang sejauh ini ketika aku memikirkan satu tahun yang telah aku lalui selalu saja diakhiri dengan banyaknya penyesalan, dan tanda tanya mengapa aku tidak melakukan hal ini, hal itu, dan sebagainya. Apa memang ini manusiawi ataukah memang masih buruknya kualitas hidupku aku tak tahu.

            Ketika ditanyakan apakah bahagia itu, dan apakah telah kulalui dalam kurun waktu satu tahun ini, seakan pertanyaan semacam itu menjadi ambigu dan membingungkan untuk kujawa. Aku memang tidak menyukai sesuatu yang berlebihan, ketika itu pada saat bahagia pun aku berusaha tak meluapkan semuanya dan cenderung menahannya. Alasannya karena anggapanku sesuatu yang berlebihan akan lebih menyakitkan ketika berbalik keadaan pada saat itu.

           Pada minggu-minggu ini aku akan dihadapkan dengan UAS, yang menjadi kekhawatiranku bukan karena soal yang akan diajukan, namun karena tugas-tugas yang diberikan itulah yang menjadi fokusku saat ini, melihat dari UTS kemarin yang banyaknya tugas diberikan kurasa kali ini akan tidak jauh berbeda.

           Namun entah mengapa akhir-akhir ini semangatku sudah mulai berkurang, mungkin ini akan menjadi titik kejenuhanku pada semua aktifitas keseharian yang aku lalui. Sudah harus menjadi tugasku kali ini menemukan semangatku seperti dulu yang penuh motivasi, aku tidak pernah suka berada pada saat seperti sekarang.

           Untuk engkau disana, akhir-akhir ini aku lebih mulai merasa dekat entah itu benar atau tidak namun semoga saja ini adalah suatu pertanda baik, dan semoga  dapat menjadi alasanku untuk menjadi lebih baik dalam melakukan segala hal, kusadari memotivasi orang lain bisa jauh lebih mudah dari pada dilakukan untuk diri sendiri.



Selasa, 01 Desember 2015

KUTEMUI DIRIMU

             Akhir-akhir ini setiap hari kurasa lebih panjang dari sebelumnya, meski perputaran waktu memang selalu sama setiap harinya namun agaknya ini sedikit berbeda, aku memiliki teman berkirim kabar baru yang mungkin kurasa agak mulai sejalan denganku dan pastinya seorang wanita.

Dia bukanlah orang yang baru aku kenal, mungkin sekitar setengah tahun lalu aku bertemu dengannya di sebuah lembaga bimbingan belajar tempatku dulu untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi. Menurutku dia seorang yang baik meskipun kadang bersikap cuek namun itu wajar saja bagi seorang wanita.

Perawakannya tak terlalu tinggi namun dia sepertinya selalu menjaga tampilannya yang kulihat dari dandanan yang selalu serasi dari sepatu hingga jilbab yang ia kenakan, kulitnya putih pucat namun wajahnya tampak berseri terlihat natural dengan bibir yang merah merona, alis tipis memperjelas raut wajah sederhananya yang nyaman dipandang.

Aku masih ingat benar ketika pertama kali berkenalan dengannya, aku tak sengaja melihatnya ketika ia sedang menunggu jemputan pulang dari bimbel, dengan spontan kuhampiri dia dan langsung bertanya tentang jadwal pembelajaran esok, karena waktu itu aku baru mengikuti pembelajaran disana. Kami berinteraksi seadanya dan langsung ku akhiri dengan meminta nomor handphone nya dengan alasan untuk bertanya lebih lanjut tentang jadwal pembelajaran berikutnya.

Dari sana akhirnya kami berkomunikasi dengan baik, meski hanya sekedar menyanyakan kabar, dan kebiasaanku memang untuk sesekali menanyakan kabar teman-temanku yang telah lama tak berkomunikasi, dan dari permulaan itu kami semakin akrab hingga saat ini.

Untuk diketahui dia sekarang masuk di universitas swasta ternama di Semarang dengan mengambil jurusan Kesehatan Masyarakat, namun kabarnya dia ingin mencoba kembali tahun depan karena kutahu dia sangat ingin sekali masuk jurusan Kedokteran, aku sangat senang ketika mendengar kabar tersebut.

Tetapi entahlah hingga seperti apa masa yang akan datang tentang kami, namun saat ini aku masih menikmatinya sebagai sahabat baikku, meski suatu saat kita menemukan perbedaan yang sedikit menjadi duri namun aku berharap akan menjadi lebih baik kedepannya.