Waktu itu kita tunjuk satu mimpi dengan jelas,
Menjabarkannya, dan menambahkan cerita sesuai versi diri sendiri pun sarat makna,
Yang dibenak kita mungkin hanya kebahagiaan dan optimisme tinggi.
Kita semakin larut untuk terus menggambar mimpi,
Kita tahu, bahwa semuanya t'lah sesuai dengan "hidup versi kita",
Dan saling meng'Amini salah satu tanda bahwa itu mimpi akan nyata,
Kemudian terus berjuang ...
Selang waktu yang tak ditentukan, kita sadar,
Apakah kita masih berada di jalur Mimpi ? ,
Apakah kita berjuang untuk mimpi yang diamini ?,
dia terus melaju pada jalannya, dan aku masih tersendat di trotoar rusak!
Ya ! Seakan Tuhan ingin menunjukkan sesuatu yang lain padaku sebelum melanjutkan jalanku,
Dan aku terpaksa melihatnya! karena pilihannya Terpejam atau Melihatnya!
Awalnya aku berfikir, apakah Tuhan tak merestui mimpiku ?
Ataukah aku tidak untuk memperjuangkannya ?
Dan yang terakhir kuasumsikan sebagai jawaban yang tepat !
Maka mulai detik ini aku akan terus Berjuang.. !
Kadang aku sedikit mengintip gambar torehan sahabatku,
Dan dia masih persis dijalannya, sangat jauh namun terlihat,
Suatu waktu, aku pasti berjuang dan berada disampingnya untuk menyapa,
Hanya sekedar melanjutkan gambar yang dulu kita torehkan waktu bersamaan.
Mulai detik ini aku akan bangga pada jalan " hidup versi kita "
Kupastikan bahwa kali ini Tuhan tersenyum merestuiku,
Hanya untuk menelisik kembali gambar yang t'lah kubuat dahulu dan menyelesaikannya.
Kali ini aku hanya akan mengAmini sendiri,
Kemudian hari aku akan mengajak semua orang untuk bersama,
Meng'Amini-Nya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar