Kamis, 19 Maret 2015

" Melek Nyeni Melek Ngapresiasi ! " part II

( illustrasi yang beruntung by.imsat )
           Hai sahabat sekalian apa kabar kali ini? semoga terus sehat dan semangat yaa.. malem-malem gini dari pada nggak jelas mau ngapain mending nuliiss ! hehehe
oiya ngomong-ngomong soal nulis, sekarang aku lagi dalam tahap uji mental sekaligus membuat tantangan diri sendiri yang pasti terbaru dan pertama kali dalam hidupku. Tantangannya aku kasih nama " --- #1D1WW ---  "   alias  " One Day One Week Writing " Yeaahhh ! Cool menn ... !!

Yeaah ! Tantangan yang keren, judul nya juga keren dan semoga hasil dari tulisanku juga suuper kereen! amiiinn ...  Seperti judul tantangan yang kubuat untuk diriku sendiri tersebut, selama satu minggu penuh aku akan berjuang untuk menuliskan sesuatu minimal satu artikel dengan tema yang tidak ku batasi alias bebas, kereen kaan, hehehehee ...

         Setiap tantangan pasti ada peraturan dan hukuman bila tidak dapat / melanggar aturan yang ditetapkan, ya begitu juga dengan tantangan kali ini, aku telah merancang hukuman sendiri bila tidak bisa memenuhi aturan yang berlaku, apa sih hukumannya ? yaitu .. 

Setiap satu hari aku melanggar peraturan tersebut, maka wajib hukumnya untuk membeli dan menyelesaikan bacaan buku tersebut dalam satu minggu harus lebih dari 200 halaman, dan jika hukuman tersebut gagal di lakukan, maka dalam seminggu harus membeli dua buku baru dan menyelesaikannya ( membaca ) dalam satu minggu tersebut yang total halamnya lebih dari 400 halaman ! Gilaak ini tantangan bener - bener gregeet ya kaann !! hahahaa

           Oke tinggalkan pembahasan tentang tantangan #1D1WW dulu dan bakal aku bahas lain waktu kemudian, Saat ini topik pembicaraanya masih meneruskan tantangan yang aku buat untuk diriku sendiri yang waktu lalu " Melek Nyeni Melek Ngapresiasi ", dengan pembahasan mengenai pendapat orang kedua tentang bagaimana cara dia meng-Apresiasi karyaku ala #SENSESTYLE yang bisa ia nikmati secara Gratiss tis tiis ...

Sekedar mengingatkan tentang bahasan lalu yang aku sambung saat ini, beberapa waktu lalu aku kembali membuat tantangan terbaru dalam hidupku yaitu membaca ulang wajah teman-temanku yang ada di akun BBM (Blackberry Messanger) ku dengan metode siapa cepat dia dapat, waktu itu sudah kupustuskan dua orang pemenangnya dan sudah kutunaikan kewajibanku, lalu bagaimana tanggapan mereka tentang budaya " Melek Nyeni Melek Ngapresiasi " dikalangan anak muda sekarang ... ?

          Ketika aku  sudah menyelesaikan karyaku membaca ulang wajah temanku ala #SENSESTYLE yang kira-kira jam 22.00 malam segera ku kirimkan hasilnya di kontak BBM dia, dan baru aku tahu dibuka keesokan harinya, dia mengirimkan apresiasinya padaku, cukup antusias dan penasaran sih apa tanggapan dia  tentang karyaku ini.

Bayanganku sih pasti dia mengapresiasi dengan sangat baik, ya salah satu faktornya karena aku buat secara cuma-cuma atau Gratiiiss buat dia. Tapi apa dugaan awalku benar begitu yang paling tidak sangat aku yakini! dan ternyata setelah aku buka pesan dari dia tentang apresiasi dia padaku, yanng isinya adalaah .... 
"makasih mam." | " wah iya bro, semoga terhibur yaa bla bla bla .. " | " oke mam siip " | " ------ pet ----- " . ( sekian ).

         Lagi - lagi pertanyaan dalam diri yang sama pun muncul, " Sebenarnya yang aku cari apa .. ? ".
Mungkin salah satu penyebab terbesar runtuhnya budaya dan adat-istiadat daerah kita adalah soal sepert itu kurang Melek Ngapresiasi !
bayangkan betapa kayanya negara kita akan budaya tradisional yang sangat indah dan beragam, sampai-sampai negara lain Iri dan ingin mengakuinya! tapi sebegitu mudahnya sekarang hilang dimakan jaman, apa sebenarnya penyebabnya ?

Menurutku, ketika Seni Budaya tidak lagi mendapat pengApresiasi-an dari masyarakat umum, dan menghiraukan budaya acuh tak acuh tersebut terus berkembang, maka mulai saat itu pula lah titik balik budaya tersebut akan luntur. Begitu juga dengan kaum muda jaman sekarang, mereka telah berada dalam arus acuh tak acuh pada karya seni sekaligus budaya sekitar yang memang asli punya sendiri, maka wajar kalau mereka bertindak seperti tak menghargai suatu karya atau Ngapresiasi !

         Dari kesimpulanku yang dapat aku ambil dari pengalaman berhargaku tersebut, para kaum muda sekarang sangat kurang dalam menanamkan etika " Melek Nyeni Melek Ngapresiasi " terbukti dari apresiasi dan tanggapan yang sebagian temanku berikan, Dan pendapatku yang lainnya adalah kaum muda sekarang sudah terlatih untuk bebas memilih tanpa bisa Memilah !

Sebagai contoh, kaum muda jaman sekarang saaangaat banyak sekali yang tergila-gila dengan adat gaya khas Korean atau Jepang , mereka sangat berlomba-lomba mendapatkan informasi sedalam-dalamnya tentang budaya disana, tidak main-main bahkan mereka mengadaptasinya di lingkungan kitacdan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari, mereka rela melakukan itu tanpa paksaan ! dan itu budaya asing !

Tapi apakah disela-sela mereka sibuk dengan aktifitas budaya asing tersebut yang belum tentu bisa diterima di lingkungan kita, Mereka menyisihkan waktu untuk juga mempelajari budayanya sendiri yang notabene warisan leluhur kita tersebut ?? Walau perbandingannya 3 : 1 aku yakin Tidak ! tidak dalam artian tidak banyak yang melakukan dan mengerti tersebut. 
Itulah salah satu contoh kecil bagiku tentang pentingnya "Melek Nyeni Melek Ngapresiasi".

        Waktu udah menunjukka pukul 01.33 malam gaiis, bakalan panjang kalau masih diteruskan, dan aku juga harus bangun bagi esok hari buat melanjutkan aktivitasku lagi, Mungkin aku akhiri tulisanku yang ini saat ini, semoga menjadi hiburan dan bermanfaat ya gaaiiss !!

Salaam kreatiff  " Melek Nyeni Melek Ngapresiasi "  
Gooooooo ....... !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar